01 December 2018

Sering Terserang Migrain, Waspadai Gejala Terkena Vertigo

Sering Terserang Migrain, Waspadai Gejala Terkena Vertigo

Halodoc, Jakarta - Vertigo identik dengan sakit kepala, walaupun vertigo akan terasa lebih sakit daripada sakit kepala dan penglihatan pun akan terasa berputar. Seseorang yang mengalami vertigo akan merasa sangat pusing dan hanya bisa berbaring.

Vertigo umumnya menyerang orang tua, walaupun sebenarnya dapat menyerang siapa pun dengan usia berapa pun. Pengidap vertigo lebih banyak dialami oleh wanita dibandingkan dengan pria. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa orang-orang berusia di atas 65 tahun banyak yang mengidap vertigo.

Terdapat dua jenis vertigo, yaitu:

  • Vertigo Perifer. Vertigo ini disebabkan oleh masalah pada telinga bagian dalam atau saraf vestibular, yang menghubungkan telinga bagian dalam dengan otak. Jenis vertigo ini paling umum terjadi pada seseorang.

  • Vertigo Sentral. Vertigo ini terjadi ketika terdapat kesalahan pada otak, terutama area otak cerebellum.

Vertigo dapat terjadi dalam hitungan menit hingga hitungan jam, tergantung sebagaimana parahnya menyerang pengidapnya. Lalu, gejala-gejala vertigo yang mungkin terjadi antara lain:

  1. Pandangan Seperti Berputar

Gejala vertigo yang mungkin terjadi adalah pandangan menjadi seperti berputar-putar dan seolah-olah sekeliling bergerak dengan sendirinya. Selain itu, mungkin pengidapnya akan merasa kehilangan keseimbangan, sehingga tidak dapat beraktivitas.

  1. Kepala Terasa Berat Ketika Bangun Tidur

Gejala vertigo lainnya yaitu kepala terasa berat ketika bangun tidur. Ketika hal ini terjadi, kepala terasa pusing, mata kunang-kunang, dan sulit untuk menyeimbangkan tubuh ketika bangun dari tempat tidur. Perasaan mata menjadi kunang-kunang yaitu diakibatkan oleh nystagmus, yaitu sebuah kondisi ketika mata sulit untuk dikendalikan.

  1. Pendengaran Mengalami Masalah

Permasalahan pada pendengaran seseorang bisa jadi salah satu gejala vertigo. Seseorang yang mengidap vertigo akan mengalami masalah pendengaran tahap awal dan akan hilang ketika vertigo sembuh. Jika vertigo makin parah, mungkin akan menyebabkan perbedaan tekanan pada telinga (meniere), telinga berdenging, dan bermasalah pada keseimbangan tubuh.

  1. Pingsan

Pingsan dapat menjadi gejala vertigo yang dapat terjadi pada pengidapnya. Kehilangan kesadaran tersebut dikarenakan oleh kekurangannya suplai oksigen dan zat makanan ke otak yang umumnya, karena menurunnya aliran darah untuk sementara.

  1. Mual dan Muntah

Mual dan muntah juga merupakan salah satu gejala vertigo pada seseorang. Hal tersebut dikarenakan pandangan yang berkunang-kunang dan kepala yang pusing tidak tertahankan. Selain itu, pengidap vertigo juga akan kesulitan untuk menelan makanan atau minuman.

Vertigo harus ditangani dengan segera. Jika tidak segera mendapatkan pengobatan, kondisi pengidapnya akan semakin memburuk dan juga bisa fatal. Sangat direkomendasikan untuk menemui dokter apabila gejala-gejala ini muncul, antara lain:

  • Penglihatan berbayang.

  • Sulit untuk berbicara.

  • Tubuh terasa lemah.

  • Penurunan kesadaran.

  • Hilangnya keseimbangan.

Faktanya, vertigo dapat sembuh tanpa mengonsumsi obat-obatan, terkecuali sudah tidak tertahankan. Vertigo dapat diatasi dengan mengonsumsi obat yang mengandung betahistine mesylate yang berfungsi untuk mengatasi pandangan yang berputar. Obat ini berguna untuk meningkatkan aliran darah di telinga bagian dalam.

Apabila gejala vertigo terus muncul lebih dari satu minggu, kamu wajib untuk menemui dokter. Banyak kondisi medis yang dapat menyebabkan vertigo, maka dari itu kamu harus mengetahui gejala dari tiap vertigo yang mungkin terjadi. Sejauh ini, sekitar 91 persen pengidap vertigo ditangani oleh dokter umum. Jika kamu ingin bertanya pada ahlinya, kamu dapat menemui spesialis seperti otolaryngologist atau ahli saraf untuk mengobati kondisi kamu.

Itu lah penjelasan mengenai gejala-gejala vertigo pada seseorang. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal vertigo, kamu dapat bertanya pada dokter dari Halodoc. Caranya hanya dengan download aplikasi Halodoc dari smartphone kamu!

Baca juga: