• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Tidur Malam, Risiko Obesitas pada Anak Meningkat

Sering Tidur Malam, Risiko Obesitas pada Anak Meningkat

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Mungkin kamu tidak pernah menyangka jika waktu tidur bisa meningkatkan risiko obesitas. Namun, studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Karolinska Institute, Swedia, menemukan bahwa risiko obesitas pada anak dapat meningkat, jika sering tidur larut malam. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 107 anak di Swedia, dengan 64 anak di antaranya lahir dari orangtua yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Selama usia 1 - 6 tahun, para peneliti memonitor berat, tinggi, dan lingkar pinggang anak. Saat penelitian dimulai, semua anak memiliki ukuran yang sama. Kemudian, aktivitas tidur anak diamati selama 7 hari berturut-turut, sekali dalam setahun, dalam masa penelitian tersebut. Dari hasil pengamatan, para peneliti menemukan, anak-anak yang sering tidur malam (tepatnya di atas jam 9 malam), memiliki lingkar pinggang yang lebih besar dan indeks massa tubuh yang lebih tinggi, pada masa akhir penelitian. 

Baca juga: Obesitas Pada Anak-Anak Ketahui 4 Hal Ini

Hubungan Antara Sering Tidur Malam dan Risiko Obesitas pada Anak

Meski menemukan adanya ancaman obesitas pada anak-anak yang memiliki kebiasaan tidur larut malam. Marcus, salah satu peneliti, mengimbau orangtua untuk tidak menelan mentah-mentah hasil penelitiannya tersebut. Menurutnya, penelitian yang ia lakukan hanya memperlihatkan adanya hubungan antara waktu tidur dengan risiko obesitas pada anak.

Marcus hanya menegaskan bahwa kebiasaan tidur di atas jam 9 malam bisa menjadi salah satu tanda gaya hidup tidak sehat pada anak. Gaya hidup seperti itu dapat menempatkan anak pada risiko obesitas yang lebih tinggi. Lantas, apakah dengan menyuruh anak tidur lebih awal akan mengubah risiko? Dalam hal ini, Marcus tidak mengiyakan, karena bukan cakupan penelitian. Terlebih, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan risiko obesitas pada anak meningkat, selain waktu tidur.

Mengomentari hasil penelitian Marcus, ahli pediatrik dari UC Davis Health, Amerika Serikat, Nicole Glaser, mengatakan bahwa ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan. Beberapa faktor itu di antaranya waktu bermain gawai, kurangnya olahraga dan aktivitas fisik, dan kurangnya kewaspadaan keluarga terhadap kesehatan.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Obesitas pada Anak Bisa Picu Perlemakan Hati

Namun, Glaser tak menampik kemungkinan hubungan antara waktu tidur dan obesitas. Sebab, beberapa bagian dalam otak yang mengatur siklus tidur juga bertanggung jawab terhadap perilaku makan seseorang. Jadi, sering tidur larut malam dan kaitannya dengan risiko obesitas pada anak mungkin saja bersifat tidak langsung.

Untuk itu, sebagai orangtua, sebaiknya mulailah mengajak anak memiliki gaya hidup sehat sedini mungkin. Dengan cara mendisiplinkan waktu tidur, memperbanyak aktivitas fisik, dan memberi asupan makanan yang bergizi seimbang. Jika anak sakit, jangan langsung panik. Download saja aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter anak, kapan dan di mana saja.

Faktor Lain yang Tingkatkan Risiko Obesitas pada Anak

Seperti disebutkan sebelumnya, ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak. Beberapa di antaranya saling berkaitan, antara lain:

  • Gaya hidup tidak sehat. Dalam hal ini termasuk pola makan tidak sehat dengan kalori yang berlebihan dan tidak diiringi dengan aktif bergerak. Apalagi di era digital saat ini, kebiasaan duduk terlalu lama di depan TV atau di depan layar komputer ini menjadi penyebab utama obesitas di antara generasi muda.
  • Faktor genetik. Meski tidak mutlak, anak yang memiliki anggota keluarga atau orangtua obesitas lebih berisiko mengalami kondisi serupa. Selain bersifat genetik, obesitas pada anak juga bisa diakibatkan oleh pola makan dan gaya hidup anak yang serupa dengan orangtuanya.
  • Faktor psikologis. Obesitas terkadang dialami oleh anak atau remaja yang menjadikan makanan sebagai pelarian dari rasa frustrasinya atau stres psikologis terhadap pelajaran di sekolah, kebosanan, masalah, dan bentuk emosional lainnya. Jadi, cobalah arahkan anak pada hal positif lainnya ketika ia bosan, stres, atau marah.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Ini Dampak dari Obesitas

Selain faktor-faktor tersebut, praktik pemberian makan bayi dan anak yang tidak diperhatikan atau masih tradisional, dengan pilihan makanan yang mengandung sedikit nutrisi baik, juga bisa meningkatkan risiko obesitas pada anak. Oleh karena itu, penting untuk mengenalkan dan memberi makanan sehat dan bergizi pada anak sejak dini.

Referensi:
The Atlanta Journal-Constitution. Diakses pada 2020. Study suggests kids who went to bed after 9 p.m. gained more body fat ages 2-6.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Childhood obesity.
WebMD. Diakses pada 2020. Obesity in Children.