Si Kecil Alami Retardasi Mental, Ibu Lakukan Ini

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Si Kecil Alami Retardasi Mental, Ibu Lakukan Ini

Halodoc, Jakarta – Tidak ada salahnya untuk mengetahui dengan baik tumbuh dan kembang anak. Tidak hanya masalah fisik anak saja, nyatanya mental anak pun perlu diperhatikan dengan baik. Salah satu gangguan pada mental anak adalah kondisi retardasi mental atau yang dikenal juga dengan gangguan intelektual.

Baca juga:  4 Gangguan Mental yang Terjadi Tanpa Disadari

Kondisi retardasi mental adalah salah satu kondisi gangguan perkembangan otak yang ditandai dengan nilai IQ dibawah rata-rata anak yang normal pada umumnya. Tidak hanya itu, anak dengan retardasi mental juga mengalami kesulitan untuk melakukan keterampilan sehari-hari. 

Penyebab Retardasi Mental

Kondisi ini disebabkan oleh gangguan kondisi otak yang terjadi akibat adanya beberapa faktor, seperti pernah mengalami cedera ketika berolahraga atau kecelakaan lalu lintas pada bagian kepala.

Penyebab lainnya seperti kelainan genetik seperti down syndrome atau hipotiroidisme, adanya infeksi pada bagian otak, gangguan selama kehamilan seperti kekurangan nutrisi selama hamil serta adanya gangguan saat proses persalinan seperti kekurangan oksigen dan kelahiran prematur.

Gejala Retardasi Mental

Gejala retardasi mental pada tiap pasien berbeda. Namun, tidak salahnya mengetahui gejala yang muncul pada anak-anak yang mengalami retardasi mental atau gangguan intelektual, seperti:

  1. Anak mengalami kesulitan berbicara di usianya.

  2. Anak kesulitan untuk mempelajari hal-hal tertentu seperti menggunakan pakaian atau makan.

  3. Kesulitan untuk mengendalikan emosi bisa menjadi tanda anak dengan gangguan intelektual.

  4. Biasanya, anak dengan kondisi retardasi mental tidak mengerti apa yang menjadi konsekuensi dari perbuatannya sehingga anak dapat melakukan apa saja.

  5. Anak dengan kondisi retardasi mental mengalami cara berpikir yang kurang baik dan sulit untuk memecahkan suatu masalah.

  6. Memiliki kemampuan daya ingat yang cukup buruk.

Biasanya pengidap kondisi retardasi mental yang parah menunjukkan gejala fisik, seperti kejang, adanya gangguan penglihatan, gangguan pengendalian gerak tubuh, dan gangguan pendengaran.

Baca juga: Alasan Stres Bisa Sebabkan Sakit Kepala

Penanganan pada Anak dengan Kondisi Retardasi Mental

Penanganan untuk mengatasi kondisi retardasi mental pada anak adalah memberikan terapi khusus agar anak bisa beradaptasi dan memiliki perkembangan sesuai dengan kondisinya. Terapi yang bisa diberikan adalah terapi individualized family service plan (IFSP) dan individualized education program (IEP).

Selain terapi, sebaiknya ibu lakukan beberapa hal ini untuk membantu perkembangan anak:

  1. Membiarkan anak melakukan hal baru dan mendampingi anak untuk melakukan satu kegiatan secara mandiri.

  2. Sebaiknya orangtua perhatikan perkembangan anak di sekolah dan membantu anak untuk memahami pelajaran di sekolah.

  3. Orangtua sebaiknya lebih sering mengajak anak untuk berinteraksi dengan orang banyak dan mengikuti anak dengan kegiatan-kegiatan sosial edukasi yang memerlukan kegiatan kelompok atau aktivitas yang membutuhkan interaksi dan kerjasama.

  4. Mencari lebih banyak informasi mengenai kondisi retardasi mental atau gangguan intelektual agar orangtua lebih mengerti bagaimana penanganan kondisi ini.

Kondisi ini bisa dicegah selama masa kehamilan. Ibu hamil dapat menekan risiko retardasi mental pada saat kondisi hamil dengan tidak merokok ketika sedang menjalani masa kehamilan, melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin, konsumsi vitamin sesuai dengan kebutuhan, dan menjalani vaksinasi yang diperlukan saat masa kehamilan.

Penanganan yang tepat meminimalisir risiko sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Kamu bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: 4 Cara Menjaga Kesehatan Mental Meski Sedang Stres