Si Kecil Bisa Alami Arthritis, Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Si Kecil Bisa Alami Arthritis, Ini Penyebabnya

Halodoc, Jakarta - Gejala penyakit seperti sendi terasa kaku dan bengkak mungkin lebih sering dirasakan oleh orang yang sudah lanjut usia. Namun, nyatanya kondisi ini juga bisa dirasakan oleh anak-anak. Namun, mungkin penyebab dan penanganannya akan berbeda dengan yang dirasakan orang dewasa. Mari simak informasi selengkapnya berikut!

Bagaimana Bisa Anak Mengalami Arthritis?

Arthritis atau radang sendi misalnya penyakit rematik (rheumatoid arthritis) memang sering menyerang orang dewasa. Namun, jenis radang sendi juga bisa menyerang anak, dan disebut sebagai juvenile idiopathic arthritis. Kondisi semacam ini dapat dialami oleh satu dari 1.000 anak, sehingga dapat dikatakan ini merupakan kondisi yang jarang terjadi. 

Juvenile idiopathic arthritis adalah penyakit autoimun yang hingga kini belum diketahui penyebab pastinya. Akibat kondisi yang belum dipecahkan, sistem imun tubuh menyerang jaringan serta sel-sel tubuh yang baik.

Anak akan mengalami kerusakan peradangan pada lapisan sinovial – lapisan sendi yang berperan sebagai pelumas sendi. Peradangan lapisan ini muncul sebagai efek dari serangan sistem kekebalan tubuh. Umumnya, kondisi ini dialami oleh anak di bawah usia 16 tahun.

Baca Juga: Alasan Septic Arthritis Lebih Sering Serang Anak dan Lansia 

Apa Saja Gejala Saat Anak Mengidap Arthritis?

Anak yang mengidap juvenile idiopathic arthritis bisa saja tidak mengeluhkan gejala yang berarti pada periode awal. Jika ada, gejala yang muncul biasanya mirip dengan gejala penyakit lain. Akibatnya tidak banyak yang mengetahui bahwa radang sendi telah menyerang anak. Beberapa gejala yang bisa terjadi antara lain: 

  • Sendi terasa sakit dan bengkak;

  • Demam yang tidak turun-turun, atau demam yang sering kambuh;

  • Kulit menjadi memerah;

  • Penurunan berat badan yang tiba-tiba;

  • Mata terasa sakit dan memerah;

  • Kelelahan;

  • Sulit untuk melakukan aktivitas fisik.

Jika anak mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk membawa anak menemui dokter untuk mendapatkan penanganan. Buat janji dengan dokter kini dapat lebih mudah dilakukan melalui aplikasi Halodoc

Baca Juga: Nyeri Sendi Harusnya Lebih Aktif Bergerak 

Bagaimana Cara Mengobati Arthritis?

Sayangnya, belum ditemukan pengobatan untuk mengatasi penyakit ini. Namun, terdapat perawatan yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala yang terjadi. Pengobatan ini mampu menghilangkan rasa sakit, mengurangi pembengkakan, mengurangi kekakuan sendi, meningkatkan kekuatan sendi, serta mencegah sendi makin rusak. 

Pengobatan yang dilakukan tergantung dengan jenis radang sendi. Bahkan pada beberapa kasus, kondisi ini perlu menjalani operasi medis untuk memperbaiki bagian sendi yang mengalami peradangan. Pemberian obat juga bisa diberikan pada anak, misalnya: 

  • Obat penghilang rasa nyeri. Jenis obat ini diberikan untuk mengatasi rasa sakit dan mengurangi bengkak pada sendi. 

  • Obat anti-rematik, jenis obat ini bermanfaat untuk mengatasi bengkak dan nyeri yang dirasakan akibat peradangan. Obat ini akan dikombinasikan dengan obat NSAIDs. 

  • Kortikosteroid, obat ini digunakan dalam bentuk cairan yang disuntikkan langsung ke bagian sendi yang radang. Namun, ini hanya perlu diberikan saat jika nyeri dan bengkaknya kambuh. 

  • Antimetabolit, obat ini digunakan untuk mencegah kerusakan sendi di kemudian hari.

Baca Juga: Mengidap Radang Sendi, Konsumsi 6 Makanan Ini

Tidak hanya itu, anak juga bisa melakukan perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan guna mengatasi arthritis pada anak. Caranya antara lain:

  • Pastikan agar anak minum obat sesuai resep dokter;

  • Mendorong anak untuk berolahraga;

  • Mendorong anak untuk berpartisipasi dalam banyak aktivitas yang serupa seperti anak lain, namun selalu selipkan waktu untuk beristirahat;

  • Bicaralah dengan guru di sekolah untuk meminta mereka membantu anak selama proses belajar. 

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2019. Juveline Rheumatoid Arthritis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Juveline Idioatic Arthritis.