Sistem Imun Rendah Tingkatkan Risiko Bronkiektasis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Sistem Imun Rendah Tingkatkan Risiko Bronkiektasis

Halodoc, Jakarta - Ada banyak penyakit yang diawali dari batuk yang tidak kunjung sembuh, di antaranya adalah tuberkulosis dan bronkiektasis. Namun, pada ulasan ini, akan dibahas lebih dalam mengenai penyakit bronkiektasis, gangguan langka yang menyerang organ pernapasan alias paru-paru. Kondisi ini tidak dapat disepelekan karena bisa membuat paru-paru mengalami kerusakan permanen. Akibatnya juga bisa fatal. 

Ketika bronkiektasis terjadi, saluran udara mengalami pelebaran, menjadi lembek tetapi tebal dalam kondisi yang tidak normal. Kondisi ini membuat paru-paru mengalami kesulitan untuk melakukan tugasnya dalam membersihkan lendir. Saluran udara berupa tabung yang berfungsi untuk membawa udara keluar masuk paru-paru. 

Benarkah Sistem Imunitas Rendah adalah Salah Satu Pemicunya?

Ketika saluran udara ini penuh oleh lendir, kamu mengalami batuk berdahak berkepanjangan. Jumlah dahaknya abnormal alias sangat banyak. Jika tidak ditangani, kamu bisa mengalami peradangan pada paru dan infeksi karena dahak menumpuk dan bakteri serta kuman yang mudah berkembang biak. Sayangnya, bronkiektasis adalah kondisi permanen yang sifatnya kambuhan.

Baca juga: Batuk Berdahak Tidak Mereda, Waspada Bronkiektasis

Lalu, benarkah sistem imun tubuh yang rendah memicu terjadinya bronkiektasis? Memang benar, terlebih jika kamu memiliki penyakit autoimun. Sebenarnya, bronkiektasis terjadi karena infeksi yang menyebabkan terjadinya perubahan atau cedera permanen pada bronkus. Cystic fibrosis dan pneumonia adalah penyakit yang paling sering menyebabkan bronkiektasis karena membuat produksi lendir pada paru menjadi berlebih.

Penyebab lainnya yang berisiko menyebabkan bronkiektasis seperti HIV, reaksi alergi paru-paru terhadap jamur atau alergi aspergillosis, dan memiliki riwayat infeksi paru atau mengidap infeksi paru. Sayangnya, sebanyak 40 persen dari kasus penyakit ini tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabnya. 

Baca juga: Pneumonia Bisa Sebabkan Bronkiektasis, Ini Alasannya

Inilah mengapa kamu tidak boleh mengabaikan kalau diri mengalami batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh. Segera periksakan kondisi kesehatan ke dokter. Semakin cepat diagnosis dilakukan, pengobatan bisa segera diberikan, sehingga dapat terhindar dari komplikasi serius akibat bronkiektasis. Kamu bisa membuat janji dengan dokter ahli paru di rumah sakit terdekat kapan saja, atau melalui fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc

Komplikasi yang terjadi karena bronkiektasis dikenal dengan hemoptisis masif, terjadi ketika kamu mengalami batuk berdarah dalam jumlah yang besar. Gejalanya adalah batuk yang lebih dari 100 mililiter darah dalam jangka waktu 24 jam. Kamu menjadi sulit bernapas karena darah menghalangi saluran udara, berkeringat, kulit berubah dingin, dan sakit kepala.

Adakah Tindakan Pengobatan Bronkiektasis?

Sayangnya, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan dengan pasti kelainan kronis ini. Pengobatan hanya dilakukan untuk mencegah terjadinya gejala. Pengobatan ini termasuk untuk mengencerkan lendir dan obat antibiotik. Jika memang diperlukan, dokter akan meminta kamu untuk menjalani fisioterapi paru-paru. 

Baca juga: Infeksi Paru-Paru saat Kecil Dapat Sebabkan Bronkiektasis

Terapi ini berfokus pada pengobatan fungsi paru, terapi oksigen, dan penggunaan rompi khusus untuk membantu membersihkan lendir yang ada di dalam paru-paru. Supaya terhindar dari infeksi pernapasan, pengobatan vaksin juga diperlukan. Jika terjadi perdarahan pada paru-paru, dokter segera melakukan pembedahan untuk mengangkat area paru yang mengalami infeksi. 

Tindakan pencegahan bronkiektasis adalah seputar melindungi paru-paru dari bahaya infeksi dan kerusakan. Vaksin batuk rejan dan campak penting diberikan pada anak, karena keduanya berkaitan dengan infeksi pada paru. Selain itu, hindari paparan asap atau gas serta bahan berbahaya lainnya. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Bronchiectasis.
NHS UK. Diakses pada 2019. Bronchiectasis: Complications.
MedicineNet. Diakses pada 2019. Bronchiectasis Symptoms, Causes, Complications, and Life Expectancy.