Ini Pentingnya Skrining Thalassemia Sebelum Menikah

Ini Pentingnya Skrining Thalassemia Sebelum Menikah

Halodoc, Jakarta – Thalassemia bisa diturunkan secara genetik bila salah satu pasangan memiliki sifat pembawa thalassemia. Karenanya untuk mencegah thalassemia, sangat penting untuk melakukan skrining thalassemia sebelum menikah untuk mendeteksi pembawa hemoglobinopati. 

Pemeriksaan skrining sebelum menikah melibatkan promosi kesehatan dan kesejahteraan kesehatan pasangan dan keturunan. Ini menjadi sangat penting karena dapat mencegah penyebaran penyakit serta faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi risiko kehamilan dan kelahiran. 

Baca juga: Kenali Thalassemia, Kelainan Darah yang Diturunkan oleh Orang tua

Skrining sebelum menikah adalah langkah pencegahan untuk kualitas keturunan dan pernikahan yang lebih baik. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh International Journal of Hematology and Oncology, orang tua dengan anak pengidap thalassemia mengalami stres yang cukup besar karena kondisi kesehatan si anak. Ini juga terkait dengan tingginya biaya perawatan serta kurangnya ketersediaan perawatan medis yang mumpuni. 

Skrining sebelum menikah juga membuat pasangan tahu langkah-langkah tepat yang harus dilakukan bila salah satu diantara mereka membawa sifat thalassemia. Skrining sebelum menikah biasanya akan melakukan beberapa tes. Ini mulai dari kelainan darah genetik umum (misalnya  anemia sel sabit, dan thalassemia), termasuk juga risiko penyakit menular, seperti Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV / AIDS). 

Berikut ini manfaat dari melakukan pemeriksaan sebelum menikah, termasuk skrining thalassemia, yaitu:

  1. Mempromosikan kesadaran tentang konsep pernikahan sehat yang komprehensif

  2. Mengurangi tekanan pada institusi kesehatan dan bank darah

  3. Menghindari masalah sosial dan psikologis bagi keluarga yang anaknya mengidap penyakit keturunan

  4. Mengurangi beban keuangan keluarga dan masyarakat untuk merawat orang yang terluka

Setiap pasangan disarankan untuk melakukan pemeriksaan setidaknya tiga bulan sebelum tanggal pernikahan, sehingga pasangan dapat merencanakan hidup mereka lebih baik, karena sertifikat kompatibilitas pranikah hanya berlaku untuk enam bulan. 

Baca juga: Hati-Hati, Ini 5 Komplikasi yang Dapat Terjadi Saat Terserang Thalassemia

Bagaimana Jika Pasangan Mengidap Thalassemia?

Wanita dengan thalassemia yang membutuhkan transfusi darah sering memiliki tingkat infertilitas yang lebih tinggi. Namun, beberapa wanita dengan penyakit ini bisa hamil. Jika seorang calon ibu mengidap thalassemia, ada kemungkinan bayi akan mewarisi penyakit tersebut. 

Seorang konselor genetik dapat menjelaskan risikonya kepada pasangan pilihan pengujian untuk menentukan apakah bayi yang belum lahir itu akan terpengaruh. Stres saat kehamilan dapat membuat gejala thalassemia lebih buruk. 

Jantung dan hati wanita paling rentan selama kehamilan, seperti sistem endokrin, yang mengeluarkan hormon dalam tubuh. Masing-masing sistem ini harus dipantau secara ketat sebelum dan selama kehamilan.

Selama kehamilan, volume darah dalam tubuh ibu naik secara substansial. Ini dapat menyebabkan anemia, yang dapat meningkatkan kebutuhan akan transfusi darah, dan membuat jantung bekerja jauh lebih sulit untuk mendorong darah ke semua jaringan tubuh. 

Baca juga: Ini 4 Pemeriksaan yang Berkaitan dengan Kehamilan

Volume darah yang lebih tinggi dalam tubuh ibu juga menambah jumlah pekerjaan yang harus dilakukan jantung. Karena itu, wanita dengan thalassemia perlu memeriksakan fungsi jantungnya sebelum mereka hamil. 

Selama kehamilan, mereka mungkin perlu melakukan transfusi darah secara teratur untuk mengurangi jumlah stres pada jantung. Orang dengan thalassemia memiliki peningkatan risiko terkena diabetes tipe 1. Stres kehamilan dapat memperburuk kondisi ini. Diabetes perlu dikontrol dengan baik sebelum dan sepanjang kehamilan.

Asam folat merupakan kebutuhan nutrisi penting selama minggu-minggu awal kehamilan normal, dan hal yang sama berlaku untuk wanita dengan thalassemia. Selain membantu mencegah cacat tabung saraf pada bayi yang sedang berkembang, asam folat akan membantu mengurangi risiko ibu mengembangkan jenis anemia khusus yang disebut anemia megaloblastik. Nutrisi dan suplemen lain mungkin diperlukan seperti yang ditentukan oleh dokter.

Ingin tahu penyakit Thalassemia lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.