Hati-Hati, Ini 5 Komplikasi yang Dapat Terjadi Saat Terserang Thalassemia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Hati-Hati, Ini 5 Komplikasi yang Dapat Terjadi Saat Terserang Thalassemia

Halodoc, Jakarta – Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah yang disebabkan oleh faktor genetika. Kondisi ini menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak dapat berfungsi secara normal. Padahal, hemoglobin berperan dalam mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh anggota tubuh.

Pada pengidap thalassemia, kadar hemoglobin dalam tubuh cenderung rendah. Hal itu kemudian menyebabkan tingkat oksigen yang ada dalam tubuh pengidap penyakit ini pun menjadi lebih rendah. Kondisi ini terkadang bisa mengganggu aktivitas pengidapnya, sebab rendahnya kadar oksigen dalam tubuh bisa memicu berbagai gejala mulai dari mudah lelah, sering mengantuk, pingsan, hingga kesulitan bernapas.

Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini bisa memicu terjadinya berbagai komplikasi. Apa saja komplikasi penyakit yang bisa terjadi karena thalassemia?

1. Gagal Jantung

Gagal jantung menjadi salah satu komplikasi yang bisa terjadi karena penyakit thalassemia. Kerusakan di organ ini terjadi akibat tingginya kadar zat besi yang dapat menyebabkan penurunan kekuatan pompa jantung, gangguan irama jantung alias aritmia, hingga gagal jantung.

Rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan adalah hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi pada thalassemia. Salah satunya adalah pemeriksaan fungsi jantung yang dilakukan setiap 6 bulan sekali dan pemeriksaan menyeluruh untuk mengukur kondisi aliran listrik jantung setiap 1 tahun sekali.

2. Gangguan pada Tulang

Rendahnya kadar sel darah merah yang sehat dalam tubuh mengakibatkan gangguan di tulang. Kondisi tersebut bisa memicu sumsum tulang berkembang dan memengaruhi kesehatan tulang. Hal ini pun bisa meningkatkan risiko munculnya masalah tulang, mulai dari nyeri persendian dan tulang, osteoporosis, dan kelainan bentuk tulang, hingga risikp patah tulang karena kepadatan yang rendah.

Maka dari itu, pengidap penyakit ini dianjurkan untuk meningkatkan jumlah konsumsi vitamin D dan kalsium. Kamu bisa mendapatkan nutrisi tersebut dari telur, brokoli, tempe. tahu, ikan, dan kacang-kacangan.

3. Pembesaran Limfa

Thalassemia bisa menyebabkan tubuh mengalami kesulitan untuk mendaur ulang sel darah yang memiliki bentuk tidak normal. Hal itu yang kemudian memicu terjadinya pembesaran limfa, karena meningkatnya jumlah darah yang ada di dalam limfa.

Kabar buruknya, jika pembesaran limfa sudah terlanjur terjadi, maka transfusi darah mungkin tidak akan lagi efektif. Padahal, transfusi darah bagi pengidap thalassemia bertujuan untuk meningkatkan jumlah sel darah yang sehat. Jika hal ini sudah terjadi, maka satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya adalah melakukan operasi pengangkatan limfa.

4. Masalah Kelenjar Hormon

Gangguan sistem hormon bisa terjadi karena adanya masalah di kelenjar pituitari yang sangat sensitif terhadap zat besi. Dalam kondisi ini, biasanya dibutuhkan perawatan berupa terapi pergantian hormon, untuk menghindari terhambatnya pertumbuhan dan masa pubertas akibat kelenjar pituitari yang rusak. Kondisi ini bisa memicu komplikasi pada kelenjar hormon, seperti kelenjar tiroid dan pankreas.

5. Gangguan pada Organ Hati

Tingginya kadar zat besi pun dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada organ hati. Hal ini bisa memicu beberapa masalah, seperti hepatitis, fibrosis, serta sirosis. Maka dari itu, pengidap penyakit thalassemia dianjurkan untuk rutin melakukan pemeriksaan fungsi hati setidaknya tiga bulan sekali.

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit thalassemia dan komplikasi penyakit yang mungkin terjadi dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: