Stres Bisa Menyebabkan Sakit Kepala, Benarkah?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
stres, sakit kepala, sakit kepala tegang, diakibatkan stres

Halodoc, Jakarta - Tubuh kamu mampu membaca stres yang kamu alami sebagai sebuah ancaman. Maka untuk melindungi diri, tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin dalam jumlah banyak. Hormon-hormon ini bekerja mematikan fungsi-fungsi tubuh yang sedang tidak diperlukan, misalnya pencernaan.

Pada saat bersamaan, hormon adrenalin dan kortisol menyebabkan peningkatan detak jantung dan pelebaran pembuluh darah untuk mengalirkan darah ke bagian-bagian tubuh yang berguna merespon secara fisik, seperti kaki dan tangan.

Karena jantung memfokuskan aliran darahnya ke bagian bawah tubuh, otak jadi tidak mendapatkan asupan darah beroksigen yang cukup. Akibatnya, fungsi otak menurun. Inilah yang menjadi penyebab mengapa banyak orang yang justru mengalami sakit kepala saat sedang stres. Di samping itu, stres juga menyebabkan ketegangan berlebihan pada otot daerah kepala kamu.

Sakit kepala yang diakibatkan stres disebabkan oleh jenis kepala tensi (sakit kepala tegang). Sakit kepala tegang gejalanya ditandai dengan nyeri tumpul yang seolah menekan dan mengikat kepala dan menyebar ke seluruh bagian kepala, hanya saya tidak berdenyut. Sering pula diikuti oleh sensasi tidak nyaman atau tegang pada leher belakang. Sakit kepala tensi akan dirasakan selama 30 menit atau bahkan lebih.

Baca juga: Stres Sebabkan Sakit Kepala Tegang

Ciri utama dari sakit kepala diakibatkan stres adalah terasa seperti ditekan atau diikat. Biasanya, nyeri dirasakan di sekitar dahi, sisi kepala, atau bahkan kepala, serta menjalar ke leher dan bahu. Jenis sakit kepala ini paling sering terjadi pada orang dewasa.

Emosi yang memuncak, tekanan, atau stres akan memicu kontraksi otot-otot wajah, leher, dan kulit kepala yang sebelumnya menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan nyeri. Adapun ciri lainnya adalah rasa nyeri sering muncul pada siang atau sore hari ketika setelah beraktivitas, tidak membaik dengan istirahat saja, bahkan membuat kamu sulit fokus. Meski jarang, sakit kepala stres dapat menyebabkan seseorang lebih sensitif terhadap cahaya atau suara.

Sakit kepala tegang dapat diatasi dengan istirahat yang cukup, memijat bagian belakang kepala dan leher, mandi air hangat, memperbaiki postur tubuh, dan melakukan terapi relaksasi (pernapasan dalam, yoga, dan meditasi). Jika perlu, kamu dapat menggunakan obat-obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen. Walaupun begitu, cara ini pun sebenarnya kurang efektif untuk mencegah kekambuhan sakit kepala, selama faktor pencetusnya, yaitu stres tak terhindarkan.

Baca juga: Sakit Kepala Tegang Setiap Hari, Apa yang Salah?

Maka itu, pengelolaan stres perlu dilakukan supaya kamu terhindar dari sakit kepala akibat stres. Bentuknya dapat bermacam-macam, misalnya jika beban kerja menyebabkan munculnya stres, kamu harus bisa mengatur beban kerja tersebut untuk didistribusikan secara merata setiap harinya. Apabila stres disebabkan oleh lingkungan kerja yang kurang kondusif, mungkin saat ini kamu perlu mempertimbangkan untuk mencari lingkungan pekerjaan baru.

Selain mencari solusi untuk hal-hal yang menyebabkan stres, kamu sebaiknya rutin berolahraga. Saat berolahraga, hormon endorfin yang “melawan” hormon stres akan dikeluarkan, sehingga tubuh akan merasa lebih nyaman dan relaks. Kamu pun sebaiknya membatasi atau bahkan menghindari hal-hal yang dapat memperburuk stres seperti kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol, dan konsumsi kafein.

Baca juga: Ini Cara Mendeteksi Sakit Kepala Tegang

Jika kamu sering mengalami sakit kepala saat stres, segera identifikasi permasalahan dasarnya dan cari solusinya. Perlu diketahui bahwa obat-obatan hanya mengatasi keluhan sakit kepala, bukan penyebab. Seiring berjalan waktu, obat-obatan justru tidak ampuh lagi atau malah menimbulkan efek samping akibat terlalu sering dikonsumsi.

Jika kamu tetap mengalami sakit kepala meski sudah berusaha mengendalikan stres, sebaiknya diskusikan permasalahan sakit kepalamu dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.