• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sakit Kepala Tegang Setiap Hari, Apa yang Salah?

Sakit Kepala Tegang Setiap Hari, Apa yang Salah?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Saat stres atau banyak pikiran mengenai pekerjaan, pasti kamu pernah mengalami sakit kepala tegang. Penyakit sakit kepala tegang atau tension headache merupakan salah satu jenis sakit kepala yang bisa dialami oleh siapa saja, namun kondisi ini lebih banyak dialami oleh wanita.

Baca juga: 3 Perbedaan Migrain dan Vertigo yang Perlu Diketahui

Beberapa orang menggambarkan sakit kepala ini terasa seperti tengkorak kepala yang diremas. Sakit kepala tegang ini bisa disebut sakit kepala stres, dan merupakan sakit kepala yang umum terjadi pada orang dewasa.

Sakit kepala tegang atau tension headache ini dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

1. Sakit kepala tegang episodik. Kondisi sakit kepala ini terjadi ketika pengidapnya merasakan nyeri konstan yang ringan hingga sedang. Kondisi ini terjadi kurang dari 5 hari per bulan.

Sakit kepala tegang episodik dapat berlangsung singkat (sekitar 30 menit) maupun dalam waktu lama (berhari-hari). Sakit kepala tegang jenis ini umumnya terjadi secara bertahap dan sering menyerang saat siang hari.

2. Sakit kepala tegang kronis. Sakit kepala ini biasanya digambarkan sebagai sakit berdenyut yang menyerang bagian atas, depan, dan kedua sisi kepala. Rasa sakit dapat hilang dan timbul dalam jangka waktu lama.

Tingkat Stres Sebabkan Sakit Kepala Tegang

Sebagian besar munculnya penyakit kepala ini dipicu oleh stres, baik dari pekerjaan, sekolah, keluarga, teman, atau hubungan lainnya. Kondisi episodik biasanya dipicu oleh situasi tegang atau yang menyebabkan stres. Ketegangan yang terjadi sehari-hari dapat menyebabkan jenis kronis.

Sakit kepala tegang bukan merupakan penyakit turunan. Beberapa orang mengalaminya disebabkan oleh otot yang menegang di belakang leher dan kulit kepala. Kondisi sakit kepala tegang dapat terjadi ketika otot wajah, kulit kepala dan leher mengalami tegang karena terjadi kontraksi. Lalu apa yang menyebabkan kondisi ini terjadi?

Ada beberapa faktor pemicu yang menyebabkan seseorang alami sakit kepala tegang, seperti adanya tingkat stres yang tidak segera diatasi. Tidak hanya itu, kondisi tertekan juga memicu seseorang alami sakit kepala tegang setiap harinya. Tidak ada salahnya untuk segera minta bantuan psikolog pada rumah sakit terdekat untuk mengatasi masalah depresi atau tertekan.

Baca juga: 5 Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang

Ketika kamu merasakan kondisi sakit kepala tegang dalam beberapa hari secara terus-menerus, sebaiknya segera beristirahat. Kondisi tubuh yang kelelahan bisa memicu seseorang alami sakit kepala tegang.

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan, kebiasaan merokok dan dehidrasi juga memicu seseorang alami sakit kepala tegang. Sebaiknya hentikan beberapa gaya hidup yang buruk dan perbanyak asupan nutrisi serta gizi. Kelaparan dan kekurangan asupan gizi yang dibutuhkan juga memicu seseorang alami sakit kepala tegang secara terus-menerus.

Studi dari Harvard Health Publishing menyebutkan sakit kepala tegang bukan kondisi yang membahayakan, namun sakit kepala tegang yang disertai dengan gejala, seperti gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, sakit kepala yang disertai dengan demam dan muntah sebaiknya segera dapatkan pertolongan medis melalui rumah sakit terdekat.

Mengatasi Sakit Kepala Tegang

Pengobatan sakit kepala tegang ditujukan untuk mengatasi gejala secepatnya, dan mencegah sakit kepala kambuh. Menurut The Journal of Headache and Pain pada situs halaman National Haedache Foundation mengungkapkan sakit kepala tegang bisa disembuhkan dengan beberapa cara, namun paling efektif untuk mengatasi sakit kepala tegang dengan melakukan pengobatan kombinasi.

Baca juga: Ini 3 Beda Letak Sakit Kepala

Studi tersebut menunjukan bahwa obat yang mengandung kombinasi asam asetilsalisilat, asetaminofen, dan kafein lebih efektif daripada hanya penggunaan asetaminofen saja. Selain penggunaan obat-obatan, sakit kepala tegang dapat diatasi di rumah dengan cara:

1. Melakukan Relaksasi. Relaksasi membantu meredakan sakit kepala tegang yang terkait dengan stres. Relaksasi dapat dilakukan melalui olahraga, yoga, atau pemijatan pada kepala.

2. Kompres air hangat. Tindakan sederhana seperti mengompres dahi dan leher juga berguna untuk meredakan sakit kepala.

Apabila penanganan sendiri di rumah belum dapat meredakan sakit kepala tegang, pengidap dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol. Sebaiknya obat-obat tersebut dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan dalam kemasan.

Referensi:
National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Diakses pada 2019. Headache: Hope Through Research
National Headache Foundation. Diakses pada 2019. Triple-Combination Medication is Best Bet For Tension Headache Relief
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2019. Tension Headache