Stres Dapat Sebabkan Angioedema, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 penyebab angioedema, pembengkakan di bawah kulit

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah angioedema sebelumnya? Kondisi ini terjadi ketika adanya pembengkakan yang berada di bawah kulit karena adanya reaksi alergi. Pembengkakan dapat terjadi karena tubuh bereaksi terhadap alergen dengan melepaskan histamin ke dalam aliran darah. Kondisi ini dipicu oleh sejumlah faktor risiko, salah satunya stres.

Baca juga: Alasan Angioedema Sebabkan Tubuh Bengkak

Pengidap angioedema akan mengalami pembengkakan pada bibir dan area di sekitar mata. Tidak hanya itu, dalam kasus yang parah pembengkakan bisa saja terjadi pada tubuh, tenggorokan, dan lidah. Jika hal ini sudah terjadi, pengidap angioedema bisa saja mengalami gangguan pernapasan, seperti sesak napas. Pertolongan medis akan dibutuhkan ketika muncul gejala tersebut. Karena jika tidak, pengidap angioedema bisa saja kehilangan nyawanya.

Stres Dapat Sebabkan Angioedema, Benarkah?

Angioedema dapat terjadi karena adanya reaksi alergi terhadap obat, makanan tertentu, serta bahan parfume yang tidak cocok pada kulit. Kondisi yang satu ini juga dapat terjadi karena adanya sejumlah faktor risiko yang menjadi pemicunya, salah satunya stres. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja dan pada usia berapa pun. Selain stres, beberapa faktor pemicu lainnya, meliputi:

  • Memiliki keluarga yang juga mengidap angioedema.

  • Perubahan suhu di sekitar yang drastis.

  • Mengidap infeksi tertentu.

  • Mengidap kondisi medis tertentu, seperti penyakit tiroid, limfoma, atau lupus.

Jika kamu memiliki banyak faktor risikonya, segera diskusikan dengan dokter untuk mencegah terjadinya angioedema. Pencegahan yang dilakukan akan menghindari kamu dari komplikasi yang membahayakan dari angioedema.

Baca juga: Biduran, Alergi atau Penyakit?

Selain Pembengkakan di Bawah Permukaan Kulit, Apa Gejala Lain yang Muncul?

Gejala utama yang muncul pada pengidap angioedema adalah bengkak di bawah permukaan kulit karena adanya penumpukan cairan di lapisan bawah kulit bagian dalam. Pembengkakan ini biasanya tidak menimbulkan gatal bagi pengidapnya. Gejala lain yang muncul pada pengidap angioedema, antara lain:

  • Jika pembengkakan muncul pada organ tenggorokan dan paru-paru, pengidap akan mengalami sesak napas.

  • Pada area pembengkakan akan mengalami sensasi rasa panas dan nyeri.

  • Jika pembengkakan terjadi pada selaput bening yang melapisi bagian depan mata (konjungtiva), pengidap akan mengalami mata merah.

  • Jika pembengkakan terjadi pada kandung kemih atau saluran uretra, pengidap akan kesulitan dalam buang air kecil.

  • Jika pembengkakan terjadi pada lambung dan usus,  pengidap akan mengalami muntah, mual, dan diare.

Gejala yang parah akan ditandai dengan alergi berat, seperti bengkak pada lidah dan tenggorokan yang akan menyebabkan pengidapnya merasakan sesak napas. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan, pengidap bisa saja kehilangan nyawanya.

Baca juga: Biduran, Alergi atau Sakit Kulit?

Mengidap Angioedema, Tangani dengan Langkah Ini

Pencegahan angioedema dapat kamu lakukan dengan beberapa langkah, seperti:

  • Kompres air dingin pada daerah yang mengalami pembengkakan.

  • Hindari berbagai macam bahan yang dapat menimbulkan alergi pada kulit.

  • Konsumsi obat pereda nyeri dan bengkak sesuai dengan yang telah diresepkan oleh dokter.

  • Gunakan bahan pakaian yang menyerap keringat serta nyaman di kulit.

  • Gunakan masker penutup hidung dan mulut ketika bepergian ke luar rumah.

Jika langkah penanganan yang dilakukan tidak membuat angioedema yang kamu alami menjadi lebih baik, segera hubungi dokter sebelum muncul alergi yang lebih parah, ya! Ingat, alergi yang berlanjut ke tahap yang lebih parah bisa membahayakan nyawa pengidapnya.

Referensi:
Healthline (Diakses pada 2019). Angioedema and Hives.
Ascia (Diakses pada 2019. Angioedema.