05 January 2018

Suka Menggunakan Parfum? Cari Tahu Dulu Dampaknya

Suka Menggunakan Parfum? Cari Tahu Dulu Dampaknya

Halodoc, Jakarta – Menyemprotkan parfum sebelum beraktivitas atau bepergian keluar rumah memang dapat membuat tubuh jadi lebih wangi dan meningkatkan rasa percaya diri seseorang. Tidak hanya para wanita saja yang suka menggunakan parfum, tapi para pria juga. Namun, ternyata di balik wanginya aroma parfum, terdapat sejumlah dampak buruk untuk kesehatan. Yuk, ketahui apa saja dampak-dampak tersebut dan cara aman menggunakan parfum:

Dampak Menggunakan Parfum

Produk kecantikan identik dengan bahan kimia. Walaupun ada juga produk yang menggunakan bahan alami, namun hampir semua produk kecantikan menggunakan bahan kimia. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa semakin banyak produk kecantikan yang digunakan, maka akan semakin tinggi kandungan kimia yang ditemukan dalam urin orang tersebut. Selain itu, beberapa produk kecantikan juga mengandung bispHenol A (BPA) dan phthalates yang sangat berbahaya untuk kesehatan. Berdasarkan sebuah eksperimen, kedua zat kimia tersebut dapat menyebabkan kecacatan pada tikus yang baru lahir. Dampak yang sama dipercaya juga dapat terjadi pada manusia. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan phthalates ini sering ditemukan pada parfum. Beberapa dampak buruk yang bisa ditimbulkan kandungan phthalates:

  • Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kandungan phthalates dapat menyebabkan diabetes dan menaikkan berat badan.
  • Dari sebuah penelitian yang menggunakan tes urin, didapati bahwa wanita yang sering memakai parfum memiliki tingkat MEP yang tinggi, atau dengan kata lain berisiko lebih besar terkena kanker payudara daripada wanita yang tidak mengenakan parfum.
  • Seorang ahli biologi di North Carolina State University mengungkapkan bahwa parfum bisa membuat seseorang jadi alergi, bersin-bersin, pilek, hingga sakit kepala. Kandungan phthalates yang terdapat di dalamnya juga dapat mengganggu hormon testosteron anak laki-laki.
  • Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kandungan phthalates dapat mengganggu perkembangan bayi yang baru lahir, terutama anak laki-laki.
  • Penggunaan parfum juga terbukti dapat memengaruhi kondisi sperma pria. Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa bahan kimia phthalates dapat mengurangi jumlah sperma motil atau sperma yang bergerak. Direktur Riset Center for Environmental Health menyatakan bahwa laki-laki yang terbiasa menyemprotkan banyak parfum sejak remaja berisiko lebih besar mengalami gangguan sperma tersebut.
  • Pada wanita, kandungan phthalates yang terserap di kulit dapat memicu timbulnya sindrom ovarium polikistik. Jenis sindrom tersebut mengganggu hormon wanita dan dapat menyebabkan siklus menstruasi jadi tidak teratur, muncul jerawat, pertumbuhan rambut terganggu, hingga sulit hamil.

Tips Aman Menggunakan Parfum

Bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan parfum sama sekali. Namun, agar terhindar dari dampak-dampak buruk kandungan kimia pada parfum tersebut, kamu perlu memerhatikan hal-hal berikut saat menggunakan parfum:

  • Hindari menggunakan parfum isi ulang yang bahan kandungannya tidak jelas dan dijual di tempat yang tidak jelas juga.
  • Jangan menyemprotkan parfum di ketiak, karena kulit di bagian tubuh tersebut sangat tipis, sehingga berisiko timbul iritasi jika terkena cairan parfum.
  • Semprotkan parfum di beberapa titik panas tubuh agar wanginya menguap dan menyebar. Bagian-bagian tubuh yang tepat untuk disemprotkan parfum adalah leher, pergelangan tangan, belakang telinga, dan siku bagian dalam.
  • Sebelum menyemprotkan parfum pada tubuh, kenakan dulu body lotion agar parfum dapat terserap dengan baik di kulit. Pilihlah lotion yang wanginya senada dengan wangi parfum yang ingin kamu kenakan.
  • Semprotkan parfum dari jarak 15-25 sentimeter, supaya daerah kulit yang terpapar parfum dapat lebih luas dan merata.
  • Pada masa kehamilan, hindari dulu menggunakan parfum untuk sementara karena diduga dapat memengaruhi kondisi janin.

Nah, bagi kamu pecinta parfum, selamat mencoba ya tips-tips aman di atas. Kini, kamu juga bisa meminta saran kecantikan dan kesehatan kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter untuk menanyakan seputar kesehatan kulit melalui Video/Voice Call dan Chat. Jika kamu ingin melakukan cek kesehatan, seperti kadar kolesterol, kadar gula dalam darah, dan lain-lain, tidak usah keluar rumah.

Kamu bisa melakukannya melalui aplikasi Halodoc. Caranya sangat praktis, kamu tinggal pilih Lab Home Service yang terdapat pada aplikasi Halodoc, kemudian tentukan tanggal dan tempat pemeriksaan, lalu petugas lab akan datang menemuimu pada waktu yang sudah ditentukan. Halodoc juga memudahkanmu untuk mendapatkan produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan. Tinggal order melalui aplikasi dan pesanan kamu akan diantar dalam satu jam. Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.