Sulit Mengunyah? Bisa Jadi Gejala dari Myasthenia Gravis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Sulit Mengunyah? Bisa Jadi Gejala dari Myasthenia Gravis

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya ketika merasakan lelah, jangan lupa untuk beristirahat agar kesehatan tubuh dan kekuatan tubuh kembali optimal. Namun, kelelahan yang tidak kunjung hilang meskipun sudah beristirahat, mengalami kesulitan mengunyah, dan sulit untuk menunjukkan ekspresi wajah, maka sebaiknya perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Semua Bisa Kena Myasthenia Gravis, Hindari Faktor Risikonya

Kondisi ini bisa menjadi tanda dari penyakit myasthenia gravis. Penyakit myasthenia gravis adalah kondisi gangguan saraf dan otot yang disebabkan oleh kondisi autoimun. Autoimun terjadi ketika sistem kekebalan pada tubuh menyerang tubuh yang sehat dari pengidap. Ketahui penyakit mengenai myasthenia gravis lebih banyak agar dapat segera dilakukan pencegahan.

Ketahui Gejala Lain dari Myasthenia Gravis

Kondisi myasthenia gravis disebabkan karena gangguan sistem kekebalan tubuh yang mengalami gangguan sehingga menyerang jaringan sehat dalam tubuh yang  menghubungkan bagian sel saraf dan otot. Kondisi ini menyebabkan pengidap myasthenia gravis mengalami kelelahan dan otot yang melemah.

Kelelahan dan melemahnya otot umumnya dapat diatasi dengan istirahat. Namun, kondisi otot yang melemah semakin parah ketika digunakan secara terus-menerus, bahkan memiliki banyak waktu untuk beristirahat tidak dapat membuat pengidap myasthenia gravis membaik.

Selain pelemahan otot dan kelelahan, gejala lain yang dialami oleh pengidap myasthenia gravis adalah gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan dapat terjadi ketika otot pada mata mengalami pelemahan. Selain gangguan penglihatan, salah satu atau kedua kelopak mata dapat terlihat lebih turun dari kondisi normal.

Otot wajah dan tenggorokan bisa mengalami pelemahan ketika seseorang alami myasthenia gravis. Kondisi ini yang menyebabkan pengidap myasthenia gravis mengalami kesulitan untuk menunjukkan ekspresi wajah, mengalami perubahan dalam berbicara menjadi cadel, suara yang berubah serak, sulit mengunyah dan menelan makanan serta minuman. Kondisi ini menyebabkan pengidap myasthenia gravis sering tersedak. Pengidap myasthenia gravis juga memiliki napas yang pendek ketika berbaring atau setelah berolahraga.

Baca juga: 4 Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Pengidap Myasthenia Gravis

Tidak hanya kesulitan mengunyah, pengidap myasthenia gravis dapat mengalami gejala lain ketika pelemahan otot menyerang bagian otot lengan, leher, dan tungkai. Kondisi ini menyebabkan pengidap alami kesulitan untuk mengangkat kepala ketika berbaring, sulit bergerak ketika melakukan kegiatan seperti mengangkat benda atau menyikat gigi.

Segera periksakan kondisi kesehatan kamu pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami cepat lelah pada salah satu bagian otot tubuh kamu meskipun telah beristirahat. Bisa jadi kamu alami gejala awal dari penyakit myasthenia gravis.

Lakukan Pencegahan agar Gejala Myasthenia Gravis Tidak Memburuk

Kondisi myasthenia gravis yang tidak segera diatasi dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan, namun komplikasi paling parah adalah myasthenia crisis. Kondisi ini membuat pengidapnya alami sesak napas akibat kelumpuhan otot pernapasan.

Namun, belum ada pencegahan untuk menghindari penyakit myasthenia gravis. Pencegahan bisa melakukan agar gejala myasthenia gravis yang dialami tidak bertambah parah dan semakin memburuk.

Baca juga: 8 Cara Mendeteksi Penyakit Myasthenia Gravis pada Anak

Sebaiknya ketika merasakan kelelahan, hindari melakukan aktivitas yang berat dan berlebihan. Jaga suhu tubuh agar tubuh tidak terlalu mengalami rasa dingin maupun panas. Selain itu, tingkat stres yang tinggi dalam tubuh juga dapat menyebabkan gejala myasthenia gravis menjadi lebih buruk.

Untuk itu, kamu harus mengelola stres dengan baik dan lakukan olahraga secara rutin atau hal yang menyenangkan lainnya untuk menurunkan tingkat stres yang dialami.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Myasthenia Gravis
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Myasthenia Gravis