10 November 2018

Susah Buang Air Kecil, Waspada Batu Ginjal

Susah Buang Air Kecil, Waspada Batu Ginjal

Halodoc, Jakarta – Batu ginjal alias nefrolitiasis adalah satu kondisi yang menyebabkan terbentuknya material keras yang menyerupai batu di dalam ginjal. Batu yang terbentuk tersebut merupakan sisa zat-zat limbah dalam darah yang disaring oleh ginjal yang kemudian mengendap, lalu mengkristal seiring waktu.

Proses pengendapan bisa disebabkan oleh makanan, misalnya kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu yang tidak baik untuk tubuh atau karena masalah kesehatan lain yang mendasarinya. Meski demikian, penyakit yang satu ini cukup sering menyerang orang yang berusia di atas 30 tahun, hingga usia 60 tahun.

Batu ginjal yang memiliki ukuran relatif kecil biasanya tidak akan terasa alias tidak menunjukkan gejala tertentu. Dengan kata lain, endapan batu ini bisa keluar dari saluran kemih bersamaan dengan aliran urine dengan lancar. Jika batu yang terbentuk cenderung memiliki ukuran besar, biasanya akan muncul gejala tertentu dari kondisi ini.

Batu ginjal yang terlalu besar bisa tertahan di dalam ginjal atau sulit untuk melewati ureter. Ureter merupakan saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Tak hanya itu, bentuknya yang terlalu besar pun dapat memicu terjadinya infeksi. Batu ginjal besar yang melewati ureter bisa menyebabkan luka pada bagian tersebut. Sebab, gesekan dengan dinding ureter bisa memicu iritasi dan luka. Hal itu yang kemudian menyebabkan pengidap batu ginjal mengeluarkan urine yang mengandung darah.

Selain urine yang mengandung darah, gejala dari batu ginjal yang juga sering muncul adalah kesulitan untuk buang air kecil. Pasalnya, batu yang berukuran besar bisa menyangkut di dalam ureter dan mengganggu kelancaran aliran urine dari ginjal. Penyakit batu ginjal juga akan memicu rasa nyeri yang menetap pada bagian perut samping, punggung bagian bawah, pinggang, hingga ke organ reproduksi.

Selain susah buang air kecil, batu ginjal juga memiliki beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda adanya endapan. Apa saja?

1. Sering Buang Air Kecil

Meski endapan batu ginjal bisa menghambat proses buang air kecil, tapi pada beberapa kasus hal ini malah bisa memicu meningkatnya frekuensi buang air kecil. Terkadang, kondisi ini pun menyebabkan rasa sakit saat berkemih.

Warna urine pengidap batu ginjal juga akan mengalami perubahan, yaitu terlihat keruh dan beraroma tidak sedap. Warna keruh yang terlihat di urine cenderung kecokelatan atau kemerahan. Hal itu bisa saja terjadi karena adanya perdarahan saat batu ginjal melewati saluran kemih.

2. Mual dan Muntah

Mual dan muntah yang dirasakan bersamaan dengan nyeri pada perut atau saluran kencing juga bisa menjadi tanda terbentuknya batu di ginjal. Jika mengalami kondisi ini apalagi sampai terjadi kencing berdarah, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit untuk mencegah penyakit semakin parah.

3. Sulit Beristirahat

Pengidap penyakit ini mungkin akan mengalami kesulitan untuk beristirahat, karena sulit menemukan posisi yang tepat agar terasa nyaman. Pada tingkat yang lebih parah, endapan batu ginjal bisa menyebabkan seseorang mengalami gejala, seperti demam, badan terasa lemas, dan tubuh terasa dingin bahkan sampai menggigil.

Jika kamu ragu dan butuh saran dokter, tanyakan dan sampaikan gejala yang dirasakan kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan saran medis dan rekomendasi perawatan terbaik dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: