Tanah dan Air Bisa Sebabkan Keracunan Arsenik

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Tanah dan Air Bisa Sebabkan Keracunan Arsenik

Halodoc, Jakarta - Arsenik adalah komponen metaloid yang terbentuk secara alami dari kerak bumi. Sejumlah kecil komponen ini terdapat pada batu, udara, air, dan tanah. Konsentrasinya mungkin lebih tinggi di wilayah tertentu, yang bisa terjadi karena berbagai aktivitas manusia, seperti penambangan logam atau penggunaan pestisida.

Arsenik bisa dikombinasikan dengan unsur lainnya dalam senyawa kimia yang berbeda. Bentuk arsenik organik juga mengandung karbon, tetapi tidak dengan arsenik anorganik. Bahan kimia ini juga tidak bisa larut dalam air.

Dibandingkan organik, arsenik anorganik disinyalir lebih berbahaya, karena bisa bereaksi dengan sel-sel dalam tubuh, memindahkan elemen sel tertentu, dan mengubah fungsi dari sel itu sendiri. Memiliki lambang As dalam tabel unsur-unsur kimia, arsenik disinyalir memiliki kandungan racun yang cukup berbahaya bagi tubuh manusia. Paparan dalam jumlah rendah juga bisa memicu terjadinya keracunan arsenik.

Baca juga: Tips Aman Jika Ingin Konsumsi Makanan Mentah

Faktanya, arsenikosis terjadi setelah tubuh menelan atau menghirup sesuatu yang mengandung arsenik dalam jumlah tinggi. Bahan kimia jenis karsinogen ini tidak memiliki rasa dan bau, sehingga paparan bisa terjadi kapan saja tanpa disadari. Angka keracunan arsenik terbilang tinggi pada area industri, baik sebagai lingkungan pekerjaan atau rumah tinggal.

Sumber Paparan Arsenik

Lalu, dari mana saja paparan arsenik ini berasal? Berikut beberapa di antaranya:

  • Tanah dan Air

Tanah dan air menjadi sumber arsen organik yang berasal secara alami dari perut bumi. Air dengan kandungan arsenik tinggi berasal dari air tanah, sementara air dengan kandungan arsenik yang terbilang rendah bisa ditemui pada air hujan dan air permukaan.

  • Makanan dan Minuman

Ancaman terbesar keracunan arsenik berasal dari air tanah yang terkontaminasi. Air minum, tanaman yang diairi dengan air yang terkontaminasi berikut makanan yang diolah dengan air yang mengalami kontaminasi adalah sumber paparan paling tinggi yang harus dihindari.

Ikan, kerang, tiram, kepiting, lobster, rumput laut juga menjadi sumber arsenik tinggi, meski paparan dari makanan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan paparan melalui air tanah yang terkontaminasi. Pada makanan laut, arsenik terutama ditemukan dalam bentuk organik yang cenderung tidak terlalu berbahaya.

Baca juga: Alasan Penting Memisahkan Sampah Organik dan Anorganik

  • Tanaman Tembakau

Rokok, terutama rokok tembakau juga memiliki kandungan arsen yang berbahaya, karena arsen yang memapar tembakau termasuk jenis anorganik alami yang diserap melalui tanah. Dalam pemeliharaannya, tembakau juga dapat diberikan perlakuan khusus, seperti penyemprotan insektisida yang mengandung timbal arsen.

  • Industrial

Proses pembuatan beberapa produk, seperti kaca, tekstil, pengawet kayu, kertas, hingga perekat logam menggunakan campuran kimia arsen. Tidak hanya itu, bahan ini banyak digunakan sebagai campuran pakan, obat, dan pestisida meski dalam batasan penggunaan, dan sebagai bahan untuk proses samak kulit.

Baca juga: Ini yang Terjadi Bila Makan Udang Sambil Minum Es Jeruk

Kini, kamu sudah tahu bahwa keracunan arsenik bisa terjadi karena paparan kimia arsen berlebihan, yang banyak ditemukan dalam tanah dan air tanah. Jadi, lindungi diri dengan menjaga kesehatan dan menjauhi sumber-sumber paparannya.

Kalau kamu ingin tahu upaya pencegahan keracunan arsenik lainnya, kamu bisa langsung bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Aplikasi ini bisa kamu download melalui App Store dan Play Store di ponsel kamu. Selain bertanya pada dokter, aplikasi Halodoc juga bisa kamu pakai untuk beli obat dan cek lab. Yuk, jaga kesehatan tubuh dari paparan arsenik!