Tekanan Darah Tinggi dapat Sebabkan Perdarahan Subkonjungtiva

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Tekanan Darah Tinggi dapat Sebabkan Perdarahan Subkonjungtiva

Halodoc, Jakarta – Perdarahan subkonjungtiva adalah ketika pembuluh darah kecil dan halus di bawah jaringan yang menutupi bagian putih mata (konjungtiva) mengalami perdarahan yang ditandai kemerahan pada mata.

Kerusakan pada pembuluh darah mata ini bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan di mata, penglihatan kabur, dan hilangnya penglihatan total. Jika seseorang juga mengidap diabetes dan tekanan darah tinggi, risiko untuk komplikasi dari kondisi ini bisa lebih parah. Cari tahu informasi mengenai perdarahan subkonjungtiva di sini!

Sebenarnya Tidak Begitu Berbahaya

Perdarahan subkonjungtiva biasanya ringan, tidak menyebabkan masalah penglihatan atau ketidaknyamanan mata yang signifikan, meskipun penampilannya mencolok. Namun, kemerahan mata juga bisa menjadi pertanda adanya jenis kondisi mata yang berpotensi serius lainnya. 

Terutama jika kamu merasakan mata seperti mau keluar, ada baiknya segera konsultasikan kondisi tersebut ke dokter. Informasi mengenai perdarahan subkonjungtiva bisa kamu dapatkan di Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat

Biasanya saat pemeriksaan mata, dokter akan melakukan pengobatan untuk menyingkirkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau mikroorganisme lainnya. Sangat penting untuk pengidapnya segera mendapatkan perawatan profesional saat mengalami kemerahan pada mata yang terus-menerus, perubahan dalam penglihatan, rasa sakit, atau sensitivitas cahaya yang kuat. 

Baca juga: 12 Penyebab Pecahnya Pembuluh Darah di Mata

Tadi sudah dijelaskan sebelumnya kalau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan perdarahan subkonjungtiva, tetapi ada beberapa sumber masalah potensial lainnya yang menjadi pemicu: 

  1. Trauma mata

Peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba yang bisa terjadi akibat angkat berat, batuk, bersin, tertawa, dan sembelit

  1. Aspirin atau pengencer darah, seperti warfarin (salah satu merek adalah coumadin)

  2. Kelainan pembekuan darah atau kekurangan vitamin K (vitamin yang membantu fungsi protein yang diperlukan untuk pembekuan darah)

  3. Operasi mata, termasuk LASIK dan operasi katarak

Pengobatan perdarahan subkonjungtiva bisa dengan mengaplikasikan air mata buatan untuk melumasi dan meredakan infeksi mata. Meskipun begitu, tetes mata tidak bisa membantu memperbaiki pembuluh darah yang rusak.

Jika kamu menggunakan aspirin atau pengencer darah, lanjutkan meminumnya kecuali dokter secara khusus menyarankan kamu untuk melakukan sebaliknya. Pastikan untuk tidak menggosok mata yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. 

Baca juga: 5 Penyebab Bercak Merah pada Mata

Dalam kebanyakan kasus, dibutuhkan tujuh hingga 10 hari untuk perdarahan subkonjungtival untuk sembuh. Ketika darah berangsur-angsur menghilang seiring waktu, daerah yang terkena dapat berubah warna, seperti memar.

Terkait dengan tekanan darah tinggi, tidak hanya perdarahan subkonjungtiva, ada banyak risiko kesehatan yang bisa terjadi. jika tidak diobati, tekanan darah 180/120 atau lebih tinggi menghasilkan peluang kematian 80 persen dalam satu tahun, dengan tingkat kelangsungan hidup rata-rata sepuluh bulan. Tekanan darah tinggi yang berkepanjangan dan tidak diobati juga dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, kebutaan, dan penyakit ginjal.

Baca juga: Inilah 7 Penyebab Perdarahan Dalam Otak 

Sejatinya, tekanan darah adalah bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan. Perlu diketahui kalau tekanan darah adalah kekuatan darah yang mendorong dinding pembuluh darah. Jika terlalu tinggi, itu dapat membuat tekanan pada jantung dan pembuluh darah, sehingga dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

Tekanan darah ditulis dua angka. Angka teratas yang dikenal sebagai "tekanan sistolik," mengukur kekuatan darah terhadap dinding arteri ketika jantung berkontraksi untuk memompa darah keluar. Angka bawah adalah tekanan "diastolik", yang menunjukkan kekuatan darah ketika jantung "beristirahat" di antara kontraksi. Angka tersebut lebih rendah.