Kenali Terapi Kiropraktik untuk Mengatasi Skoliosis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
kenali terapi kiropraktik untuk mengatasi skoliosis

Halodoc, Jakarta – Selama ini, kebanyakan orang mungkin lebih memilih metode urut atau pijat untuk mengatasi nyeri di daerah punggung. Apalagi sekarang ini sudah banyak reflexology atau spa yang menawarkan pijat punggung yang dapat memberikan efek menenangkan dan menyegarkan. Tapi, masalahnya, tidak semua masalah punggung bisa diatasi dengan pijat refleksi biasa.

Jika masalah punggung yang dialami sudah termasuk parah, maka hanya terapi yang bisa mengatasinya. Terapi kiropraktik adalah prosedur yang tepat untuk mengatasi masalah pada punggung dan tulang belakang. Metodenya mungkin mirip, seperti pijat biasa. Tapi, karena terapi ini dilakukan oleh ahli yang sudah terlatih, kiropraktik dipercaya bisa mengatasi kelainan tulang belakang, seperti skoliosis sekalipun. Yuk, kenalan lebih jauh dengan terapi kiropraktik.

Apa Itu Terapi Kiropraktik?

Terapi kiropraktik adalah sebuah prosedur yang khusus untuk menangani sakit di area punggung, tepatnya di tulang belakang. Terapi kiropraktik percaya, selain otak, susunan saraf pusat pada sumsum tulang belakang memengaruhi semua elemen, yakni fungsi sel, jaringan dan organ. Tapi, terapi ini mungkin juga efektif untuk mengatasi nyeri leher dan sakit kepala. Dokter atau ahli terlatih yang yang memberikan metode pengobatan ini disebut juga dengan chiropractor.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Nyeri Leher Bagian Belakang

Seperti Apa Prosedur Kiropraktik?

Terapi kiropraktik dilakukan dengan cara memberi penekanan pada sendi tulang belakang (manipulasi tulang belakang) dengan menggunakan tangan atau alat bantu khusus. Tekanan yang diberikan harus terkontrol dengan baik, misalnya cepat-lambatnya dan keras-lembutnya harus sesuai dengan kebutuhan pengidap.

Pemberian manipulasi tulang belakang tersebut bertujuan untuk mengembalikan kelenturan sendi yang berkurang akibat cedera fisik. Contohnya, salah duduk, terjatuh, atau gerakan fisik yang berulang. Intinya, tujuan terapi kiropraktik adalah membuat otot-otot menjadi lebih rileks dan membuat sendi bergerak dengan baik.

Terapi kiropraktik bisa menjadi salah satu metode pengobatan alternatif atau pelengkap untuk menangani berbagai jenis penyakit, seperti sakit leher dan cedera akibat olahraga. Meski demikian, pernyataan bahwa kiropraktik bisa menyembuhkan masalah tulang belakang tanpa operasi dan obat-obatan tidak dijamin seratus persen benar, karena studi mengenai efektivitas dan keamanan metode ini masih minim.

Baca juga: Benarkah Cedera Saraf Tulang Belakang Bisa Menyebabkan Lumpuh?

Sebelum menjalani terapi kiropraktik, chiropractor akan menanyakan riwayat kesehatan kamu terlebih dahulu. Selain itu, chiropractor juga akan memeriksa kondisi tubuh kamu untuk melihat apakah ada postur yang tidak normal. Pemeriksaan fisik ini biasanya dilakukan dengan memberi penekanan pada area tertentu, melihat cara kamu berjalan, atau bisa juga dengan menggunakan bantuan foto rontgen.

Benarkah Kiropraktik Bisa Mengatasi Skoliosis?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, terapi kiropraktik ini hanya bertujuan untuk melemaskan otot-otot dan membuat sendi bergerak dengan baik. Sehingga, pada kasus kelainan tulang belakang yang bengkok atau skoliosis, tidak bisa ditangani dengan cara melakukan terapi kiropraktik.

Skoliosis sebaiknya tidak ditangani secara sembarangan, apalagi dengan cara diurut untuk meluruskan tulang belakang. Ini karena diperlukan metode khusus untuk meluruskan tulang belakang yang bengkok.

Terapi yang cocok untuk mengatasi skoliosis adalah terapi brace. Brace adalah alat penyanggah tulang yang dibuat untuk digunakan sepanjang tubuh bagian panggul hingga ketiak. Penggunaan brace disarankan untuk orang-orang dengan kadar kelengkungan tulang belakangnya mencapai hingga 25 sampai 35 derajat. Terapi brace dipercaya efektif untuk meluruskan tulang yang bengkok.

Baca juga: Ini Perawatan yang Tepat Bagi Anak Penderita Skoliosis

Sedangkan tidak semua orang bisa menjalani terapi kiropraktik. Ada beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk melakukan pengobatan ini, yaitu jika sering mengalami mati rasa atau baal pada daerah tertentu, kesemutan, lengan atau kaki terasa lemas, osteoporosis yang parah, kanker pada tulang belakang, dan adanya risiko tinggi untuk terkena stroke.

Terapi kiropraktik juga tidak selalu menunjukkan hasil yang positif pada semua orang. Manfaat kiropraktik kembali lagi pada kondisi individu masing-masing. Bila nyeri punggung tidak juga membaik setelah menjalani terapi kiropraktik selama beberapa minggu, bisa jadi itu pertanda bahwa pengobatan ini tidak cocok untuk kamu.

Jadi, sebelum memutuskan untuk menjalani terapi kiropraktik, sebaiknya bicarakan dulu dengan dokter. Kamu juga bisa membicarakan keluhan nyeri punggung yang kamu alami kepada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa minta saran kesehatan dari dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.