• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Terapi Radiasi Ternyata Dapat Sebabkan Hiperparatiroidisme

Terapi Radiasi Ternyata Dapat Sebabkan Hiperparatiroidisme

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kanker adalah salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian pada pengidapnya dan dapat diatasi dengan terapi radiasi. Pengobatan ini umumnya menggunakan sinar-X yang berguna untuk merusak sel kanker dengan membunuh materi genetika pada sel, sehingga tidak dapat membelah diri lagi. Meski begitu, terdapat beberapa efek samping yang dapat disebabkan oleh terapi radiasi.

Hiperparatiroidisme adalah salah satu efek samping yang terjadi saat seseorang mendapatkan terapi radiasi di bagian leher. Gangguan ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan lainnya dan bahkan berisiko sebabkan komplikasi. Untuk mengetahui lebih jelasnya terkait terapi radiasi yang dapat sebabkan hiperparatiroidisme, baca ulasan berikut!

Baca juga: Hiperparatiroidisme Bisa Sebabkan Depresi?

Hiperparatiroidisme Dapat Disebabkan Terapi Radiasi

Hipertiroidisme berkembang karena terlalu banyak aktivitas pada satu atau lebih kelenjar paratiroid yang berada di leher. Kelenjar paratiroid berfungsi untuk memproduksi hormon paratiroid (PTH), yang dapat meningkatkan kadar kalsium dalam aliran darah saat dibutuhkan. Namun, saat hiperparatiroidisme terjadi, hormon tersebut menjadi berlebihan di dalam darah sehingga dapat membahayakan kesehatan tubuh.

Salah satu penyebab seseorang dapat mengidap hiperparatiroidisme adalah menjalani pengobatan terapi radiasi. Pengobatan tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hiperparatiroidisme. Jika seseorang didiagnosis gangguan ini, kemungkinan dokter bertanya terkait pengobatan dengan radiasi saat remaja.

Selain itu, terapi radiasi juga salah satu pengobatan yang efektif untuk mengatasi kanker. Beberapa gangguan yang terjadi di area leher atau dada adalah Penyakit Hodgkins, Limfoma Non-Hodgkins, hingga kanker payudara, dapat meningkatkan risiko gangguan kelenjar paratiroid. Seseorang yang mengidap hiperparatiroidisme disebabkan terapi radiasi rata-rata didiagnosis setelah 17 tahun kemudian, tidak serta-merta langsung terjadi.

Seperti yang diketahui juga, hormon tiroid dan paratiroid tidak saling berhubungan tetapi lokasinya bersebelahan di leher. Saat seseorang harus menjalani terapi radioaktif iodine untuk mengatasi masalah pada tiroid, seseorang mungkin saja mengalami hiperparatiroidisme meskipun jarang. Meski begitu, gangguan tersebut dapat terjadi beberapa puluh tahun setelah terapi radioaktif iodine tersebut dilakukan.

Jika kamu mempunyai pertanyaan atau merasa kebingungan tentang terapi radiasi yang dapat sebabkan hiperparatiroidisme, tanyakan saja pada dokter di Halodoc. Caranya mudah, kamu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari!

Baca juga: 4 Penyakit Ini Memerlukan Terapi Radiasi

Pengobatan Hiperparatiroidisme

Cara mengatasi gangguan yang terjadi pada kelenjar tiroid tersebut dapat berbeda-beda, tergantung dari dugaan yang menjadi penyebabnya dan tingkat keparahan dari gejala yang timbul. Jika seseorang hanya mengalami sedikit peningkatan kalsium dan tidak ada gejala yang terjadi, pengobatan dapat ditunda dan harus melakukan pemeriksaan rutin agar tetap waspada jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan kalsium.

Selain itu, dokter mungkin akan merekomendasikan tindakan pencegahan, seperti:

  • Mengonsumsi obat, terutama jika hiperparatiroidisme disebabkan oleh masalah ginjal.
  • Minum lebih banyak cairan untuk mencegah terbentuknya batu ginjal.
  • Berolahraga dengan rutin.
  • Mengonsumsi vitamin D atau kalsium ekstra.

Beberapa orang yang mengidap gagal ginjal mungkin perlu melakukan cuci darah atau transplantasi. Untuk kasus yang lebih parah pada hiperparatiroidisme, dokter mungkin akan merekomendasikan pembedahan untuk menghilangkan kelenjar yang terlalu aktif serta tumor yang terbentuk. Dengan begitu, gangguan pada kelenjar paratiroid tersebut dapat diatasi atau menjadi lebih baik.

Baca juga: Seberapa Penting Melakukan Terapi Radiasi untuk Penyakit Tiroid?

Itulah pembahasan terkait terapi radiasi yang dapat sebabkan seseorang mengidap hiperparatiroidisme. Penting untuk selalu berhati-hati jika kamu pernah mendapatkan pengobatan menggunakan sinar radiasi pada area leher. Jika mengalami gejala-gejalanya, jangan ragu untuk segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi:
Parathyroid. Diakses pada 2020. Parathyroid Tumors: What Causes Parathyroid Adenomas (benign tumors)?
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Hyperparathyroidism.