Tertipu Kontraksi Palsu, Ini Tanda-Tanda Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Tertipu Kontraksi Palsu, Ini Tanda-Tanda Melahirkan

Halodoc, Jakarta – Menghadapi proses persalinan terkadang membuat perasaan gugup pada ibu hamil, apalagi jika kehamilan yang dialami merupakan kehamilan pertama. Jika kehamilan sudah mendekati kelahiran, kurang memahami tanda-tanda melahirkan dapat menyebabkan ibu hamil tertipu kontraksi palsu.

Baca juga: Macam-macam Metode Melahirkan yang Perlu Ibu Tahu

Kontraksi palsu, yang dikenal dengan Braxton hicks adalah hal yang normal terjadi pada ibu hamil. Tidak hanya terjadi pada ibu hamil di trimester ketiga, bahkan Braxton hicks terjadi pada ibu hamil yang berada pada usia trimester awal.

Ibu hamil yang mengalami Braxton hicks mengalami kondisi perut yang menegang namun tidak teratur. Braxton hicks digambarkan hampir serupa dengan kram ringan pada perut. Rasa tidak nyaman muncul pada bagian perut bawah. Namun, Braxton hicks tidak menyebabkan pembukaan rahim yang menjadi tanda-tanda persalinan pada umumnya.

Sebaiknya ketahui tanda-tanda Braxton hicks yang kerap terjadi pada ibu hamil. Braxton hicks menyebabkan frekuensi dan pola kontraksi yang acak pada ibu hamil. Kontraksi yang terjadi juga tidak menjadi semakin parah dan tidak sering.

Kontraksi yang disebabkan oleh Braxton hicks dapat hilang ketika ibu hamil berganti posisi atau melakukan gerakan-gerakan ringan. Braxton hicks juga tidak menyebabkan ketuban pecah dan perdarahan pada ibu hamil.

Baca juga: Ini Penyebabnya Perut Terasa Kencang Saat Hamil

Ibu hamil sebaiknya mengerti tanda-tanda melahirkan yang dialami agar tidak tertipu dengan kontraksi palsu atau Braxton hicks, seperti:

1. Mengalami Kontraksi

Kontraksi adalah tanda yang dialami oleh ibu hamil sebelum memulai proses persalinan. Berbeda dengan kontraksi palsu, kontraksi persalinan terjadi secara teratur dan semakin sering ketika mendekati waktu persalinan. Kontraksi persalinan juga terjadi secara teratur dengan jarak waktu kontraksi yang semakin memendek. Umumnya, kontraksi persalinan terjadi lebih dari satu menit. 

2. Gerakan Tidak Hilangkan Kontraksi

Berbeda dengan kontraksi palsu, rasa kram atau kontraksi yang terjadi tidak berubah atau menghilang meskipun ibu melakukan gerakan-gerakan yang ringan. Rasa nyeri yang semakin meningkat juga dialami oleh ibu hamil yang menjalani proses persalinan dalam waktu dekat.

3. Rasa Nyeri Menyebar

Pada kontraksi palsu, rasa nyeri hanya berpusat pada perut bagian bawah sedangkan kontraksi persalinan akan membuat ibu hamil mengalami rasa nyeri yang menyebar mulai dari punggung bagian bawah hingga ke perut bagian depan.

4. Posisi Bayi Turun

Beberapa minggu sebelum persalinan terjadi, biasanya posisi bayi mengalami perubahan, seperti kepala bayi yang masuk ke dalam panggul. Ketika kepala bayi sudah masuk dalam panggul kondisi ini membuat ibu lebih mudah bernapas karena menurunkan tekanan pada diafragma. 

Baca juga: Ibu Hamil Perlu Tahu Tanda Mengalami Air Ketuban Berlebih

5. Pecahnya Air Ketuban

Kantung ketuban adalah selaput pembungkus cairan yang melindungi bayi selama dalam rahim. Cairan tersebut dikenal sebagai air ketuban. Air ketuban yang pecah menjadi tanda-tanda melahirkan yang terjadi. Air ketuban yang sudah pecah membuat bayi tidak lagi dikelilingi pelindung dalam rahim sehingga semakin lama persalinan dimulai, tentu bayi lebih rentan alami infeksi. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami kondisi air ketuban pecah sebelum persalinan.

Sebaiknya jangan panik ketika kamu mengalami tanda-tanda melahirkan. Tetap tenang dan bergegas ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan tindakan yang baik. Dengan mengetahui tanda-tanda melahirkan, tentu membuat ibu lebih siap dalam menghadapi persalinan.

 

Referensi:
March of Dimes. Diakses pada 2019. Contractions and Signs of Labor
Healthline. Diakses pada 2019. What Do Different Types of Labor Contractions Feels Like?