Bukan dengan Kamera Biasa, Tes Skrining Ini Dapat Mendeteksi 9 Penyakit

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
bukan dengan kamera biasa tes skrining ini dapat mendeteksi 9 penyakit

Halodoc, Jakarta – Untuk mendiagnosis beberapa macam penyakit tertentu, kadang-kadang tes skrining perlu dilakukan. Tidak hanya bagi orang sakit, tes skrining juga bermanfaat bagi orang yang tampaknya terlihat sehat untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin, sehingga pengobatan pun bisa dilakukan lebih awal. Tes skrining juga dianggap sebagai pemeriksaan yang perlu dilakukan secara rutin untuk mengoptimalkan tindakan pencegahan. Yuk, ketahui apa saja jenis penyakit yang bisa diketahui dengan melakukan tes skrining.

Ada berbagai macam prosedur yang bisa dilakukan dalam tes skrining, antara lain menggunakan teknik foto X-ray, teknik ultrasound, dan CT scan atau MRI. Berdasarkan jenis penyakit yang dialami dan lokasinya, dokter bisa menganjurkan pengidap untuk melakukan tes skrining dengan teknik yang sesuai.

1. Kanker Payudara

Jenis pemeriksaan dengan X-ray yang bisa digunakan untuk mendeteksi kanker payudara adalah mamografi. Meskipun tidak mengalami gejala kanker payudara, tapi para wanita yang berusia 40 tahun dianjurkan untuk menjalani mamografi setiap dua tahun sekali. Tujuannya adalah untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin sebelum kanker tersebut bisa teraba. Tidak sedikit kasus kanker payudara yang berhasil disembuhkan berkat deteksi sedini mungkin melalui prosedur ini. Selain dengan mamografi, kanker payudara juga bisa didiagnosis dengan menggunakan teknik ultrasound dan MRI.

2. Osteoporosis

Sedangkan untuk mendeteksi osteoporosis, jenis pemeriksaan dengan X-ray yang bisa dilakukan adalah bone mineral density atau BMD scan. BMD merupakan pemeriksaan yang tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya membutuhkan waktu yang sangat sebentar. Pemeriksaan ini dapat mengetahui seberapa padat atau tebal tulang kamu dengan menggunakan sinar X. Orang-orang yang perlu melakukan tes ini, antara lain wanita yang berusia di atas 65 tahun, wanita yang sudah menopause, pria yang berusia di atas 50 tahun, dan orang-orang yang mengalami gejala osteoporosis.

Baca juga: Perhatikan 6 Penyebab Osteoporosis Berikut Ini

3. Tuberkulosis

Selanjutnya ada chest X-ray (CXR) atau rontgen dada yang bisa digunakan untuk mendeteksi tuberkulosis dan kanker paru-paru. Dokter biasanya akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan ini bila kamu diduga memiliki penyakit jantung atau paru-paru.

Baca juga: Waspadai Komplikasi Akibat Tuberkulosis

4. Kanker Usus

Kanker usus yang ditandai dengan gejala BAB berdarah, perut kram, dan penurunan berat badan secara drastis bisa dideteksi dengan melakukan abdominal X-ray (AXR). Pemeriksaan ini berguna untuk mengevaluasi lambung, hati, usus dan limpa.

Baca juga: Hati-Hati dengan Gejala Kanker Usus Besar

5. Abdominal Aortic Aneurysm/AAA

Cara mendiagnosis aneurisma aorta perut adalah dengan melakukan abdominal ultrasonography. Melalui pemeriksaan ini, maka dapat diketahui kondisi dari organ-organ utama di rongga perut, seperti kandung empedu, ginjal, hati, pankreas, dan limfa.

6. Penyakit Kandung Empedu

Jenis pemeriksaan dengan ultrasound lainnya adalah ultrasound hepatobiliary system (US HBS). Seperti namanya, ultrasonografi ini memainkan peran penting dalam mengevaluasi orang yang memiliki gangguan hepatobilier, yaitu sistem yang mengatur pengeluaran atau sekresi cairan empedu yang berasal dari hati. Dengan demikian, penyakit kandung empedu, seperti batu empedu, kolesistitis, kolestasis, dan kanker kandung empedu bisa dideteksi dengan menggunakan pemeriksaan ini.

7. Kanker Ovarium

Salah satu cara yang efektif untuk mencegah kanker ovarium adalah dengan menjalani USG transvaginal. Jenis USG ini berguna untuk memeriksa organ reproduksi wanita, yaitu rahim, saluran tuba, ovarium, leher rahim, dan Miss V. Dengan demikian, bila kamu mengalami gejala-gejala, seperti perdarahan dari Miss V dan nyeri panggul, kamu bisa menjalani USG transvaginal untuk mendeteksi apakah terdapat kanker ovarium atau tidak.

8. Stenosis Arteri Karotis

Stenosis arteri karotis adalah penyempitan pembuluh darah di bagian arteri karotis. Biasanya, penyempitan ini disebabkan oleh adanya zat lemak dan endapan kolesterol yang menumpuk dan membentuk plak. Cara mendiagnosis penyakit ini adalah dengan melakukan ultrasonografi dupleks.

9. Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan penyakit yang sampai saat ini masih menjadi ancaman terbesar bagi wanita. Pasalnya, hampir 50 persen pengidap kanker serviks meninggal dunia. Namun, penyakit ini bisa dicegah dengan cara mendeteksinya sejak dini dengan melakukan USG panggul. Jenis USG ini berguna untuk melihat kondisi pada serviks, saluran tuba, ovarium, rahim, Miss V, dan kandung kemih. Selain dengan USG panggul, kanker serviks juga bisa dideteksi dengan menggunakan CT pelvis.

Itulah 9 penyakit yang bisa dideteksi dengan melakukan tes skrining. Bila kamu ingin mengetahui jenis pemeriksaan yang tepat untuk penyakit yang kamu miliki, tanyakan saja kepada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa berdiskusi dengan dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.