• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tidak Nafsu Makan saat Tifus, Ini Cara Mengatasinya

Tidak Nafsu Makan saat Tifus, Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Tidak Nafsu Makan saat Tifus, Ini Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta - Penyakit tifus atau demam tifoid bisa menyerang tiba-tiba atau secara bertahap selama beberapa minggu. Penyakit ini menimbulkan gejala demam tinggi dan sakit perut selama satu atau dua minggu setelah terpapar bakteri. Saat mengalami penyakit tifus, seseorang biasanya tidak nafsu makan. 

Jika sakit tifus tidak diobati, berat badan bisa menurun, perut bengkak atau kembung, terlebih lagi jika kekurangan makanan akibat tidak nafsu makan. Penyakit tifus bisa berlangsung sebulan atau lebih jika tidak segera diobati. Pada beberapa kasus, penyakit tifus bahkan bisa menjadi sangat serius dan mengancam jiwa. 

Baca juga: 5 Cara Merawat Diri Saat Tipes

Mengatasi Tidak Nafsu Makan saat Sakit

Saat mengalami penyakit tifus, penting sekali untuk tetap menjaga asupan makanan masuk ke dalam tubuh. Namun, seringnya masalah terjadi ketika kamu tidak nafsu makan saat sedang sakit tifus. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar jadwal makan tetap berjalan dengan baik.

Kamu bisa mengusahakannya dengan menikmati makanan dengan makan bersama keluarga dan teman, memasak makanan favorit, atau pergi makan di restoran. Cara ini membantu meningkatkan nafsu makan. 

Untuk membantu mengatasi kurangnya nafsu makan, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk fokus makan hanya sekali makan besar per hari, dengan camilan ringan di antaranya. Makan dalam porsi kecil atau camilan bisa membantu, dan ini lebih mudah diterima perut dibanding makanan besar. 

Beraktivitas fisik ringan juga membantu meningkatkan nafsu makan. Untuk memastikan tubuh mendapatkan cukup nutrisi dari makanan, pilihlah makanan tinggi kalori dan protein. Mungkin kamu juga perlu mempertimbangkan konsumsi smoothie dan minuman berprotein lainnya, karena ini lebih mudah dikonsumsi. 

Menambahkan bumbu, rempah-rempah, atau perasa makanan lainnya ke dalam makanan juga bisa membangkitkan nafsu makan dengan lebih mudah. Makan dalam suasana santai atau bersama-sama bisa membuat makan lebih menyenangkan dan berselera. 

Meski mungkin lidah terasa pahit efek demam dan tidak nafsu makan, kamu perlu makan yang teratur ketika sedang sakit tifus. Konsumsilah makanan yang tinggi kalori dan protein, agar proses pemulihan berjalan lebih lancar. Makanan tinggi kalori menyediakan cukup energi bagi sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.

Baca juga: 4 Kebiasaan Penyebab Tifoid Alias Tipes

Sebaiknya pilih jenis makanan tinggi kalori yang menyehatkan, seperti nasi putih, kentang, ubi, alpukat, dan kacang-kacangan. Hindari makanan tinggi kalori yang tidak sehat, seperti makanan siap saji, makanan yang digoreng, berlemak, dan manis. 

Cara lainnya untuk menyiasati menurunnya nafsu makan, yaitu makan dalam porsi kecil tapi sering. Selain memastikan kebutuhan kalori selalu tercukupi selama sakit tifus, makan dalam porsi kecil tapi sering juga mencegah rasa mual akibat makan terlalu banyak. Jadi, makanlah 3-4 suapan setiap 1-2 jam sekali.

Pentingnya Istirahat Total saat Terserang Tifus

Salah satu cara untuk mengatasi tidak nafsu makan saat tifus adalah sembuh dari penyakit itu sendiri. Agar proses penyembuhan berjalan optimal, diperlukan istirahat total sembari menjalankan pengobatan dari dokter.

Pengidap tifus mengalami gejala dalam 7 hingga 21 hari sejak bakteri Salmonella typhi berada dalam tubuh. Bakteri yang masuk dalam tubuh dapat sebabkan pengidap tifus mengalami demam yang cukup tinggi. Demam yang disebabkan oleh penyakit tifus umumnya mengalami kondisi yang lebih parah pada malam hari. 

Selain demam, pengidap tifus mengalami nyeri otot, sakit kepala, kelelahan terus-menerus, dan tubuh yang menjadi lemas. Gangguan pencernaan juga menyebabkan pengidap tifus mengalami penurunan nafsu makan, yang bisa berakibat pada penurunan berat badan.

Baca juga: Pencegahan yang Tepat agar Anak Tidak Terkena Tifus

Penyakit tifus menjadi salah satu penyakit yang dapat terjadi lagi meskipun tubuh pengidap sudah merasa jauh lebih baik atau lebih sehat dibandingkan sebelumnya. Pengidap tifus diperbolehkan beraktivitas kembali setelah melakukan tes dan dipastikan bakteri penyebab tifus sudah hilang sepenuhnya dari dalam tubuh. 

Apakah kamu mengalami gejala yang mirip dengan tifus? Jika iya, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk langkah pengobatan. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Typhoid Fever
Medical News Today. Diakses pada 2020. What causes a loss of appetite?
WebMD. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.
CDC. Diakses pada 2020. Typhoid Fever - Symptoms and Treatment.