Tidak Selamanya Benjolan di Payudara Berbahaya, Ini Cirinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Tidak Selamanya Benjolan di Payudara Berbahaya, Ini Cirinya

Halodoc, Jakarta - Untuk mendeteksi adanya potensi kanker payudara, kamu disarankan untuk melakukan pemeriksaan dini dengan cara meraba bagian payudara untuk menemukan adanya benjolan pada area sensitif tersebut. Semakin cepat benjolan kanker ditemukan, maka penanganannya pun bisa dilakukan sesegera mungkin, sehingga komplikasi bisa dicegah. 

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa benjolan payudara bukan berarti kamu mengidap kanker payudara. Ada beberapa kondisi lain yang memiliki gejala yang sama, yaitu munculnya benjolan di payudara. Jangan panik, kenali dulu apa saja benjolan di payudara yang bukan menjadi tanda kanker. 

Bagaimana Ciri Benjolan Payudara Bukan Kanker?

Kamu tidak perlu khawatir dan cemas berlebihan jika mendapati benjolan payudara ketika melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Pasalnya, kamu bisa mengenali ciri benjolan payudara bukan kanker, seperti berikut ini.

  • Ada batasan yang cenderung jelas dan tegas;

  • Berkembang dan bertumbuh lebih lambat daripada sel kanker;

  • Rasa sakit dapat muncul, tetapi sebagian besar tidak menimbulkan rasa sakit;

  • Bentuknya bulat atau oval;

  • Aktivitasnya mengikuti siklus menstruasi;

  • Bergeser dan mudah bergerak apabila disentuh.

Baca juga: Benjolan di Payudara Tak Melulu Berarti Kanker

Penyakit Bukan Kanker dengan Ciri Benjolan Payudara

  • Fibrosis Mammae

Benjolan payudara juga bisa berarti fibrosis mammae. Benjolan fibrosis terasa padat, keras, dan kenyal ketika diraba. Jangan takut, karena fibrosis mammae tidak berkembang menjadi kanker payudara. Jika terjadi, biasanya ada kondisi medis lain yang memengaruhinya. Jika kamu tidak yakin, kamu bisa bertanya pada dokter, pakai saja aplikasi Halodoc supaya lebih mudah. Kamu juga bisa membuat janji untuk bertanya jawab di rumah sakit mana saja. 

  • Fibroadenoma

Fibroadenoma ternyata menjadi kelainan yang paling sering terjadi pada wanita. Gangguan kesehatan ini termasuk ke dalam jenis tumor jinak dengan ciri benjolan yang berpindah tempat atau digerakkan. Apabila benjolan ini ditekan, bentuknya oval atau bulat, kenyal, dan padat. Namun, tidak ada rasa sakit saat kamu menekan benjolan payudara ini. Kelainan ini sering menyerang wanita dengan usia antara 20 hingga 30 tahun. 

Potensi berkembangnya benjolan payudara terkait gangguan fibroadenoma biasanya memerlukan waktu yang lama, meski tidak menutup kemungkinan ukuran benjolan menjadi besar. Jika ini terjadi, kamu mengalami kondisi giant fibroadenoma. Sama halnya dengan fibrosis, kelainan fibroadenoma tidak berkembang menjadi kanker, kok. 

Baca juga: Benjolan pada Payudara, Perlukah Dioperasi?

  • Kista

Istilah kista pasti sudah tidak asing lagi di telinga. Di payudara, kemunculan kista atau kantong yang berisi cairan ini baru terasa seperti benjolan jika ukurannya sudah semakin besar. Ketika menstruasi hampir datang, kista biasanya lebih lunak tetapi ukurannya menjadi lebih besar. Benjolannya berbentuk oval atau bulat, dan bergerak atau berpindah ketika kamu menyentuh atau menekannya. Sayangnya, masih sulit untuk membedakan benjolan payudara kista dengan benjolan lainnya. Namun, benjolan kista tidak mengacu pada kanker payudara. 

Baca juga: Atasi Benjolan Payudara saat Menyusui dengan 5 Cara Ini

  • Fibrokistik

Sebagian besar penyebab munculnya benjolan di payudara mengacu pada kelainan fibrokistik yang terjadi karena perubahan jaringan payudara yang bersifat abnormal tetapi tidak bersifat kanker alias tidak ganas. Pada beberapa kondisi, terutama ketika kamu dalam masa menstruasi, rasa sakit muncul dan benjolan membesar, sehingga membuat kamu merasa tidak nyaman. Terkadang, benjolan payudara bisa lebih dari satu.