• Home
  • /
  • Tidur Larut Picu Anak Obesitas, Benarkah?

Tidur Larut Picu Anak Obesitas, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
tidur-larut-picu-anak-obesitas-benarkah-halodoc

Halodoc, Jakarta – Apakah Si Kecil sering bermain sampai larut malam? Hati-hati, para peneliti mengatakan bahwa anak-anak yang sering begadang atau tidur larut memiliki risiko obesitas yang lebih tinggi, lho. Simak penjelasannya di bawah ini!

Sebuah studi baru mengaitkan jam tidur yang sangat larut dengan peningkatan risiko obesitas pada anak-anak. Meski begitu, para peneliti tidak langsung menganjurkan para orangtua harus membuat anak-anak usia prasekolah mereka untuk tidur lebih awal. Sebaliknya, menurut Dr. Claude Marcus, profesor pediatric di Karolinska Institute di Swedia mengatakan bahwa para ibu dan ayah harus fokus pada mempertahankan rutinitas tiap hari ketika menjadwalkan waktu makan dan tidur.

Penelitian yang dilakukan tersebut merupakan bagian dari studi yang lebih luas tentang obesitas, yang berfokus pada 107 anak di Swedia dengan 64 anak yang memiliki orangtua yang diklasifikasikan sebagai pengidap obesitas atau kelebihan berat badan. Para peneliti kemudian memonitor berat, tinggi, dan lingkar pinggang setiap anak dari usia 1–6 tahun. Semua anak memiliki ukuran yang sama ketika penelitian dimulai. 

Waktu tidur anak-anak tersebut juga diukur selama 7 hari berturut-turut setahun sekali selama masa penelitian, dengan menggunakan alat pelacak yang dikenakan di pergelangan tangan anak. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang biasanya tidur larut malam (di atas jam 9 malam) memiliki pinggang yang lebih lebar dan BMI (indeks massa tubuh) yang lebih tinggi pada akhir penelitian.

Dr Marcus mengungkapkan bahwa tidur larut malam adalah salah satu faktor yang cukup berpengaruh terhadap peningkatan berat badan. Namun, apakah dengan meminta anak tidur lebih awal dapat mencegah kenaikan berat badan, masih belum diketahui. Meski demikian, tidur di atas jam 9 malam bisa menjadi salah satu dari gaya hidup keseluruhan yang meningkatkan risiko anak mengalami obesitas, daripada anak-anak yang tidur tepat waktu.

Baca juga: Obesitas pada Remaja Bisa Sebabkan Masalah Mental

Dampak Waktu Tidur Terhadap Berat Badan Anak

Dr Marcus menyadari bahwa waktu tidur tiap anak di seluruh dunia bisa sangat bervariasi. Namun, anak-anak di Spanyol dan beberapa bagian negara di Asia memiliki kebiasaan untuk tidur larut malam. Begadang atau tidur terlalu malam merupakan ciri gaya hidup yang tidak teratur.

Dr. Nicole Glaser dan Dr. Dennis Styne, yang keduanya merupakan ahli endokrin pediatrik di UC Davis Health di California, lebih lanjut menambahkan bahwa obesitas yang terjadi karena kurang tidur, mungkin juga dipengaruhi oleh hal lain. Misalnya, screen time atau waktu melihat layar gadget yang lebih lama, kurangnya berolahraga, atau kurangnya kesadaran untuk hidup sehat secara keseluruhan di keluarga.

Namun, kedua dokter tersebut juga menambahkan bahwa obesitas yang terjadi karena tidur larut mungkin juga ada kaitannya dengan fisik. Hal ini karena beberapa daerah otak yang terlibat dalam mengatur siklus tidur dan bangun juga dapat memengaruhi perilaku makan dan puasa. 

Shalini Paruthi, juru bicara American Academy of Sleep Medicine juga menambahkan bahwa durasi tidur yang pendek pada anak-anak memiliki kaitan dengan kadar insulin yang lebih tinggi dan juga ketidakpekaan insulin yang lebih tinggi. Hal ini berarti bahwa tubuh anak mungkin tidak dapat memproses insulin dan glukosa dengan baik, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kurang tidur akibat tidur terlalu malam juga dapat meningkatkan keinginan anak untuk makan. Selain itu, kelelahan karena kurang tidur dapat mengurangi hasrat anak untuk melakukan banyak aktivitas fisik.

Studi juga menunjukkan bahwa ketika anak-anak kurang tidur, hormon leptin, dan ghrelin mereka dapat terpengaruh. Leptin adalah hormon yang disekresikan dalam sel-sel lemak yang membantu otak untuk memberi sinyal kapan harus memperlambat makan. Sedangkan ghrelin adalah hormon yang disekresikan di perut yang merangsang rasa lapar.

Baca juga: Begini Pola Hidup Sehat untuk Anak Obesitas

Tips Membuat Anak Tidur Lebih Cepat

Menurut para ahli, melakukan rutinitas sebelum tidur adalah cara terbaik untuk membuat anak-anak memiliki kebiasaan tidur yang teratur. Orangtua dianjurkan untuk melakukan rutinitas singkat dengan anak sekitar 30 menit atau lebih sebelum waktu tidur yang dijadwalkan. Rutinitas sebelum tidur tersebut bisa meliputi:

  • Mematikan semua perangkat elektronik 1 jam sebelum tidur.

  • Mandi air hangat dan menyikat gigi.

  • Membaca buku dan menyanyikan lagu.

  • Mematikan lampu sebelum tidur.

Baca juga: Lakukan 6 Hal Ini Agar Anak Tidak Tidur Larut Malam

Dengan melakukan rutinitas tersebut, anak pun dapat tidur secara teratur. Bila ibu ingin bertanya-tanya seputar kesehatan anak atau pola asuh anak, gunakan saja aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk bertanya-tanya seputar kesehatan kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
CNN Health. Diakses pada 2020. A later bedtime linked with obesity for children under 6, study says.
Healthline. Diakses pada 2020. Late Bedtime Linked to Obesity in Children. Here's What Parents Can Do.