3 Cara Ampuh Mengatasi Serangan Panik

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
3 Cara Ampuh Mengatasi Serangan Panik

Halodoc, Jakarta – Tidak semua orang yang mengalami serangan panik memiliki gangguan panik. Untuk diagnosis gangguan panik, American Psychiatric Association, menjabarkan beberapa ketentuan sebagai berikut:

  1. Kamu sering mengalami serangan panik yang tidak terduga.

  2. Setidaknya satu dari serangan tersebut telah berlangsung selama satu bulan

  3. Serangan biasanya diiringi dengan kekhawatiran yang berkelanjutan, seperti rasa takut akan konsekuensi dari serangan, seperti kehilangan kendali, mengalami serangan jantung, ataupun "menjadi gila"

  4. Serangan biasanya dapat memicu perubahan signifikan dalam perilaku, misalnya menghindari situasi yang kamu pikir dapat memicu serangan panik.

  5. Serangan panik tidak disebabkan oleh obat-obatan atau penggunaan zat lain, kondisi medis, ataupun kondisi kesehatan mental lainnya, contohnya fobia sosial atau gangguan obsesif-kompulsif.

Baca juga: Gejala dan Serangan Panik yang Selama Ini Diabaikan

Sejauh ini secara medis, ada beberapa cara ampuh yang sejatinya dapat mengatasi serangan panik, yaitu:

  1. Memahami Gejala

Perawatan pengobatan dapat membantu mengurangi intensitas dan frekuensi serangan panik dan mengembalikan kualitas kehidupan sehari-hari. Pilihan perawatan utama adalah psikoterapi dan obat-obatan. Satu atau kedua jenis perawatan dapat direkomendasikan yang tergantung pada preferensi, riwayat, tingkat keparahan gangguan panik, dan apakah kamu memiliki akses ke terapis yang memiliki pelatihan khusus dalam mengobati gangguan panik.

  1. Psikoterapi

Psikoterapi juga disebut terapi bicara dianggap sebagai pengobatan pilihan pertama yang efektif untuk serangan panik dan gangguan panik. Selain itu, belajar cara mengatasi kedua hal itu.

Suatu bentuk psikoterapi yang disebut terapi perilaku kognitif dapat membantu pengidap belajar melalui pengalamannya sendiri bahwa gejala panik tidak berbahaya. Terapis akan membantu secara bertahap menciptakan kembali gejala serangan panik dengan cara yang aman dan berulang. Begitu sensasi fisik kepanikan tidak lagi terasa mengancam, serangan-serangan mulai terselesaikan. Perawatan ini sejatinya dapat berhasil membantu seseorang dalam mengatasi ketakutan akan situasi yang seringkali dihindari karena serangan panik.

  1. Obat-Obatan

Obat-obatan dapat membantu mengurangi gejala yang terkait dengan serangan panik serta depresi jika itu merupakan pokok masalah bagi si pengidap. Beberapa jenis obat telah terbukti efektif dalam mengelola gejala serangan panik, termasuk:

Inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI). Umumnya, aman dengan risiko rendah efek samping yang serius, antidepresan SSRI biasanya direkomendasikan sebagai obat pilihan pertama untuk mengobati serangan panik.

Baca juga: Temperamen Mudah Berubah, Mungkin Gejala Serangan Panik

SSRI yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk pengobatan gangguan panik termasuk fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil, Pexeva) dan sertraline (Zoloft). Inhibitor reuptake serotonin norepinefrin (SNRI). Obat-obat ini adalah kelas antidepresan lain. SNRI venlafaxine (Effexor XR) disetujui oleh FDA untuk pengobatan gangguan panik.

Benzodiazepin sendiri adalah obat penenang depresan sistem saraf pusat. Benzodiazepin yang disetujui oleh FDA untuk pengobatan gangguan panik termasuk alprazolam (Xanax) dan clonazepam (Klonopin). Benzodiazepin umumnya digunakan hanya dalam jangka pendek, karena dapat membentuk kebiasaan yang menyebabkan ketergantungan mental atau fisik.

Namun, obat-obatan ini bukan pilihan yang baik jika kamu memiliki masalah dengan alkohol atau penggunaan narkoba. Sebab, jenis obat-obatan yang diuraikan di atas juga bisa menyebabkan efek samping yang berbahaya.

Baca juga: Sering Mudah Panik? Bisa Jadi Serangan Panik

Sebenarnya, dukungan keluarga dan orang-orang terdekat juga berperan aktif dalam rangka mengatasi serangan panik dan pemulihan psikologi. Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai cara ampuh mengatasi serangan panik serta penanganan dan pencegahannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.