• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tips Diet dan Camilan Sehat untuk Anak dengan ADHD
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tips Diet dan Camilan Sehat untuk Anak dengan ADHD

Tips Diet dan Camilan Sehat untuk Anak dengan ADHD

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 24 Maret 2021
Tips Diet dan Camilan Sehat untuk Anak dengan ADHD

Halodoc, Jakarta - Sejauh ini memang belum ada bukti bahwa pola makan tertentu dapat menyebabkan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Namun, pola makan memainkan peran penting dalam kesehatan fisik dan mental, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Layaknya orang dewasa, anak-anak membutuhkan diet yang berfokus pada bahan-bahan segar dan rendah gula serta makanan olahan. Jika Ibu memiliki anak dengan gangguan ADHD, ada beberapa tips pola makan yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatannya secara keseluruhan.

Baca juga: Ibu Harus Tahu, Ini 4 Penyebab ADHD pada Anak 

Makanan Sehat untuk Anak ADHD

Beberapa jenis pilihan makanan sehat untuk anak AHD adalah sayuran, buah-buahan, biji-bijian, protein, lemak sehat, dan makanan kaya kalsium. Pola makan seperti itu mungkin atau mungkin tidak memperbaiki gejala ADHD pada anak-anak, tetapi jenis makanan ini bisa menjadi dasar bagi kesehatan yang baik secara keseluruhan.

Buah dan sayur memasok vitamin dan mineral yang dibutuhkan anak-anak yang sedang tumbuh. Mereka juga menyediakan antioksidan yang membantu tubuh membuang racun yang tidak diinginkan, serta serat. Buah dan sayuran menjadi makanan ringan yang menyenangkan. Bahan makanan ini mudah diolah untuk sajian makan siang dan buah juga bisa memuaskan keinginan anak akan makanan manis. 

Baca juga: 5 Resep Makanan Sehat untuk Anak ADHD

Beberapa jenis makanan sehat lain yang cocok untuk anak dengan ADHD antara lain: 

Biji-Bijian Utuh

Biji-bijian utuh menyediakan serat dan nutrisi lainnya yang baik untuk anak. Ibu bisa menambahkan beberapa menu seperti sereal dan roti gandum ke makanan anak. 

Protein

Protein sangat penting untuk pertumbuhan otot dan jaringan. Beberapa sumber protein yang baik untuk anak misalnya adalah daging tanpa lemak, telur, kacang polong, kacang polong, kacang-kacangan, produk susu, dan alternatif susu seperti susu kedelai. Daging olahan, seperti makanan olahan lainnya, ia mengandung bahan lain yang mungkin tidak sehat. 

Lemak Sehat

Lemak penting untuk energi, pertumbuhan sel, dan membantu tubuh menyerap vitamin A, D, E, dan K. Pilihlah makanan yang baik dengan lemak sehat dari daftar berikut.

  • Lemak tak jenuh tunggal:
  • Alpukat.
  • Kacang-kacangan.
  • Biji-bijian.
  • Zaitun dan minyak zaitun.
  • Minyak kacang tanah.
  • Lemak tak jenuh ganda:
  • Minyak jagung.
  • Biji wijen.
  • Kedelai.
  • Minyak safflower dan bunga matahari.
  • Asam lemak omega-3:
  • Ikan haring.
  • Ikan kembung.
  • Ikan salmon.
  • Sarden.
  • Biji rami.
  • Biji chia.
  • Kenari.
  • Lemak jenuh:
  • Daging.
  • Produk susu.
  • Minyak kelapa dan krim kelapa.

Makanan Kaya Kalsium

Kalsium merupakan mineral yang sangat penting untuk kesehatan tulang, terutama pada masa kanak-kanak dan remaja. Ia juga berperan dalam impuls saraf dan produksi hormon. Beberapa sumber kalsium antara lain: 

  • Susu.
  • Yoghurt.
  • Keju.
  • Susu nabati yang diperkaya kalsium, seperti rami, almond, dan susu kedelai.
  • Brokoli.
  • Kacang polong.
  • Kacang-kacangan.
  • Sayuran berdaun gelap.

Ibu juga bisa memenuhi kebutuhan gizi anak pengidap ADHD dengan suplemen dan vitamin. Ibu pun kini bisa mendapatkannya di Halodoc lewat fitur beli obat. Dengan layanan antar, ibu tak perlu lagi repot keluar rumah dan pesanan pun akan tiba kurang dari satu jam dalam kondisi yang tersegel dan rapi.

Baca juga: Impulsif, Gejala Umum dari ADHD yang Perlu Diwaspadai

Makanan yang Harus Dihindari Anak Pengidap ADHD

Meski para ahli belum menemukan bahwa makanan tertentu dapat menyebabkan ADHD atau memperburuk gejalanya. Namun, beberapa orang mengatakan bahwa makanan tertentu memiliki pengaruh. Berikut beberapa bahan yang perlu dihindari anak dengan ADHD: 

Makanan dengan Pewarna

Pewarna makanan buatan nyatanya dapat meningkatkan gejala hiperaktif pada beberapa anak, tetapi tidak secara khusus mereka dengan ADHD. Banyak makanan yang dipasarkan untuk anak-anak, seperti sereal dan minuman buah, menggunakan pewarna makanan agar berwarna cerah. Ibu perlu menghilangkan makanan ini dari pola makan anak untuk membantu mengelola gejala ADHD. 

Gula

Sejumlah penelitian telah mengamati apakah konsumsi gula memengaruhi ADHD, tetapi belum ada bukti kuat akan hal ini. Namun, makan terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko obesitas, yang dapat menyebabkan penyakit metabolisme, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Makanan manis juga seringkali memberikan kalori yang tidak perlu dengan sedikit nutrisi.

Jika Ibu memperhatikan bahwa makanan atau bahan tertentu tampaknya memperburuk gejala ADHD pada anak, coba hilangkan dari pola mereka harian untuk melihat apakah benar makanan tersebut adalah sumber masalahnya atau bukan. 

Lemak Trans dan Terhidrogenasi

Makanan lain yang dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung adalah terhidrogenasi dan lemak trans. Ini sebagian besar adalah lemak yang diproduksi secara artifisial yang muncul di banyak makanan olahan dan makanan jadi. Contohnya termasuk margarin, makanan ringan dalam kemasan, makanan yang diproses, makanan cepat saji, beberapa pizza beku.

Sementara itu, makanan cepat saji dan makanan olahan juga cenderung tinggi tambahan gula, garam, kalori, dan bahan tambahan kimia serta pengawet. Jenis makanan ini memiliki nilai gizi yang sedikit atau tidak sama sekali.

Referensi:
ADDitude Magazine. Diakses pada 2021. Your ADHD Diet: What to Eat For Symptom Control.
Healthline. Diakses pada 2021. Diet Tips and Snack Ideas for Kids with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).