• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tips Menghindari Stres Saat Karantina Diri di Rumah

Tips Menghindari Stres Saat Karantina Diri di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Sejak hari Senin yang lalu, tanggal 16 Maret 2020, banyak masyarakat Indonesia mulai menjalani self-quarantine atau karantina diri sesuai imbauan pemerintah. Harus tetap berada di rumah selama berhari-hari tentunya bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Self-quarantine tidak jarang mengakibatkan kebosanan, bahkan stres. Karena itu, yuk intip tips-tips di sini supaya tidak stres saat karantina diri di rumah .

Salah satu upaya pemerintah untuk menanggulangi wabah virus corona yang sedang melanda saat ini adalah dengan mengimbau masyarakat untuk tinggal di rumah selama 14 hari atau 2 minggu. Cara ini dipercaya dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona. Dengan tetap tinggal di rumah, secara otomatis kita tidak berinteraksi atau bertemu dengan orang banyak yang mana hal tersebut dapat menjadi cara bagi virus untuk menyebar. 

Untuk mendukung upaya pemerintah tersebut, berbagai perusahaan dan lembaga pun menerapkan sistem working from home, belajar dari rumah dan beribadah di rumah sampai kondisi kembali kondusif.

Baca juga: Hadapi Virus Corona, Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan

Namun, karantina diri di rumah bisa menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian besar orang, apalagi orang-orang yang sehari-harinya memang terbiasa aktif dan punya tingkat mobilitas yang tinggi. Meski sudah mempersiapkan diri dengan persediaan makanan, persediaan film untuk ditonton, dan berbagai aktivitas lain untuk dilakukan, orang yang menjalani self-quarantine bisa diliputi oleh kebosanan yang hebat, perasaan terkekang atau tidak bebas, dan kekhawatiran akan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Karena itu, penting sekali di masa-masa seperti sekarang ini untuk menjaga pikiran tetap positif agar terhindar dari stres. Berikut  ini tips-tipsnya:

1. Fokus pada Manfaat Karantina Diri

Selalu ingat bahwa dengan mengkarantina diri di rumah, kamu melakukan bagianmu untuk menjaga orang-orang yang ada di lingkungan sekitar dan komunitas dari risiko penyebaran COVID-19. Dengan demikian, kamu pun juga ikut andil dalam meredakan wabah virus corona yang sedang berlangsung di Indonesia. 

Nah, menurut para penulis studi baru-baru ini tentang dampak psikologis karantina, memikirkan manfaat dan kebaikan yang bisa kamu berikan bagi banyak orang dengan melakukan self-quarantine ini setidaknya dapat mengurangi perasaan stres yang kamu rasakan.

Baca juga: Meski Sehat Social Distance Tetap Perlu Dilakukan

2. Tetap Lakukan Rutinitas Harian

Ada baiknya juga kamu tetap mempertahankan rutinitas harian kamu sama sebelum wabah ini terjadi. Misalnya, bangun pada jam yang sama seperti biasanya kamu bangun, makan pada jam yang sama, rutin berolahraga, dan pertahankan kebiasaan hidup sehat yang selama ini kamu miliki.

Dengan kata lain, kamu tetap melakukan rutinitas harian kamu sama seperti hari-hari biasa sebelumnya, hanya saja kali ini kamu melakukannya di rumah. Ingat, hindari bermalas-malasan dalam piyama sepanjang hari, makan berlebihan dan minum-minuman beralkohol. Menerapkan gaya hidup tidak sehat malah dapat berpengaruh buruk pada kesehatan kamu dan meningkatkan risiko untuk mengalami stres.

3. Buat Jurnal

Mendokumentasikan masa-masa yang “aneh” ini bisa menjadi kenang-kenangan sekaligus terapi, lho. Nantinya, kamu bisa mengenang dan melihat kembali, bahkan menceritakan kepada anak-anak atau cucu tentang self-quarantine yang pernah kamu lakukan di tahun 2020. Selain itu, menuliskan kekhawatiran kamu di atas buku juga memiliki efek yang sama seperti curhat dengan teman, lho, yang akan membantu kamu mengurangi stres dan melatih keseimbangan berpikir.

4. Jaga Pikiran Tetap Realistis dan Objektif

Selama masa karantina diri di rumah, kekhawatiran yang kamu rasakan mungkin berasal dari pikiran yang terlalu jauh atau mengada-ngada, seperti bagaimana bila wabah ini tidak berakhir dan karantina ini berlangsung selamanya? Hal ini malah akan membuat kamu semakin stres. Jadi, tetaplah berpikiran realistis dan positif, serta perbarui diri kamu dengan informasi-informasi terkini yang berasal dari sumber-sumber terpercaya, sehingga kamu bisa melewati masa yang sulit ini dengan baik.

5. Kerjakan Semua Tugas yang Tertunda

Nah, kamu juga bisa menggunakan waktu self-quarantine ini untuk menyelesaikan semua pekerjaan rumah yang selama ini tidak sempat kamu kerjakan, seperti merapihkan kebun, memperbaiki barang-barang di rumah, menulis buku, atau mendekorasi ulang rumah dengan bantuan Marie Kondo. Lihatlah masa ini sebagai kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang produktif. Memanfaatkan kesempatan daripada berfokus pada masalah yang sedang terjadi di luar sana dapat memberi dampak yang besar bagi kehidupan kamu.

Baca juga: Ini yang Harus Diperhatikan saat Isolasi di Rumah Terkait Virus Corona

Nah, itulah tips-tips yang bisa kamu coba untuk menghindari stres saat sedang karantina di rumah. Bila kamu punya masalah dalam pikiran dan ingin curhat, gunakan saja aplikasi Halodoc. Kamu bisa curhat ke psikolog terpercaya melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play. 

Referensi:
Today. Diakses pada 2020. Coronavirus outbreak: How to avoid going stir-crazy during self-quarantine.