Tips Pilih Obat Batuk untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Tips Pilih Obat Batuk untuk Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta – Semua yang terjadi pada ibu hamil dapat memengaruhi bayi dalam kandungan. Obat-obatan yang biasa digunakan pun bisa jadi membahayakan efeknya jika diminum saat hamil. Itulah sebabnya penanganan penyakit, yang sepele seperti batuk sekalipun, menjadi lebih rumit karena ibu hamil tidak boleh sembarangan minum obat. Lalu, bagaimana tips memilih obat batuk untuk ibu hamil?

Sebenarnya, tidak ada obat yang aman dan bebas efek samping. Obat yang aman dikonsumsi seorang ibu hamil pun bisa jadi tidak aman untuk dikonsumsi ibu hamil lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter di aplikasi Halodoc lewat Chat atau Voice/Video Call, sebelum memutuskan untuk minum obat apapun saat hamil, termasuk obat batuk yang dijual bebas.

Baca juga: Batuk Terus? Waspada Kanker Paru-paru

Dokter akan memberitahu dan meresepkan jenis obat yang aman untuk dikonsumsi. Kamu bisa membeli obatnya langsung melalui aplikasi Halodoc dan dalam waktu 1 jam, obat akan sampai di alamatmu. Pastikan untuk mengonsumsi obat tersebut sesuai dosis dan anjuran dari dokter.

Umumnya, ibu hamil tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat apapun dalam 12 minggu pertama kehamilan, atau pada trimester pertama. Sebab, fase ini merupakan fase terpenting untuk perkembangan organ bayi dalam kandungan, sehingga sangat rentan terhadap efek samping obat. 

Hindari juga mengonsumsi obat batuk atau obat lainnya yang mengandung beberapa bahan untuk mengobati banyak gejala sekaligus. Lebih baik, minumlah obat yang hanya mengobati gejala tertentu yang sedang dirasakan, tetapi tetap perlu berkonsultasi dahulu dengan dokter. 

Baca juga: 7 Jenis Batuk yang Perlu Diketahui

Jenis Obat Batuk yang Relatif Aman dan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

Beberapa jenis obat batuk yang akan disebutkan setelah ini relatif aman dikonsumsi ibu hamil, setelah melewati trimester pertama kehamilan. Namun, karena kondisi tubuh dan kehamilan setiap ibu itu berbeda-beda, ibu hamil tetap perlu berkonsultasi ke dokter sebelum memutuskan minum obat batuk apapun.

Berikut jenis-jenis obat batuk untuk ibu hamil yang relatif aman:

  • Obat luar seperti balsem atau minyak mentol gosok untuk dada, pelipis, dan di bawah hidung.

  • Strip hidung, berupa bantalan lengket yang membuka jalan napas yang padat.

  • Obat batuk tetes atau pelega tenggorokan.

  • Acetaminophen (paracetamol) untuk nyeri dan demam.

  • Kalsium karbonat (mylanta) atau obat serupa untuk mulas, mual, atau sakit perut.

  • Robitussin and Robitussin DM.

Baca juga: Alami Batuk Kering, Ini 5 Cara untuk Mengatasinya

Sementara itu, jenis obat batuk yang harus dihindari ibu hamil adalah:

  • Aspirin.

  • Ibuprofen.

  • Naproxen.

  • Kodein.

  • Bactrim.

Obat-obatan tersebut sebaiknya dihindari, kecuali jika dokter merekomendasikannya. Rekomendasi tersebut berdasarkan penilaian dokter bahwa risiko dan efek samping obat lebih bisa ditoleransi daripada risiko jika penyakit tidak segera diobati. Selain obat-obatan tadi, ibu hamil juga tidak diperbolehkan mengonsumsi obat batuk yang mengandung alkohol dan dekongestan pseudoephedrine serta phenylephrine, yang dapat mempengaruhi aliran darah ke plasenta.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2019. How to Treat a Cold or Flu When You’re Pregnant.
American Pregnancy. Diakses pada 2019. Cough And Cold During Pregnancy: Treatment And Prevention.