Trauma Kanak-Kanak Bisa Pengaruhi Karakter saat Dewasa

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Trauma kanak-Kanak Bisa Pengaruhi Karakter saat Dewasa

Halodoc, Jakarta - Ketika kamu diminta kembali untuk mengingat tentang masa kecilmu dulu, apa yang terlintas di benakmu? Apa memori yang paling berbekas di ingatan? Apa kenangan yang paling berharga, sehingga kamu ingin terus menyimpannya dan tidak ingin melupakannya? Beberapa anak memang melewatkan masa kecilnya dengan tertawa bersama orangtua, bersenang-senang dengan teman sebaya, bersenda gurau, dan bercanda dengan saudara. 

Namun, ada beberapa anak yang ternyata memiliki masa kecil yang kurang menyenangkan. Mereka diperlakukan dengan tidak baik oleh orangtuanya, selain itu menjadi korban ejekan atau bullying oleh teman-temannya, bahkan dikucilkan oleh sanak saudara. Tentunya, ingatan ini meninggalkan bekas yang mendalam, membuat trauma, dan menjadikan kenangan tersebut tidak ingin diingat dan dilupakan. 

Trauma Kanak-Kanan Ternyata Berdampak saat Dewasa

Kamu mungkin sudah tidak asing dengan trauma, suatu dampak yang terjadi sebagai akibat dari kejadian yang mungkin tidak baik. Kamu mungkin trauma dengan kecelakaan mobil, sepeda motor, hingga terjatuh dari ketinggian yang membuat kamu takut untuk kembali berhubungan dengan hal-hal tersebut. Namun, tidak sedikit yang menyadari bahwa ada trauma yang disebut dengan trauma kompleks. 

Baca juga: 5 Cara Tepat Sembuhkan Trauma Anak Korban Bencana

Trauma kompleks mengacu pada pengalaman masa kecil yang sifatnya halus, lambat menghilang., dan bisa jadi sangat berpengaruh terhadap pribadi seseorang yang mengalaminya. Trauma ini sangat sulit ditentukan, dijelaskan, atau diingat. Mereka bisa muncul dalam bentuk foto atau perasaan tidak percaya, bahkan ketika itu berhubungan dengan orang-orang yang tidak berbahaya. 

Trauma kompleks tidak selalu tentang apa yang terjadi pada seseorang, ini juga mengenai hal-hal yang tidak terjadi. Bisa jadi, orang yang mengalami trauma tidak dihargai sepantasnya atau tidak mendapatkan kepercayaan oleh orang dewasa di dalam kehidupan mereka. Siapa sangka, ternyata tumbuh kembang anak dengan trauma bisa pengaruhi karakter anak kala dewasa. Bagaimana bisa? 

Baca juga: Ini 3 Depresi pada Anak Broken Home

  • Trauma Bisa Menyusup Jauh ke dalam Tubuh dan Berkontribusi Terhadap Penyakit Kronis

Trauma kompleks yang terjadi pada masa anak-anak bisa menimbulkan luka fisik selain luka psikologis. Bahkan, trauma ini juga bisa berpengaruh pada kesehatan seseorang dalam jangka panjang. Dalam studi yang dilakukan oleh Virginia Commonwealth University School of Medicine, ditemukan bahwa riwayat trauma karena eksploitasi seksual berdampak pada risiko kanker yang lebih tinggi. Kaitan trauma ini juga berlaku pada penyakit lain, seperti jantung, hati, paru-paru, penyakit autoimun, hingga sakit kepala kronis. 

  • Trauma Bisa Merusak Hubungan Seseorang dengan Seksualitasnya

Tumbuh di lingkungan yang aman dan penuh perhatian memungkinkan anak belajar tentang tubuh dan masalah seksual dengan cara yang lebih baik. Sebaliknya, tidak adanya pengetahuan atau panutan positif terkait seks bisa berdampak buruk pada hubungan generasi muda dengan masalah seksualnya. Bahkan, semakin tinggi trauma kompleks yang terjadi pada anak, semakin besar kemungkinan mereka memiliki penyakit menular seksual. 

  • Pemahaman Seseorang tentang Waktu dan Kenyataan dapat Terdistorsi oleh Trauma Kompleks

Setiap orang memang punya ketakutan tersendiri, tetapi mereka yang mengalami trauma kompleks mungkin memiliki ketakutan yang sangat besar di masa lalu dan berdampak besar di masa depan. Celah ini semakin besar kemungkinannya jika seorang anak memiliki trauma kompleks yang signifikan, yang bisa mendorong remaja dengan trauma kompleks ini terlibat dalam perilaku nakal dan berbahaya. 

Baca juga: Trauma Masa Kecil, Apakah Benar Menjadi Pemicu OCD

Trauma pada anak tidak seharusnya dibiarkan. Segera lakukan penanganan dengan bertanya pada dokter atau membuat janji dengan dokter psikologis yang asli dan berpengalaman. Pakai aplikasi Halodoc, jadi orangtua bisa bertanya dan membuat janji lebih mudah, kapan dan di mana saja. 



Referensi: 
Psychology Today. Diakses pada 2019. Three Ways Childhood Trauma Affects Adulthood.
Help Guide. Diakses pada 2019. Helping Children Cope with Trauma.
Better Health Channel. Diakses pada 2019. Trauma and Children - Tips for Parents.