28 March 2019

Trigeminal Neuralgia Bisa Sebabkan Depresi, Benarkah?

Trigeminal Neuralgia Bisa Sebabkan Depresi, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Trigeminal neuralgia adalah penyakit yang menyebabkan nyeri di satu sisi wajah, terutama wajah bagian bawah. Umumnya trigeminal neuralgia disebabkan karena tekanan pembuluh darah pada saraf trigeminal yang berada di dekat batang otak. Saraf trigeminal bertanggung jawab untuk mentransmisikan sensasi sentuhan dan rasa sakit dari wajah ke otak.

Saraf trigeminal memiliki tiga cabang. Cabang pertama berfungsi membawa impuls saraf dari dahi, kelopak mata atas, dan mata ke otak. Cabang kedua bertanggung jawab untuk sensasi di kelopak mata bawah, pipi, lubang hidung, bibir atas, dan gusi atas. Sementara cabang ketiga mengontrol bibir bawah, gusi bawah, rahang, dan beberapa otot yang digunakan untuk mengunyah.

Baca Juga: Inilah Prosedur Penanganan Bagi Pengidap Trigeminal Neuralgia

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan trigeminal neuralgia. Salah satunya multiple sclerosis yang menyebabkan kerusakan lapisan saraf (selubung mielin), sehingga pengidapnya juga dapat mengalami trigeminal neuralgia. Tumor dan cedera pada saraf trigeminal akibat operasi mulut atau sinus, stroke, bisa juga menjadi penyebab dari trigeminal neuralgia.

Gejala Trigeminal Neuralgia

Rasa sakit yang dirasakan pengidap akan terasa seperti sengatan listrik. Nyeri umumnya terjadi pada satu sisi wajah dan dapat muncul apabila disentuh. Bahkan suara yang kencang dan hembusan angin bisa menimbulkan nyeri. Pemicu munculnya nyeri juga dapat disebabkan karena menggosok gigi, mencukur jenggot, merias wajah, makan atau minum, dan berbicara.

Baca Juga: Benarkah Suntikan Botox Bisa Mengurangi Sakit Pengidap Trigeminal Neuralgia?

Timbulnya rasa sakit berlangsung selama beberapa detik, menit, hari, minggu, hingga hitungan bulan. Kondisi ini dapat berkembang dengan frekuensi rasa sakit yang terus bertambah. Sisi kanan wajah cenderung lebih sering terasa nyeri dibandingkan sisi kiri.

Apakah Trigeminal Neuralgia Bisa Sebabkan Depresi?

Ya, trigeminal neuralgia bisa membuat pengidapnya mengalami depresi. Penyakit ini bersifat progresif, artinya kondisi cenderung memburuk dari waktu ke waktu. Pada awalnya, rasa sakit terbatas pada rahang atas atau bawah sehingga pengidapnya menganggapnya sebagai masalah gigi. Nyeri hebat yang dialami pengidapnya bisa melemahkan kondisi. Itu mengapa pengidap trigeminal neuralgia menghindari aktivitas normal karena khawatir gejala nyeri akan muncul kembali. Kondisi inilah yang dapat memicu depresi.

Baca Juga: Perawatan Rumahan untuk Mengatasi Trigeminal Neuralgia

Itulah informasi seputar trigeminal neuralgia yang perlu diketahui. Apabila kamu ingin bertanya tentang penyakit lainnya, diskusikan saja dengan dokter Halodoc. Pakai  fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!