22 October 2018

Udara Dingin Bisa Sebabkan Rematik Kambuh, Mitos atau Fakta?

Udara Dingin Bisa Sebabkan Rematik Kambuh, Mitos atau Fakta?

Halodoc, Jakarta - Istilah ‘kedinginan sampai masuk ke tulang’ kadang terlontar dari orang yang merasa dingin hingga terasa menusuk-nusuk tulang. Ternyata, kondisi ini sebenarnya sangat mungkin dialami oleh para pengidap rematik, lho. Ya, banyak dari mereka yang mengeluh nyeri rematiknya kambuh ketika terjadi perubahan cuaca, terutama dari panas ke dingin. Sebenarnya, hal ini mitos atau fakta ya?

Memang tidak semua pengidap rematik mengalami hal yang sama ketika berada di lingkungan dengan udara dingin. Itulah mengapa hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan ahli. Namun, Robert Newlin Jamison, seorang profesor dari departemen psikiatri dan anestesiologi, Harvard Medical School, mengungkapkan bahwa rematik yang kambuh saat cuaca dingin terjadi akibat adanya perubahan tekanan udara.

Kondisi ini ia analogikan sebagai berikut, jaringan yang ada di sekitar sendi berbentuk seperti balon besar dan terdapat sendi di dalamnya. Maka dari itu, ketika terjadi penurunan suhu udara di sekitar, tekanan udara dari luar akan menekan balon tersebut dan membuat jaringan di sekitar menjadi semakin membesar. Pembesaran jaringan inilah yang membuat beban sendi bertambah dan memunculkan rasa nyeri.

Kendati demikian, Jamison menyatakan bahwa teori tersebut belum terbukti sepenuhnya untuk menjelaskan mengapa rematik kambuh ketika suhu udara berubah menjadi dingin. Menurutnya, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui alasan pastinya.

Bagaimana Mengatasinya?

Jika cuaca dingin membuat sendi-sendi terasa nyeri, beberapa cara berikut dapat dilakukan untuk meringankannya.

1. Melakukan Olahraga Ringan

 

 

Cuaca dingin biasanya membuat orang malas melakukan apa-apa. Meringkuk sambil membalut tubuh dengan selimut tebal biasanya menjadi pilihan. Namun, bagi kamu yang memiliki rematik, berdiam diri saja ketika cuaca dingin tidak akan bisa mengusir rasa nyeri yang terjadi.

Lakukanlah olahraga atau gerakan-gerakan ringan, seperti misalnya gerakan pemanasan mudah yang biasa dilakukan sebelum olahraga. Tujuannya tentu saja adalah untuk membuat tubuh menjadi hangat kembali dan melancarkan aliran darah. Namun, hindari olahraga berat yang terlalu menguras tenaga dan memforsir sendi, ya. Sebab dikhawatirkan akan memicu cedera.

2. Perbaiki Pola Tidur

 

 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat membuat nyeri dan mood pengidap rematik menjadi semakin buruk. Itulah mengapa jika rematik yang kamu miliki terlampau sering kambuh ketika berada di lingkungan bersuhu dingin, bisa jadi itu merupakan tanda bahwa kamu memiliki pola tidur yang kurang baik. Semakin berkualitas dan cukupnya waktu tidur di malam hari akan membuat nyeri sendi akibat rematik semakin berkurang.

3. Hindari Stres

 

 

Jangan anggap remeh, stres dapat menjadi akar dari segala macam penyakit. Rematik pun salah satunya. Mood dan emosi yang tidak stabil biasanya akan memicu, dan bahkan membuat rasa sakit ketika rematik kambuh semakin parah. Untuk itu, cobalah untuk sebisa mungkin menghindari stres, dengan cara melakukan hal atau kegiatan yang disukai, ketika mulai merasa jenuh dengan aktivitas sehari-hari.

Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal rematik atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu 1 jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: