• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Udara Dingin Bisa Sebabkan Rematik Kambuh, Mitos atau Fakta?

Udara Dingin Bisa Sebabkan Rematik Kambuh, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Istilah "kedinginan sampai masuk ke tulang" kadang terlontar dari orang yang merasa dingin hingga terasa menusuk-nusuk tulang. Ternyata, kondisi ini sebenarnya sangat mungkin dialami oleh para pengidap rematik, lho. Ya, banyak dari mereka yang mengeluh nyeri rematiknya kambuh ketika terjadi perubahan cuaca, terutama dari panas ke dingin. Sebenarnya, hal ini mitos atau fakta ya?

Memang tidak semua pengidap rematik mengalami hal yang sama ketika berada di lingkungan dengan udara dingin. Itulah mengapa hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan ahli. Namun, Robert Newlin Jamison, seorang profesor dari departemen psikiatri dan anestesiologi, Harvard Medical School, mengungkapkan bahwa rematik yang kambuh saat cuaca dingin terjadi akibat adanya perubahan tekanan udara.

Kondisi ini ia analogikan sebagai berikut, jaringan yang ada di sekitar sendi berbentuk seperti balon besar dan terdapat sendi didalamnya. Maka dari itu, ketika terjadi penurunan suhu udara di sekitar, tekanan udara dari luar akan menekan balon tersebut dan membuat jaringan di sekitar menjadi semakin membesar. Pembesaran jaringan inilah yang membuat beban sendi bertambah dan memunculkan rasa nyeri.

Kendati demikian, Jamison menyatakan bahwa teori tersebut belum terbukti sepenuhnya untuk menjelaskan mengapa rematik kambuh ketika suhu udara berubah menjadi dingin. Menurutnya, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui alasan pastinya.

Perubahan pada Saraf Tubuh Saat Cuaca Dingin

Di sisi lain, Dr Vagg, seorang dosen senior klinis di Deakin’s School of Medicine and Pain Specialist juga tidak percaya bahwa rematik yang kambuh saat cuaca dingin terjadi akibat adanya perubahan tekanan udara. Menurutnya, tekanan barometrik yang ekstrem seperti yang bisa terjadi bila kamu pergi ke puncak pegunungan Everest atau menyelam hingga di kedalaman 50 meter, tentu bisa menyebabkan nyeri sendi. Namun, tekanan barometrik yang ada pada ketinggian normal dianggap tidak terlalu berpengaruh pada kondisi rematik.

Menurut Dr Vagg, alasan yang lebih masuk akal untuk menjelaskan mengapa rematik kambuh di saat cuaca dingin adalah karena udara dingin dapat memicu perubahan pada tubuh yang akhirnya memberikan efek samping yaitu memperkuat sinyal rasa nyeri dari persendian.

Di dalam tubuh kita, terdapat saraf simpatik yaitu bagian dari sistem tubuh yang berperan dalam mempertahankan fungsi internalnya secara otomatis. Ketika dingin, saraf-saraf tersebut akan mengerutkan pembuluh darah di berbagai bagian tubuh untuk meminimalkan kehilangan panas, sehingga membantu inti tubuh (di mana organ-organ vital berada) tetap hangat. Namun, peningkatan aktivasi saraf-saraf tersebut di sekitar sendi sebagai respons terhadap cuaca dingin juga dapat mengakibatkan meningkatnya rasa sakit pada orang-orang yang memiliki kondisi tertentu, seperti rematik.

Namun, udara dingin bukan satu-satunya faktor yang harus disalahkan, rematik yang kambuh saat musim dingin mungkin juga disebabkan oleh penurunan mood dan berkurangnya aktivitas fisik. Banyak orang mengalami penurunan mood saat cuaca dingin, dan suasana hati yang tidak baik atau stres diketahui memiliki kaitan dengan tingkat nyeri yang lebih tinggi. Selain itu, udara dingin juga membuat banyak orang malas untuk tetap aktif bergerak. Padahal, imobilitas atau kurangnya aktivitas fisik dapat membuat rematik bertambah parah. Hal ini karena jarang bergerak dapat mengurangi kelancaran aliran nutrisi dan oksigen ke sendi.

Baca juga: Mandi Malam Hari Bisa Sebabkan Rematik?

Bagaimana Mengatasinya?

Jika cuaca dingin membuat sendi-sendi terasa nyeri, beberapa cara berikut dapat dilakukan untuk meringankannya.

  1. Melakukan Olahraga Ringan

Cuaca dingin biasanya membuat orang malas melakukan apa-apa. Meringkuk sambil membalut tubuh dengan selimut tebal biasanya menjadi pilihan. Namun, bagi kamu yang memiliki rematik, berdiam diri saja ketika cuaca dingin tidak akan bisa mengusir rasa nyeri yang terjadi.

Lakukanlah olahraga atau gerakan-gerakan ringan, misalnya gerakan pemanasan mudah yang biasa dilakukan sebelum olahraga. Tujuannya tentu saja adalah untuk membuat tubuh menjadi hangat kembali dan melancarkan aliran darah. Namun, hindari olahraga berat yang terlalu menguras tenaga dan memforsir sendi, ya. Sebab dikhawatirkan akan memicu cedera.

Baca juga: Rematik Terasa Mengganggu? Yoga Saja!

  1. Perbaiki Pola Tidur

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat membuat nyeri dan mood pengidap rematik menjadi semakin buruk. Itulah mengapa jika rematik yang kamu miliki terlampau sering kambuh ketika berada di lingkungan bersuhu dingin, bisa jadi itu merupakan tanda bahwa kamu memiliki pola tidur yang kurang baik. Semakin berkualitas dan cukupnya waktu tidur di malam hari akan membuat nyeri sendi akibat rematik semakin berkurang.

  1. Hindari Stres

Jangan anggap remeh, stres dapat menjadi akar dari segala macam penyakit. Rematik pun salah satunya. Mood dan emosi yang tidak stabil biasanya akan memicu, bahkan membuat rasa sakit ketika rematik kambuh semakin parah. Untuk itu, cobalah untuk sebisa mungkin menghindari stres, dengan cara melakukan hal atau kegiatan yang disukai, ketika mulaii merasa jenuh dengan aktivitas sehari-hari.

Baca juga: 5 Makanan Pantangan Rematik yang Harus Dihindari

Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal rematik atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Chat with A Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Referensi:
NSI Stem Cell. Diakses pada 2020. The Barometric Pressure and Pain Connection.
ABC. Diakses pada 2020. Arthritis: Does cold weather make it worse?