Ukur Gula Darah Puasa, Berapa Batas Normalnya?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ukur Gula Darah Puasa, Berapa Batas Normalnya?

Halodoc, Jakarta - Kita semestinya harus selalu menjaga kadar gula darah normal dalam tubuh. Alasannya sih sederhana, sebab gula darah yang normal bisa menunjang kinerja tubuh, membuat tubuh tetap sehat, dan memangkas risiko berbagai penyakit, terutama diabetes. Nah, saat memasuki bulan puasa, kira-kira berapa kadar gula darah saat puasa yang normal, ya?

Sebenarnya, kadar gula darah normal tidak selalu berpatokan pada satu angka baku. Sebab, kadar gula darah bisa berubah-ubah, contohnya saat sebelum atau sesudah makan atau saat waktunya tertidur.

Baca juga: 2 Cara Sederhana Mengendalikan Gula Darah

Berapa Kadar Gula Darah Saat Berpuasa?

Seperti penjelasan di atas, kadar gula darah dalam tubuh tak selalu sama tiap waktunya. Lalu, berapa kisaran kadar gula darah normal pada tubuh?

  • Sebelum makan: kira-kira sekitar 70–130 miligram per desliter.

  • Dua jam sesudah makan: kurang dari 140 miligram per desliter.

  • Setelah tidak makan (puasa) selama setidaknya 8 jam: kurang dari 100 miligram per desliter.

  • Menjelang tidur: sekitar 100–140 miligram per desliter.

Untuk wilayah negara kita, setidaknya puasa berlangsung kurang lebih selama 13 jam. Waktunya dihitung mulai dari imsak sampai menjelang azan Magrib. Jadi, dengan kata lain kadar gula darah saat puasa di bulan Ramadan yang normal kira-kira masih berkisar kurang dari 100 miligram per desliter..

Yang perlu diingat, pemeriksaan gula darah diperlukan untuk menjaga kadar gula darah dalam batas normal sekaligus mencegah kadar gula darah rendah (hipoglikemia). Untuk pengidap diabetes, terdapat titik-titik krusial untuk mengetahui puasa yang berisiko atau tidak.

Karena itu, pemeriksaan gula darah penting dilakukan pengidap diabetes saat menjalani ibadah puasa. Waktu yang dimaksud, yaitu sebelum berbuka puasa dan dua jam setelah berbuka puasa, sebelum tidur, dan sesudah sahur dan di tengah hari.

Tips Mengatasi Kelebihan Gula Darah

Kadar gula darah yang melebihi batas normal bisa menandai prediabetes, tapi belum dikategorikan ke diabetes tipe 2. Namun, pengidap prediabetes bisa mengalami diabetes tipe 2, bila tak segera mengubah gaya hidupnya. Lalu, bagaimana sih cara mengatasi kelebihan gula darah?

Baca juga: Inilah Tanda-tanda Kalau Kamu Kelebihan Gula Darah

Kurangi Karbohidrat dan Gula

Pola makan memegang peranan penting untuk mengendalikan gula darah. Apalagi bagi mereka yang termasuk dalam prediabetes. Nah, pengidap prediabetes bisa mengubah pola makannya dengan mengurangi asupan karbohidrat sederhana. Contohnya, terigu, nasi putih, roti, atau mi.

Selain karbohidrat, kurangi pula asupan gula dalam menu harian. Bila perlu, ganti pemanis yang biasa kamu gunakan dengan pemanis rendah kalori dan bebas gula yang lebih menyehatkan. Di samping itu, perbanyaklah asupan sayur, buah-buahan, dan protein tanpa lemak.

Turunkan Berat Badan

Bagi dirimu yang memiliki masalah berat badan berlebih, berusahalah untuk menurunkan berat badan, hingga mencapai berat ideal. Meski enggak gampang, tapi penurunan beberapa kilogram sudah bisa membuat perbedaan besar pada gula darah.

Rutin Berolahraga

Selain makanan, olahraga juga enggak kalah penting untuk mengatasi naiknya gula darah. Tak perlu olahraga intensitas tinggi kok untuk memulainya. Kamu bisa memilih jalan cepat paling tidak selama 30 menit setiap, lima hari dalam seminggu. Aktivitas fisik ini bisa membantu untuk untuk mencegah kenaikan gula darah setelah makan. Menariknya lagi, otot yang aktif setelah olahraga akan menggunakan insulin lebih efektif.

Baca juga: 5 Olahraga untuk Mengontrol Gula Darah

Cukupi Kebutuhan Tidur

Orang yang tidur kurang dari enam jam setiap malam selama enam tahun, berisiko empat lebih besar mengalami prediabetes, karena lonjakan gula darah. Kurang tidur juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami resistensi insulin, lho.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!