• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaksin Kucing Kesayangan, Sebaiknya Umur Berapa?

Vaksin Kucing Kesayangan, Sebaiknya Umur Berapa?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Memelihara kucing menjadi cara yang dilakukan untuk menghilangkan rasa kesepian. Sebaiknya kamu perlu memerhatikan kesehatan hewan peliharaanmu, khususnya kucing agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Pastikan kamu rutin membawanya ke dokter hewan dan lakukan vaksinasi pada kucing kesayanganmu agar kesehatannya terjaga.

Baca juga: 3 Hewan Rumahan yang Bisa Membawa Penyakit

Ada berbagai penyakit yang dialami oleh kucing, salah satunya adalah jamur kulit. Bahayanya, beberapa penyakit pada kucing dalam menular pada manusia, lho! Jadi, tidak ada salahnya untuk mengetahui lebih banyak mengenai vaksinasi dan kesehatan hewan kesayangan kamu.

Umur yang Tepat untuk Vaksin Kucing Kesayangan

Pemberian vaksin pada kucing dapat menghindari kucing dari berbagai penyakit yang mematikan maupun dapat menular pada manusia. Melakukan vaksinasi kesehatan pada kucing menjadi pencegahan utama untuk menghindari berbagai penyakit pada hewan peliharaan. 

Tidak hanya pada manusia, vaksinasi yang diberikan pada hewan dapat membantu meningkatkan imunitas hewan. Vaksinasi pada kucing perlu diberikan dalam dua tahap usianya. Vaksinasi dapat diberikan pada anak kucing dengan usia 6-8 minggu. Melakukan vaksinasi terlalu dini pada kucing tidak berjalan optimal. Hal ini disebabkan anak kucing yang baru dilahirkan mendapatkan antibodi ketika anak kucing mengonsumsi susu dari ibunya.

Tahap kedua pada usia tiga bulan, kucing harus mendapatkan vaksinasi ulangan agar sistem kekebalan tubuh mereka menjadi lebih optimal. Setelah tahapan yang kedua, kucing memerlukan vaksinasi ulang secara rutin setiap tahun.

Baca juga: 5 Penyakit yang Ditularkan dari Hewan

Waspada Penyakit Kucing yang Menular pada Manusia

Tidak ada salahnya untuk merawat kucing peliharaan kamu dengan baik. Hal ini untuk menghindari beberapa penyakit kucing yang dapat menular pada manusia, seperti:

1. Jamur Kulit

Kucing yang tidak dirawat dengan baik dapat mengalami penyakit jamur kulit. Jamur kulit, yang dikenal juga dengan ringworm dapat menular pada manusia. Jamur kulit yang dialami kucing rentan menular pada anak kecil atau seseorang yang memiliki usia lanjut. Lakukan beberapa pencegahan agar jamur kulit pada kucing tidak menular pada manusia, dengan rutin memberikan vaksin pada hewan, memberikan makanan yang bernutrisi dan bersih, cuci tangan setelah bermain dengan hewan peliharaan, dan jangan mencium atau sering menyentuh bagian mulut hewan.

2. Toksoplasma

Toksoplasma menjadi penyakit yang paling umum dapat ditularkan oleh kucing. Toksoplasma dapat menular pada manusia melalui feses kucing atau tanah yang tercemar parasit protozoa Toxoplasma gondii. Toksoplasma umumnya ditularkan dari hewan ke manusia. Pada ibu hamil yang mengalami toksoplasma, parasite ini dapat menular pada bayi dalam kandungan.

3. Scabies

Penyakit lainnya yang dapat ditularkan dari kucing pada manusia adalah scabies. Scabies menjadi penyakit yang dapat menyerang bagian kulit kucing. Penyebab penyakit scabies pada kucing adalah infeksi ektoparasit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei

Baca juga: Kenali Scabies, Penyakit Kulit Akibat Kutu Hewan

Umumnya, pada manusia, gejala dirasa beragam sesuai dengan jenis penyakit yang ditularkan oleh hewan peliharaan. Tidak ada salahnya untuk segera kunjungi rumah sakit terdekat jika kamu mengalami gejala seperti, perubahan pada kulit yang menjadi gatal atau kemerahan, dan pembengkakan pada kelenjar getah bening. Kini kamu bisa membuat janji dengan dokter lebih mudah melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals. Diakses pada 2020. Vaccinating Cats and Kittens
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Parasites – Toxoplasmosis
Animed Direct. Diakses pada 2020. What Diseases Can I Catch From My Cat?