27 February 2019

Volume Suara yang Merusak Pendengaran

Volume Suara yang Merusak Pendengaran

Halodoc, Jakarta – Kebiasaan mendengarkan suara yang memiliki volume keras merupakan salah satu kebiasaan yang bisa merusak pendengaran. Nyatanya, tingkat kebisingan dan lama waktu mendengarkan suara keras bisa menyebabkan gangguan pendengaran secara permanen. Lantas, volume suara seperti apa yang bisa menyebabkan kondisi tersebut?

Mendengarkan suara keras dalam waktu singkat, seperti ledakan bisa menyebabkan pendengaran rusak. Kondisi ini juga bisa terjadi karena terbiasa mendengarkan suara keras terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Salah satu gangguan pendengaran yang bisa terjadi karena suara keras adalah gendang telinga pecah.

Gendang telinga pecah merupakan satu kondisi yang menyebabkan terjadinya robek atau lubang pada lapisan di bagian tengah saluran telinga yang disebut membrane timpani. Bagian ini berfungsi untuk mendeteksi suara dan mengubahnya menjadi getaran yang kemudian diubah menjadi sinyal untuk dikirim ke otak. Kondisi gendang telinga pecah bisa menyebabkan munculnya lubang atau robekan pada gendang telinga. Kemudian, muncul beberapa gejala berupa gangguan pendengaran dan rasa sakit pada telinga.

Baca juga: Serangan Bom Bisa Sebabkan Gangguan Gendang Telinga

Satuan pengukuran kebisingan suara adalah desibel (dB). Semakin tinggi kebisingan suara, maka akan semakin tinggi ukuran desibel. Suara yang memiliki desibel tinggi memiliki kemungkinan menyebabkan kerusakan pada telinga. Kemampuan pendengaran manusia disebut bisa menurun dan rusak jika terpapar suara lebih dari 85 dB secara terus-menerus.

Jenis-jenis suara yang tergolong keras adalah alat pengering rambut alias hair-dryer serta blender yang memiliki kebisingan 80-90 dB. Ada juga suara yang tergolong sangat keras sekali, yaitu memiliki desibel di atas 90. Alat pemotong rumput, suara maksimal dari pemutar musik, bor, kereta bawah tanah, sepeda motor, dan gergaji adalah kelompok alat yang menghasilkan suara sangat keras sekali. Selain itu, ada juga jenis suara yang menyakitkan, yaitu memiliki desibel di atas 120. Jenis suara ini, di antaranya suara kembang api kurang dari 1 meter, senjata api, sirine, serta pesawat jet lepas landas.

Baca juga: 5 Hal yang Bisa Menyebabkan Gendang Telinga Pecah

Penyebab Gendang Telinga Pecah

Selain paparan suara yang terlalu keras, ada hal lain yang bisa menyebabkan seseorang mengalami gendang telinga pecah. Di antaranya:

1. Infeksi

Salah satu penyebab paling sering pecahnya gendang telinga adalah infeksi yang menyebabkan penumpukan cairan di telinga bagian tengah. Hal itu kemudian bisa menyebabkan tekanan yang pada kondisi tersebut menjadi pemicu munculnya robekan pada gendang telinga.

2. Cedera

Cedera pada bagian telinga juga bisa menjadi pemicu gendang telinga pecah. Ada banyak yang bisa menyebabkan seseorang mengalami cedera pada telinga, mulai dari terkena pukulan, kecelakaan saat berkendara, hingga berolahraga.

Baca juga: 6 Cara Menjaga Kesehatan Telinga

3. Tekanan

Melakukan aktivitas yang meningkatkan tekanan pada telinga merupakan salah satu penyebab gendang telinga pecah. Ada banyak aktivitas yang bisa memberikan tekanan berlebih, misalnya menyelam, naik pesawat, berkendara ke tempat tinggi, ataupun mendaki gunung. Pasalnya, seluruh aktivitas tersebut bisa menyebabkan perubahan tekanan akibat ketinggian yang memicu robekan pada gendang telinga.

4. Sembarangan Membersihkan Telinga

Salah satu kebiasaan yang bisa meningkatkan risiko gendang telinga pecah adanya sembarangan dalam membersihkan telinga. Sebab, kebiasaan membersihkan telinga bisa memberi luka goresan dan menyebabkan robek pada gendang telinga.

Cari tahu lebih lanjut seputar gendang telinga pecah, dan apa saja bahayanya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!