Waspada 4 Faktor yang Tingkatkan Risiko Neutropenia

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Waspada 4 Faktor yang Tingkatkan Risiko Neutropenia

Halodoc, Jakarta – Nyatanya, mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi tinggi dapat membantu kamu untuk menjaga kesehatan tubuh kamu. Kondisi ini tentu akan menghindari kamu dari kondisi kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi yang terjadi pada seseorang dapat meningkatkan risiko penyakit, salah satunya adalah neutropenia.

Baca juga: Jalani Kemoterapi Bisa Sebabkan Neutropenia, Ini Alasannya

Kondisi neutropenia merupakan dimana jumlah neutrofil dalam sel darah putih menurun. Kurangnya jumlah neutrofil dapat membuat tubuh sulit melawan infeksi maupun bakteri yang masuk dalam tubuh. Jika tidak diatasi, tubuh rentan alami infeksi. Tidak ada salahnya ketahui faktor-faktor yang meningkatkan seseorang alami neutropenia.

Inilah Faktor yang Dapat Tingkatkan Neutropenia

Umumnya, orang dewasa dikatakan mengalami neutropenia ketika dalam tubuh hanya memiliki neutrofil kurang dari 1500 per microliter. Sedangkan pada anak-anak, jumlah neutrofil yang dibutuhkan dalam tubuh sangat beragam tergantung dari usia anak.

Seseorang yang memiliki penyakit kanker akan melewati beberapa tahap pengobatan, salah satunya kemoterapi. Namun, pengobatan kemoterapi dapat meningkatkan risiko seseorang alami penyakit neutropenia. Tidak hanya pengidap kanker, seseorang dengan beberapa penyakit, seperti tuberkulosis, demam berdarah, sepsis dan hepatitis juga rentan alami penyakit neutropenia. Ketahui faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang alami penyakit neutropenia, yaitu:

1. Penyakit pada Tulang Sumsum

Neutrofil diproduksi pada tulang sumsum. Gangguan pada tulang sumsum dapat memengaruhi jumlah neutrofil pada tubuh. 

2. Kekurangan Nutrisi dan Vitamin

Kekurangan nutrisi dan vitamin dapat menyebabkan seseorang mengalami kekurangan neutrofil di dalam tubuh. Tidak ada salahnya untuk atur pola makan agar makanan yang dikonsumsi dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh kamu.

3. Adanya Kondisi Autoimun

Adanya penyakit autoimun yang diidap juga meningkatkan risiko penyakit neutropenia. Kondisi ini disebabkan sistem imun yang menargetkan neutrofil dalam tubuh untuk dirusak. Ketahui beberapa penyakit autoimun yang sebabkan neutropenia, seperti penyakit lupus, penyakit crohn dan rheumatoid arthritis.

4. Penggunaan Obat

Neutrofil mengalami kerusakan akibat pengaruh pengonsumsian jenis obat tertentu, seperti obat antibiotik, obat tekanan darah, dan obat psikiatri. Sebaiknya konsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter.

Baca juga: Perlu Tahu, Inilah 4 Jenis Neutropenia

Kenali Gejala dari Penyakit Neutropenia

Penyakit neutropenia tidak menimbulkan gejala khusus pada pengidapnya. Bahkan, seringnya penyakit neutropenia ditemukan ketika seseorang sedang melakukan pengecekan darah untuk memastikan penyakit lain pada tubuh.

Biasanya, gejala yang muncul adalah gejala penyebab atau penyakit lain yang dialami oleh pengidap neutropenia. Semakin rendah neutrofil di dalam tubuh, gejala yang muncul juga berbeda-beda tiap pengidapnya.

Demam menjadi gejala umum terjadinya pada kondisi infeksi. Infeksi terjadi akibat rendahnya neutrofil dalam tubuh, sehingga tidak ada salahnya lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika mengalami demam yang disertai dengan kondisi ruam atau luka yang muncul pada area mulut.

Baca juga: Alami Neutropenia, Ini Jenis Pengobatan yang Bisa Dilakukan

Tidak hanya luka yang muncul sebagai infeksi, ada kondisi yang muncul sebagai infeksi pada pengidap neutropenia, seperti bisul, bintik merah, dan luka yang tidak sembuh dalam waktu yang cukup lama.

Jangan khawatir, pencegahan yang dilakukan untuk menghindari penyakit ini di rumah, yaitu menjaga kebersihan mulut dan mengatasi luka yang terjadi pada tubuh serta segera lakukan pengobatan pada demam di atas 38 derajat Celcius.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Neutropenia
Web MD. Diakses pada 2019. Neutropenia
Healthline. Diakses pada 2019. Neutropenia