Musim Pancaroba, Waspada Batuk Berdahak Menyerang

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
musim-pancaroba-waspada-batuk-berdahak-menyerang-halodoc

Halodoc, Jakarta – Perubahan cuaca yang sangat cepat di musim pancaroba seperti sekarang ini, memang bisa bikin orang gampang jatuh sakit. Bagaimana tidak? Sebentar cuaca panas, sebentar lagi turun hujan. Hal ini tentu saja bisa membuat sistem kekebalan tubuh kita lama-kelamaan menjadi drop, sehingga rentan terserang penyakit. Salah satu “penyakit langganan” yang sering sekali muncul di musim pancaroba adalah batuk berdahak. Jenis batuk ini berbeda dari batuk kering, sehingga perlu diobati dengan cara yang berbeda pula. 

Yuk, simak penjelasan lebih lanjut tentang batuk berdahak dan cara mengobatinya di sini.

Baca juga: 7 Jenis Batuk yang Perlu Diketahui

Mengenal Batuk Berdahak

Pada dasarnya, batuk adalah upaya tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang terdapat dalam sistem pernapasan. Saat debu, polusi atau alergen (zat pemicu alergi) masuk ke dalam sistem pernapasan, otak akan mengirim sinyal ke otot-otot di dada dan perut. Ketika otot-otot tersebut berkontraksi, udara akan menyembur melalui sistem pernapasan untuk mendorong keluar benda asing tersebut. Inilah yang dinamakan batuk. 

Pada kasus batuk berdahak, tubuh menghasilkan lebih banyak dahak atau lendir pada saluran pernapasan. Nah, batuk merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan lendir dari sistem pernapasan, sehingga kamu bisa bernapas lebih mudah.

Penyebab Batuk Berdahak

Batuk berdahak biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Ketika saluran pernapasan terinfeksi, misalnya saat kamu sedang flu, tubuh akan menghasilkan lebih banyak lendir. Gunanya adalah untuk mengeluarkan organisme penyebab infeksi. Itulah mengapa saat mengalami batuk berdahak, kamu disarankan untuk membuang dahaknya bukan menelannya. Menelan dahak justru akan memperlambat penyembuhan. 

Berikut ini berbagai kondisi yang bisa memunculkan gejala batuk berdahak, antara lain:

  • Pneumonia

Pneumonia merupakan penyakit radang paru-paru akibat infeksi virus, bakteri atau jamur. Batuk yang muncul awalnya tidak berdahak, tetapi setelah beberapa hari, batuk akan menjadi berdahak dan bisa bercampur darah.

  • Bronkitis

Bronkitis adalah peradangan pada lapisan dalam dinding bronkus, yaitu saluran di bawah tenggorokan yang menyambung ke paru-paru. Batuk berdahak akibat bronkitis memiliki ciri-ciri dahak tebal dan berwarna.

  • Asma

Asma adalah penyakit menahun yang juga sering menyebabkan pengidapnya mengalami batuk berdahak disertai sesak napas. Batuk berdahak pada asma biasanya muncul saat gejala asma kambuh dan lebih sering terjadi di malam hari. 

Cara Mengobati Batuk Berdahak

Cara mengobati batuk berdahak tergantung pada penyebabnya. Apabila batuk berdahak disebabkan oleh virus, seperti penyakit flu, maka tidak perlu pengobatan khusus. Kamu hanya perlu minum banyak air putih dan beristirahat. Namun, bila penyebab batuk berdahak adalah bakteri, maka kamu bisa mengonsumsi antibiotik sesuai resep dokter. 

Baca juga: Ibu Perlu Tahu, Begini Cara Redakan Batuk Berdahak pada Anak

Bila batuk berdahak yang kamu alami cukup parah sampai mengganggu aktivitas, kamu bisa mengonsumsi obat batuk ekspektoran, seperti bromhexine HCl dan guaifenesin. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi kekentalan dahak, sehingga dahak lebih mudah dikeluarkan. Agar obat bisa bekerja dengan efektif, kamu sebaiknya mengonsumsi obat secara rutin dan sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan.

Periksakan diri ke dokter bila batuk berdahak sudah berlangsung lebih dari seminggu dan tidak kunjung sembuh juga setelah minum obat. Waspadai juga batuk berdahak yang disertai gejala-gejala seperti muncul bercak darah, dahak berwarna hijau atau kuning, sesak napas, berkeringat dingin di malam hari dan demam tinggi. Sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan.

Baca juga: Batuk Berdahak Tak Mereda, Waspada Bronkiektasis

Nah, beli obat batuknya lewat aplikasi Halodoc saja. Enggak usah repot-repot keluar rumah, tinggal order melalui aplikasi dan obat pesanan kamu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.