• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Musim Pancaroba, Waspada Batuk Berdahak Menyerang

Musim Pancaroba, Waspada Batuk Berdahak Menyerang

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Musim Pancaroba, Waspada Batuk Berdahak Menyerang

“Batuk berdahak rentan terjadi saat musim pancaroba, terutama jika sistem kekebalan tubuh seseorang sedang menurun. Batuk berdahak ditandai dengan adanya lendir atau dahak di saluran pernapasan. Kondisi ini bisa dicegah maupun di tangani dengan beberapa cara.”

 

Halodoc, Jakarta – Perubahan cuaca yang sangat cepat di musim pancaroba seperti sekarang ini, memang bisa bikin orang gampang jatuh sakit. Bagaimana tidak? Sebentar cuaca panas, sebentar lagi turun hujan. Hal ini tentu saja bisa membuat sistem kekebalan tubuh kita lama-kelamaan menjadi drop, sehingga rentan terserang penyakit. 

Salah satu “penyakit langganan” yang sering sekali muncul di musim pancaroba adalah batuk berdahak. Jenis batuk ini berbeda dari batuk kering, sehingga perlu diobati dengan cara yang berbeda pula. Yuk, simak penjelasan lebih lanjut tentang batuk berdahak dan cara mengobatinya di sini.

Baca juga: 7 Jenis Batuk yang Perlu Diketahui

Mengenal Batuk Berdahak

Pada dasarnya, batuk adalah upaya tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang terdapat dalam sistem pernapasan. Saat debu, polusi atau alergen (zat pemicu alergi) masuk ke dalam sistem pernapasan, otak akan mengirim sinyal ke otot-otot di dada dan perut.

Ketika otot-otot tersebut berkontraksi, udara akan menyembur melalui sistem pernapasan untuk mendorong keluar benda asing tersebut. Inilah yang dinamakan batuk. 

Pada kasus batuk berdahak, tubuh menghasilkan lebih banyak dahak atau lendir pada saluran pernapasan. Nah, batuk merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan lendir dari sistem pernapasan, sehingga kamu bisa bernapas lebih mudah.

Penyebab Batuk Berdahak 

Batuk berdahak biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Ketika saluran pernapasan terinfeksi, misalnya saat kamu sedang flu, tubuh akan menghasilkan lebih banyak lendir. Tujuannya untuk mengeluarkan organisme penyebab infeksi. Itulah mengapa saat mengalami batuk berdahak, kamu disarankan untuk membuang dahaknya bukan menelannya. Sebab, menelan dahak justru dapat memperlambat penyembuhan. 

Berikut ini kondisi yang bisa memunculkan gejala batuk berdahak, antara lain:

  • Pneumonia

Pneumonia menjadi penyakit radang paru-paru akibat infeksi virus, bakteri atau jamur. Batuk yang muncul awalnya tidak berdahak, tetapi setelah beberapa hari, batuk akan menjadi berdahak dan bisa bercampur darah. 

  • Bronkitis

Bronkitis adalah peradangan pada lapisan dalam dinding bronkus, yaitu saluran di bawah tenggorokan yang menyambung ke paru-paru. Batuk berdahak akibat bronkitis memiliki ciri-ciri dahak tebal dan berwarna. 

  • Asma

Asma adalah penyakit menahun yang juga sering menyebabkan pengidapnya mengalami batuk berdahak disertai sesak napas. Batuk berdahak pada asma biasanya muncul saat gejala asma kambuh dan lebih sering terjadi di malam hari. 

Baca juga: Ibu Perlu Tahu, Begini Cara Redakan Batuk Berdahak pada Anak 

Cara Mengobati Batuk Berdahak

Cara mengobati batuk berdahak tergantung pada penyebabnya. Apabila batuk berdahak disebabkan oleh virus, seperti penyakit flu, maka tidak perlu pengobatan khusus. Kamu hanya perlu minum banyak air putih dan beristirahat. Namun, bila penyebab batuk berdahak adalah bakteri, maka kamu bisa mengonsumsi antibiotik sesuai resep dokter. 

Bila batuk berdahak yang kamu alami cukup parah sampai mengganggu aktivitas, kamu bisa mengonsumsi obat batuk ekspektoran, seperti bromhexine HCl dan guaifenesin. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi kekentalan dahak, sehingga dahak lebih mudah dikeluarkan. Obat bisa bekerja dengan efektif, apabila kamu mengonsumsi obat secara rutin dan sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan.

Periksakan diri ke dokter bila batuk berdahak sudah berlangsung lebih dari seminggu dan tidak kunjung sembuh juga setelah minum obat. Waspadai juga batuk berdahak yang disertai gejala-gejala seperti muncul bercak darah, dahak berwarna hijau atau kuning, sesak napas, berkeringat dingin di malam hari dan demam tinggi. Sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan.

Baca juga: Batuk Berdahak Tak Mereda, Waspada Bronkiektasis

Jika kamu sudah merasakan adanya gejala batuk berdahak seperti tenggorokan terasa gatal, pilek, dan suara mulai serak, cobalah untuk melakukan tindakan preventif berikut:

  • Usahakan agar badan tetap hangat dengan cara menggunakan jaket, minum air jahe dan minuman yang hangat, mandi air hangat, dan lain-lain.
  • Beristirahatlah yang cukup dan perbanyak minum air putih.
  • Hindari berdekatan dengan pengidap flu dan batuk lainnya.
  • Berkumur dengan air garam atau air biasa selama 60 detik, tiga kali sehari untuk menghilangkan kuman bakteri di tenggorokan.

Sebenarnya batuk berdahak yang ringan tak membutuhkan langkah pengobatan khusus. Akan tetapi, cobalah tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc bila kamu mengalami beberapa hal di bawah ini:

  • Batuk semakin parah, meski telah dilakukan penanganan rumahan atau konsumsi obat batuk. 
  • Batuk tak kunjung membaik lebih dari tiga minggu akibat infeksi virus.
  • Disertai darah, kesulitan bernapas, dan sakit dada.
  • Penurunan berat badan tanpa alasan jelas.
  • Demam, atau terjadi pembengkakan dan muncul benjolan di leher.

Jika dokter meresepkan obat, kamu bisa beli obat batuk berdahak melalui aplikasi Halodoc. Tanpa perlu ke luar rumah, pesanan obat akan diantarkan ke alamat kamu dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

 

Referensi:

Harvard Health Publishing. Diakses pada 2021. When a cough just won’t go away.
Healthline. Diakses pada 2021. What Causes a Lingering Cough? Plus 3 Home Remedies to Try.
Very Well Health. Diakses pada 2021. 4 Ways to Clear Mucus from the Lungs.
WebMD. Diakses pada 2021. A Guide to Cough Medicine.