Waspada, Ini Komplikasi dari Actinic Keratosis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Waspada, Ini Komplikasi dari Actinic Keratosis

Halodoc, Jakarta – Banyak terjadi pada orang-orang yang hidup di negara tropis, actinic keratosis merupakan gangguan kulit yang ditandai dengan munculnya area kasar dan bersisik pada kulit. Area kulit yang rentan terserang gangguan kulit ini adalah yang sering terpapar matahari, seperti wajah, tangan, lengan, dan leher. 

Pada kebanyakan kasus, actinic keratosis bukanlah kanker. Penyakit kulit ini disebut tahap ‘in situ’ lesi karsinoma sel skuamosa, yang berarti lesi tersebut terbatas di satu lokasi dan tidak menyerang jaringan lainnya. Namun, jika tidak diobati, actinic keratosis dapat berkembang menjadi keganasan kulit, yang berujung pada kanker kulit karsinoma sel skuamosa.

Baca juga: 7 Ciri Actinic Keratosis karena Sinar Matahari

Oleh karena itu, penting untuk menyadari gejala actinic keratosis, dan mengonsultasikannya dengan dokter, guna memastikan diagnosis dini. Seperti disebutkan di awal, actinic keratosis muncul sebagai area kulit yang tebal, bersisik, dan kering, yang ukurannya kira-kira sebesar penghapus pensil yang kecil. Area bersisik ini kadang dapat terasa gatal atau panas. 

Seiring waktu, lesi tersebut dapat menghilang, membesar, tetap sama, ataupun berkembang menjadi kanker karsinoma sel skuamosa. Namun sayangnya, tidak ada cara untuk mengetahui lesi mana yang dapat berkembang menjadi kanker.

Jadi, jika kamu menjumpai ada lesi bersisik dan kering pada salah satu bagian kulit kamu, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter kini dapat dilakukan dengan mudah, kapan dan di mana saja, lewat fitur Chat atau Voice/Video Call. Jika ingin melakukan pemeriksaan langsung, kamu bisa buat janji dengan dokter spesialis kulit di rumah sakit juga, lho. Yuk download aplikasinya di ponselmu!

Baca juga: Bukan Cuma Sinar UV, Ini 2 Penyebab Actinic Keratosis

Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Actinic Keratosis

Sebenarnya, ada cukup banyak hal yang dapat memicu terjadi actinic keratosis. Namun, paparan sinar matahari dalam waktu lama merupakan salah satu penyebab paling umum penyakit kulit ini. Pada beberapa kasus, actinic keratosis dapat disebabkan oleh paparan ekstensif terhadap X-ray atau sejumlah bahan kimia industri.

Selain itu, ada juga beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko actinic keratosis, yaitu:

  • Berusia di atas 60 tahun.

  • Tinggal di iklim tropis dan cerah.

  • Berkulit pucat atau bermata biru.

  • Memiliki kulit yang mudah terbakar sinar matahari.

  • Memiliki riwayat terbakar sinar matahari sebelumnya.

  • Memiliki aktivitas yang sering terpapar sinar matahari dalam waktu lama.

  • Terinfeksi human papilloma virus (HPV).

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Bisa juga diakibatkan oleh kemoterapi, leukemia, AIDS atau obat-obatan transplantasi organ.

Baca juga: Takut Kena Actinic Keratosis? Ini 7 Tips Mencegahnya

Bisakah Actinic Keratosis Dicegah?

Cara terbaik untuk mencegah actinic keratosis adalah melindungi diri dari paparan sinar matahari. Berikut tips yang dapat dicoba:

  • Cari tempat teduh, terutama pada waktu antara jam 10 pagi sampai 4 sore.

  • Hindari prosedur tanning dan jangan pernah menggunakan tanning bed UV.

  • Lindungi diri dengan pakaian tertutup ketika beraktivitas di luar, termasuk topi bertepi lebar dan kacamata UV-blocking.

  • Gunakan tabir surya berspektrum luas (UVA/UVB) dengan SPF 30 atau lebih setiap sebelum beraktivitas di luar rumah. Oleskan teh tabir surya ke seluruh tubuh, setidaknya 30 menit sebelum pergi keluar rumah, dan oleskan kembali setiap dua jam atau setelah berenang atau berkeringat berlebihan.

  • Sebisa mungkin, hindari bayi baru lahir dari cahaya matahari. 

  • Periksa kulit ke dokter dari kepala hingga kaki secara rutin, setiap bulannya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Actinic keratosis.
WebMD. Diakses pada 2019. Actinic keratosis.
Healthline. Diakses pada 2019. Actinic keratosis.