• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada Mitos Tentang Gangguan Tidur Berjalan Ini

Waspada Mitos Tentang Gangguan Tidur Berjalan Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Waspada Mitos Tentang Gangguan Tidur Berjalan Ini

Halodoc, Jakarta - Pernah menemukan seseorang yang mengalami tidur sambil berjalan? Kondisi ini dikenal dengan istilah gangguan tidur berjalan yang ditandai dengan berjalan tanpa sadar saat sedang tidur. Gangguan tidur ini terjadi saat seseorang mengalami tahap tidur yang dalam, biasanya berlangsung selama 10 menit.

Saat kondisi ini terjadi, pengidap biasanya tidak dapat merespon saat diajak berbicara. Bukan itu saja, pengidap juga biasanya cenderung berbicara hal-hal yang tidak masuk akal. Kondisi ini murni karena adanya ketidakseimbangan pada bagian otak, bukan karena hal-hal spiritual yang dibayangkan. Berikut sejumlah mitos gangguan tidur berjalan yang perlu diluruskan!

Baca juga: Ini Fakta tentang Gangguan Tidur yang Harus Diketahui (Bagian 1)

Mitos Gangguan Tidur Berjalan Ini Tidak Benar Adanya

Ada banyak sekali mitos gangguan tidur berjalan. Salah satu mitos yang paling terkenal adalah karena hal-hal spiritual. Mitos tersebut jangan dipercaya begitu saja, ya! Pasalnya, ada penjelasan ilmiah dibalik hal tersebut, yaitu karena ada bagian otak yang sudah beristirahat dan sebagian lainnya masih terjaga. Oleh karena ketidakseimbangan tersebut, otak memerintahkan pergerakan tubuh.

Saat otak memerintahkan pergerakan tubuh, sebagian otak yang sedang beristirahat tersebut tidak tebangun sepenuhnya. Akhirnya, gangguan tidur ini bisa terjadi. Selain karena kerja otak yang tidak sinkron, gangguan tidur berjalan juga dapat terjadi saat seseorang kurang mencukupi waktu tidur, mengonsumsi alkohol berlebihan, serta memiliki kondisi tubuh yang kurang fit.

Selain karena hal-hal spiritual, mitos gangguan tidur berjalan lainnya, yaitu tidak boleh dibangunkan saat hal tersebut sedang terjadi, karena dapat memicu serangan jantung atau kerusakan saraf otak. Sebaiknya jangan mudah percaya dengan mitos-mitos yang beredar tersebut, ya! Untuk memastikannya, kamu bisa mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc.

Baca juga: Ini 5 Gangguan Tidur yang Perlu Diketahui

Jika Menemukan Orang dengan Gangguan Ini, Harus Bagaimana?

Langkah pertama dan yang paling mudah untuk dilakukan adalah kembali menuntun orang dengan gangguan tidur ini ke tempat tidurnya. Meski terlihat mudah untuk dilakukan, tetapi banyak juga pengidap yang secara tidak sadar menolak untuk diarahkan kembali ke tempat tidur. Jika hal ini terjadi, apa langkah yang harus dilakukan?

1.Pelankan Nada Suara

Kendalikan suara dan reaksimu saat membangunkan seseorang dengan gangguan tidur berjalan. Jalan panik apalagi sampai ketakutan. Pengidap akan bingung jika saat sadar ia berada di luar kamar dan dibangunkan dengan suara yang mengagetkan.

2.Tuntun ke Tempat yang Aman

Jika memang menolak secara tidak sadar untuk dipindahkan ke tempat tidur, sebisa mungkin tuntun mereka ke tempat yang aman agar tidak terantuk benda-benda di sekitar. Hindari menuntun ke kamar mandi, bawah anak tangga, atau ruangan yang penuh dengan perabotan, ya!

3.Jangan Membangunkan Secara Paksa

Jangan mengguncang-guncang tubuh untuk memaksanya bangun. Ia sedang dalam fase tidur yang dalam, sehingga akan merasa pusing jika dibangunkan secara tiba-tiba. Sebaiknya pantau dan jaga agar tidak menginjak atau menyenggol apa pun.

Baca juga: Ini Bahaya Gangguan Tidur Berjalan jika Tidak Diatasi

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah menjauhkannya dari benda tajam di sekitarnya. Dengan kondisi sekitar yang aman, pengidap tidak akan menyenggol sesuatu yang membuatnya terkejut dan bereaksi secara agresif saat sadar. Jadi, jangan keburu panik saat menemukan kasus gangguan tidur berjalan, ya! Kamu dapat melakukan beberapa langkah tersebut.

Referensi:
Sleep.org. Diakses pada 2020. How to Safely Wake a Sleepwalker.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. What to Do If You or Someone Else Is a Sleepwalker.
WebMD. Diakses pada 2020. 5 Steps for Stopping a Sleepwalker.