Waspada Neuroma Akustik, Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Waspada Neuroma Akustik, Ini Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta -  Pernahkah kamu mendengar penyakit neuroma akustik? Penyakit neuroma akustik adalah tumor jinak yang tumbuh pada saraf keseimbangan atau saraf penghubung antara telinga dan otak.

Tumor jinak atau vestibular schwannoma ini tumbuh pada sel yang menutupi saraf keseimbangan. Akibatnya, fungsi pendengaran dan keseimbangan tubuh dapat terganggu.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Tumor Jinak dan Tumor Ganas

Penyakit ini umumnya menyerang orang dewasa yang berusia antara 30 hingga 60 tahun. Sebagian besar tumor jinak ini berkembang secara perlahan. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini menyebar pada bagian tubuh yang lain dan parahnya jika tumor jinak berkembang hingga ke otak.

Tumor dapat membesar dan menekan batang otak. Kondisi ini membahayakan nyawa pengidap neuroma akustik karena batang otak memiliki fungsi yang cukup vital untuk mengatur fungsi vital tubuh.

Gejala yang ditimbulkan tiap orang berbeda dan dipengaruhi dari besaran tumor yang dialami. Ukuran tumor yang kecil biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun, namun ketika tumor mulai membesar kondisi ini menimbulkan gangguan pada pendengaran. Tumor yang membesar menyebabkan sakit kepala terus menerus, gangguan koordinasi badan, gangguan penglihatan seperti penglihatan ganda, kesulitan menelan, suara serak, mati rasa pada satu sisi tubuh, dan kelumpuhan pada salah satu sisi wajah.

Selain itu, ada gejala umum yang dialami oleh pengidap neuroma akustik adalah kehilangan kesimbangan, vertigo, tinnitus, dan kehilangan pendengaran pada satu sisi telinga.

Untuk memastikan kondisi ini, sebaiknya lakukan pemeriksaan seperti pemeriksaan fisik yang dilanjutkan dengan pemeriksaan telinga. Banyak gejala neuroma akustik yang mirip dengan penyakit pada gangguan telinga sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi kesehatan.

Baca juga: Ganggu Fungsi Pendengaran, Kenali Lebih Jauh Neuroma Akustik

Tes pendengaran perlu dilakukan. Caranya, dengan memperdengarkan suara dengan berbagai nada suara pada masing-masing telinga. Selain tes pendengaran, pengidap neuroma akustik sebaiknya melakukan tes pencitraan seperti MRI dan CT Scan pada bagian otak untuk memastikan kondisi kesehatan kamu. Dengan tes ini, akan terlihat jika kamu memiliki tumor pada bagian tersebut.

Lalu bagaimana jika terdeteksi adanya penyakit neuroma akustik? Kamu bisa meminta masukan dari dokter mengenai pengobatan yang perlu kamu lakukan. Pengobatan yang dilakukan akan disesuaikan dengan kondisi neuroma akustik yang dialami oleh pengidap.

Jika tumor masih kecil, dokter melakukan pengamatan dan pemeriksaan yang dilakukan setiap 6 bulan hingga 1 tahun. Pemeriksaan dilakukan untuk memantau perkembangan tumor. Jika tumor sudah berkembang dan membahayakan, maka ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan, seperti:

1. Radiasi

Terapi radiasi digunakan untuk menghentikan pertumbuhan tumor dan mempertahankan fungsi pendengaran serta saraf wajah. Tidak hanya tumor yang sudah berkembang besar, terapi radiasi juga digunakan untuk pengobatan tumor kecil yang memiliki diameter kurang dari 3 sentimeter.

2. Operasi

Operasi bisa menjadi pilihan bagi tumor yang telah berkembang menjadi besar dan membahayakan diri pengidap neuroma akustik. Pada beberapa kasus, operasi tidak dapat menghilangkan seluruh tumor karena lokasi tumor yang terlalu dekat atau menempati bagian yang vital pada otak.

Jika tidak segera diatasi, kondisi ini menyebabkan komplikasi yang bersifat permanen seperti telinga berdenging, mati rasa pada wajah, gangguan keseimbanga dan kehilangan pendengaran.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai penyakit neuroma akustik. Kamu bisa gunakan Voice/Video Call atau Chat dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Kenalan dengan Penyakit Tumor Jinak Limfangioma