23 November 2018

Waspada Pengidap Diabetes Terkena Penyakit Tinea Pedis

Waspada Pengidap Diabetes Terkena Penyakit Tinea Pedis

Halodoc, Jakarta - Diabetes adalah penyakit yang terjadi akibat kadar gula darah dalam tubuh seseorang lebih tinggi dari batas normal. Akibatnya inflamasi dan penyumbatan di dalam pembuluh darah terjadi dan menimbulkan komplikasi karena darah tidak dapat mengalir dengan baik. Dampaknya adalah kerusakan organ dalam dan anggota gerak, atau sering disebut diabetic foot.

Diabetic foot adalah istilah medis yang terjadi akibat adanya komplikasi pada kaki yang hanya ditemukan pada pengidap diabetes. Komplikasi ini dapat berbentuk apa saja yang disebabkan kerusakan akibat tingginya kadar gula darah, dan apabila terjadi luka pada kaki mudah menginfeksi. Diabetic foot menyebabkan kondisi seperti tinea pedis atau kutu air.

Alasan Diabetes Jadi Penyebab Tinea Pedis

Sebetulnya gangguan pada kaki pengidap diabetes yang umum adalah kematian jaringan pada kaki. Namun hal ini dan dapat berbeda-beda karena berbagai faktor termasuk infeksi dan adanya luka pada kaki. Alasan bisa muncul tinea pedis atau kutu air adalah infeksi jamur. Jamur penyebab tinea pedis ini umumnya menyerang bagian kulit yang lembap, kurang sirkulasi udara, dan tidak terkena sinar matahari.

Beberapa jenis jamur yang menyebabkan kutu air antara lain jamur malassezia furfur popular, Trichophyton, Microsporum dan Epidermophyton. Jamur yang menyebabkan tinea biasanya kecil, hanya terlihat di bawah mikroskop, dan memiliki kemampuan untuk berkembang di lingkungan yang hangat dan lembap. Selain itu, orang dengan perubahan hormon dalam tubuh membuat sistem kekebalan tubuh lemah dan rentan terhadap jamur kulit dibandingkan dengan kondisi normalnya.

Gejala Tinea Pedis

Apabila seseorang mengidap diabetes dan kerap menggunakan sepatu yang membuat sirkulasi udara di kaki berkurang, maka ini membuat risiko serangan tinea pedis semakin tinggi. Gejala umum yang muncul adalah gatal, tapi terkadang kulit dapat mengelupas.

Tinea pedis tampak seperti sebaran cahaya, bulat atau berbentuk oval, berwarna merah atau coklat. Plak dapat muncul dan membuat kulit memiliki sisik keras dengan pinggiran yang tajam dan sedikit melepuh. Tinea pedis biasanya terjadi pada kulit di antara jari kaki dan di bagian belakang kaki. Tinea kaki sering menyebabkan gatal-gatal, ruam merah, bersisik, kulit mati, terasa terbakar, lecet ringan, dan bau apek atau tidak menyenangkan. Kamu wajib mewaspadai kondisi ini sebab tinea pedis dapat mudah menular ke orang lain.

Pengobatan Tinea Pedis

Jika kutu air terjadi karena diabetes, maka ada dua jenis pengobatan yang dapat dilakukan. Pengobatan tersebut adalah pengobatan untuk menghilangkan kutu air dan kemudian dibarengi dengan pengobatan untuk diabetes. Cara mengatasi tinea pedis, kamu dapat menggunakan krim antijamur yang banyak dijual bebas di pasaran, antara lain:

  • Miconazole

  • Clotrimazole

Dokter dapat menganjurkan pasien untuk merendam kaki dengan air garam atau cuka yang telah diencerkan, agar lepuhan kulit cepat mengering.

Sementara dalam mengobati diabetes, kamu wajib mengonsumsi makanan sehat dan menghindari konsumsi makanan manis berlebihan. Sebagai gantinya, makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan pemanis buatan rendah kalori disarankan. Pastikan juga untuk melakukan olahraga secara rutin.

Selain itu, pasien dapat melakukan perawatan lainnya untuk membantu pemulihan kondisi. Beberapa upaya yang dapat dilakukan meliputi:

  • Usahakan kaki selalu kering dan bersih.

  • Hindari menggunakan kaus kaki yang terlalu tebal.

  • Hindari menggunakan kolam renang dan pemandian umum untuk sementara.

  • Tidak menggunakan kaus kaki yang belum dicuci.

  • Gunakan sandal untuk beraktivitas di tempat umum.

Pengobatan menggunakan krim antijamur berlangsung selama 2-4 minggu. Jika gejala tidak kunjung membaik, segera temui dokter. Dokter dapat memberikan krim antijamur lain yang tidak dijual bebas, seperti terbinafine atau tolnaftate, atau obat antijamur yang diminum.

Jika tinea pedis atau kutu air yang menyerang kaki sudah dalam keadaan yang parah, segera diskusikan ke dokter, ya. Kamu bisa memanfaatkan fitur interaksi dengan dokter di aplikasi Halodoc. Aplikasi ini juga bisa kamu gunakan untuk membeli obat dari smartphone. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play Store sekarang!

Baca juga: