Ad Placeholder Image

Waspada Penyakit Karena Tikus: Cara Cegah dan Lindungi

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   12 Mei 2026

Cegah infeksi virus dengan menjaga kebersihan diri serta lingkungan, serta terapkan pola hidup bersih dan sehat.

Waspada Penyakit Karena Tikus: Cara Cegah dan LindungiWaspada Penyakit Karena Tikus: Cara Cegah dan Lindungi

DAFTAR ISI


Tikus, meskipun sering dianggap hama biasa, merupakan pembawa berbagai penyakit berbahaya yang dapat mengancam jiwa manusia.

Penyakit-penyakit ini dapat menyebar melalui berbagai cara, mulai dari kontak langsung dengan hewan pengerat tersebut, hingga kontaminasi tidak langsung lewat urine, feses, air liur, atau gigitan.

Memahami jenis penyakit yang ditularkan tikus dan cara penularannya sangat penting untuk upaya pencegahan.

Definisi Penyakit yang Ditularkan Tikus

Penyakit yang ditularkan tikus atau disebut juga zoonosis, adalah infeksi yang berpindah dari hewan pengerat ini ke manusia.

Penularan bisa terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan yang kotor dan tidak terjaga kebersihannya seringkali menjadi sarang tikus, meningkatkan risiko penyebaran penyakit.

Ragam Penyakit Umum yang Disebabkan Tikus

Beberapa penyakit serius yang dapat ditularkan tikus perlu diwaspadai karena dampaknya terhadap kesehatan manusia.

1. Leptospirosis (penyakit kencing tikus)

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang umumnya ditemukan dalam urin tikus. Urin tersebut dapat mencemari air atau tanah, terutama saat banjir atau genangan air.

  • Penyebab: Bakteri Leptospira dari urin tikus yang mencemari lingkungan.
  • Penularan: Kontak kulit yang luka atau selaput lendir (mata, hidung, mulut) dengan air atau tanah yang sudah tercemar bakteri.
  • Gejala: Mirip flu pada awalnya, seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, dan mata merah. Dalam kasus parah, dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, bahkan kematian.

2. Hantavirus

Hantavirus merupakan virus yang dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

  • Penyebab: Virus Hanta yang umumnya dibawa oleh tikus dan hewan pengerat lainnya.
  • Penularan: Melalui inhalasi (menghirup) partikel virus dari urin, feses, atau air liur tikus yang mengering dan bercampur dengan debu di udara. Kontak langsung dengan tikus terinfeksi juga bisa menjadi sumber penularan.
  • Gejala: HPS menyebabkan gejala seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, batuk, dan sesak napas yang dapat berkembang cepat menjadi gagal pernapasan. HFRS menyebabkan demam tinggi, sakit kepala, nyeri punggung, nyeri perut, dan dapat berujung pada gagal ginjal akut.

3. Pes (black death)

Meskipun lebih dikenal dalam sejarah sebagai Black Death, penyakit Pes masih ada di beberapa belahan dunia.

  • Penyebab: Bakteri Yersinia pestis yang ditularkan oleh kutu tikus.
  • Penularan: Gigitan kutu yang terinfeksi bakteri setelah menghisap darah tikus yang juga terinfeksi.
  • Gejala: Demam, menggigil, nyeri otot, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening yang sangat nyeri (bubo) pada tipe bubonik.

Cari tahu selengkapnya, ini Perbandingan Pes, Leptospirosis, dan Hantavirus: Penyakit yang Ditularkan Melalui Tikus.

Gejala Umum dan Kapan Harus ke Dokter

Gejala penyakit yang ditularkan tikus bervariasi tergantung jenis infeksinya, namun seringkali diawali dengan demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai flu biasa.

Jika seseorang mengalami gigitan atau cakaran tikus, atau memiliki riwayat kontak dengan lingkungan yang mungkin terkontaminasi tikus, dan kemudian mengalami gejala-gejala tersebut, segera cari pertolongan medis.

Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Cari tahu selengkapnya, ini Daftar Penyakit yang Disebabkan oleh Virus.  

Pengobatan Penyakit dari Tikus

Pengobatan untuk penyakit yang ditularkan tikus sangat bergantung pada jenis bakteri atau virus penyebabnya.

Dokter akan melakukan diagnosis berdasarkan gejala, riwayat paparan, dan hasil pemeriksaan laboratorium.

Antibiotik biasanya efektif untuk infeksi bakteri seperti Leptospirosis dan Pes.

Sementara untuk infeksi virus seperti Hantavirus, pengobatan lebih bersifat suportif untuk meringankan gejala dan mencegah komplikasi, seringkali memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Pencegahan Penularan Penyakit oleh Tikus

Mencegah kontak dengan tikus dan lingkungan yang terkontaminasi adalah kunci untuk menghindari penularan penyakit. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menjaga kebersihan lingkungan: Pastikan rumah dan lingkungan sekitar bersih dari sampah, sisa makanan, dan tumpukan barang yang dapat menjadi sarang tikus.
  • Menyimpan makanan dengan aman: Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari jangkauan tikus.
  • Menutup akses tikus: Perbaiki lubang atau celah pada dinding, lantai, atau pintu yang bisa menjadi jalur masuk tikus ke dalam rumah.
  • Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD): Saat membersihkan area yang mungkin terkontaminasi urin atau feses tikus, gunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari menghirup partikel berbahaya.
  • Mencuci tangan: Selalu cuci tangan dengan sabun dan air setelah beraktivitas di luar ruangan atau jika ada kemungkinan kontak dengan tikus atau kotorannya.
  • Menghindari kontak langsung: Jangan menyentuh tikus hidup atau mati tanpa pelindung.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis

Penyakit yang ditularkan tikus dapat menyebabkan kondisi serius dan mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan cepat.

Kewaspadaan terhadap kebersihan lingkungan dan pencegahan kontak dengan tikus adalah langkah utama.

Apabila mengalami gejala mencurigakan setelah paparan tikus atau lingkungan yang terkontaminasi, segera lakukan konsultasi medis.

Konsultasi dengan dokter kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.

Punya Pertanyaan Tentang Hantavirus? Tanya ke HILDA Aja!

Mau tahu lebih jauh mengenai perkembangan kasus atau informasi lainnya mengenai hantavirus? Tanya HILDA aja!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) dapat menjawab pertanyaan umum tentang informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan, termasuk seputar penyakit hantavirus.

HILDA adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan, kasih gambaran langkah awal, arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan, hingga menemukan obat yang dibutuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.  

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis!
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Referensi: 
WHO. Diakses pada 2026. Plague Fact Sheet
WHO. Diakses pada 2026. Leptospirosis Fact Sheet
WHO. Diakses pada 2026. Hantavirus Disease Fact Sheet.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Hantavirus: Virus dari Tikus yang Mematikan, Siapkah Indonesia Menghadapinya?