Waspadai 6 Komplikasi yang Diakibatkan Pneumonia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
waspadai-6-komplikasi-yang-diakibatkan-pneumonia-halodoc

Halodoc, Jakarta – Memiliki gejala yang mirip dengan gejala flu, pneumonia sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Padahal, dari deretan nama-nama penyakit berbahaya yang sering menyebabkan kematian, pneumonia juga termasuk salah satu di antaranya. Itulah mengapa pneumonia sering dijuluki juga dengan istilah "The Forgotten Killer".  Meskipun dapat menyerang siapa saja, tetapi penyakit paru-paru ini biasanya berkembang lebih parah dan menyebabkan komplikasi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti anak-anak kecil dan orang tua. Karena itu, ketahui komplikasi pneumonia di bawah ini agar kamu bisa mewaspadainya.

Mengenal Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi pada satu atau kedua paru-paru yang biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Infeksi ini menyebabkan kantung udara di paru-paru yang disebut alveoli meradang dan terisi oleh cairan atau nanah. Itulah mengapa pneumonia sering disebut juga dengan istilah paru-paru basah. Akibat peradangan tersebut, pengidap pneumonia biasanya akan mengalami gejala berupa sesak napas, batuk berdahak, demam ataupun menggigil.

Baca juga: Pneumonia adalah Penyakit Paru Berbahaya, Kenali 10 Gejalanya

Komplikasi yang Bisa Ditimbulkan Pneumonia

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pneumonia merupakan penyakit paru-paru berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi serius. Komplikasi pneumonia lebih sering dialami oleh orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti anak-anak dan orangtua, serta orang-orang yang mengidap penyakit kronis, seperti diabetes. Berikut ini beberapa komplikasi yang bisa ditimbulkan pneumonia:

1. Memburuknya Penyakit Kronis

Bila pengidap memiliki penyakit tertentu yang sudah ada sebelumnya, pneumonia dapat memperburuk kondisi penyakit tersebut. Pneumonia berpotensi menyebabkan gagal jantung kongestif dan emfisema. Pada beberapa kasus, pneumonia meningkatkan risiko pengidap terkena serangan jantung.

2. Bakteremia

Bakteri penyebab infeksi pneumonia juga dapat menyebar ke aliran darah pengidap. Hal ini menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya, syok septik, dan dalam beberapa kasus, kegagalan fungsi organ tertentu.

3. Abses Paru-Paru

Abses paru-paru adalah komplikasi langka yang kebanyakan dialami oleh orang dengan penyakit serius yang sudah ada sebelumnya atau orang yang memiliki riwayat penyalahgunaan alkohol yang parah. Kondisi ini ditandai dengan terbentuknya rongga di paru-paru yang mengandung nanah. Abses paru-paru sebenarnya dapat diobati dengan pemberian antibiotik. Namun kadang-kadang, pengidap mungkin perlu menjalani operasi atau drainase untuk mengeluarkan nanah pada paru-paru.

Baca juga: Pneumonia Bisa Sebabkan Bronkiektasis, Ini Alasannya

4. Gangguan Pernapasan

Pengidap pneumonia juga mungkin mengalami kesulitan mendapatkan oksigen yang cukup saat bernapas, sehingga ia perlu menggunakan ventilator.

5. Radang Selaput Dada

Radang selaput dada merupakan kondisi di mana lapisan tipis di antara paru-paru dan tulang rusuk (pleura) meradang yang dapat menyebabkan kegagalan pernapasan. Kondisi ini termasuk kondisi gawat darurat yang perlu mendapatkan penanganan secepatnya.

6. Efusi Pleura

Bila pneumonia tidak diobati, pengidap dapat mengembangkan cairan di sekitar paru-paru di dalam pleura yang disebut juga efusi pleura. Pleura adalah selaput tipis yang melapisi bagian luar paru-paru dan bagian dalam tulang rusuk. Cairan ini bisa terinfeksi, sehingga perlu dikeringkan.

Bila pengidap mengalami salah satu dari komplikasi di atas, maka pengidap perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dalam beberapa kasus, pneumonia juga bisa berakibat fatal dan menyebabkan kematian. Menurut Center for Disease Control (CDC), lebih dari 49.000 orang di Amerika Serikat meninggal karena pneumonia pada tahun 2017. Yang lebih parahnya lagi, pneumonia paling sering menyebabkan kematian pada bayi. Di Indonesia sendiri, pneumonia merupakan penyebab kematian nomor dua pada balita setelah diare.

Baca juga: Pneumonia Sebabkan Kematian pada Balita, Ini Penjelasannya

Mengingat banyaknya komplikasi berbahaya yang dapat ditimbulkan oleh pneumonia, kamu dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala-gejala pneumonia. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi: 
NHS. Diakses pada 2019. Pneumonia.
Healthline. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About Pneumonia.