10 April 2019

Waspadai Gangguan Pencernaan Saat Puasa, Apa Sebabnya?

waspadai-gangguan-pencernaan-saat-puasa-apa-sebabnya-halodoc

Halodoc, Jakarta – Banyak orang mengira gangguan pencernaan yang terjadi saat puasa disebabkan oleh perubahan pola makan. Padahal, menurut para ahli, puasa bila dilakukan secara tepat justru bisa mendatangkan banyak dampak baik untuk pencernaan. Tapi, mengapa banyak orang mengalami gangguan pencernaan selama berpuasa?

Penyebabnya bukanlah puasanya, melainkan karena kebiasaan tidak sehat yang dilakukan saat buka puasa dan sahur. Yuk, cari tahu apa saja penyebab gangguan pencernaan saat puasa di sini.

1. Mengonsumsi Makanan Tidak Sehat Saat Buka Puasa

Salah satu gangguan pencernaan yang sering terjadi saat puasa adalah diare. Masalah pencernaan ini bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satunya mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Misalnya, makan makanan di pinggir jalan yang kurang higienis.

Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berlemak saat buka puasa juga bisa membuat lambung menjadi kaget. Akibatnya, proses pencernaan tidak berjalan lancar dan menyebabkan diare.

Tidak hanya makanan berlemak, makanan yang terlalu pedas dan makan terlalu banyak juga bisa menjadi pemicu terjadinya diare. Jadi, bila kamu tidak ingin terkena diare selama bulan puasa, makanlah secukupnya saat buka puasa dan hindari makanan tidak sehat.

Baca juga: 5 Kebiasaan Tak Sehat saat Puasa

2. Makan Terlalu Banyak Saat Buka Puasa

Tidak sedikit orang yang memiliki kebiasaan makan terlalu banyak saat berbuka puasa lalu dilanjutkan dengan tidur. Kebiasaan ini bukanlah kebiasaan yang baik karena bisa mengakibatkan kamu mengalami mual disertai perasaan ingin muntah. Makan terlalu banyak saat berbuka puasa tidak baik untuk lambung.

Pasalnya, saat malam hari, pencernaan berjalan cukup lambat, begitu juga dengan metabolisme tubuh. Menurunnya kecepatan pencernaan dan metabolisme tubuh ini akan membuat perut terasa begah saat bangun. Bahkan, perasaan mual ini juga bisa bertahan hingga sahur.

Baca juga: Dampak Makan Berlebihan Ketika Berbuka Puasa

3. Minum-Minuman Dingin

Tidak minum sama sekali selama hampir setengah hari memang bisa menimbulkan rasa haus yang sangat berlebihan. Akibatnya, saat buka puasa tiba, tidak sedikit orang yang kalap minum air khususnya yang manis dan dingin. Minum-minuman yang dingin disertai makan makanan yang terlalu pedas atau asam bisa membuat perut menjadi kembung.

Ini karena kebiasaan tersebut membuat asam lambung meningkat dan menghasilkan gas yang cukup banyak. Untuk menghindari perut kembung, konsumsilah makanan dan minuman hangat saat berbuka puasa. Selain itu, hindari banyak makan dalam sekali waktu.

4. Kurang Mengonsumsi Serat dan Minum Air Putih

Gangguan pencernaan lainnya yang juga sering terjadi saat puasa adalah sembelit. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi penyebab di balik terjadinya sembelit saat puasa. Pertama, karena kurangnya asupan serat dari buah-buahan dan sayuran.

Kedua, karena terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan terakhir karena kurang minum air putih. Jadi, biar kamu terhindar dari sembelit, usahakan untuk memperbanyak serat dengan mengonsumsi buah dan sayur, serta perbanyak minum air putih.

5. Mengonsumsi Makanan Pedas dan Asam

Makanan pedas dan asam adalah pemicu masalah pencernaan, terutama nyeri lambung atau maag. Jadi, sebaiknya hindari kedua jenis makanan tersebut saat berbuka puasa bila tidak ingin terkena nyeri lambung yang menyiksa.

Saat berbuka puasa, sebaiknya makan kurma dulu dan minum air putih. Selanjutnya, kamu bisa mengonsumsi makanan sehat, seperti olahan sayur yang bisa disantap dengan lauk pauk yang tidak terlalu pedas atau berminyak.

Baca juga: 5 Makanan yang Dihindari saat Puasa

Nah, itulah beberapa penyebab timbulnya gangguan pencernaan saat puasa yang sebaiknya kamu hindari. Jangan lupa download juga Halodoc sebagai teman penolong untuk membantu menjaga kesehatan kamu selama puasa. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter untuk membicarakan masalah kesehatan apa saja yang terjadi selama puasa kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.