• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • WHO: Kecanduan Game Merupakan Gangguan Mental

WHO: Kecanduan Game Merupakan Gangguan Mental

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Bermain game pada dasarnya memang menyenangkan, apalagi bila memiliki banyak waktu senggang untuk bermain. Namun, apabila Si Kecil tak henti-hentinya bermain game, di sini ibu perlu harap-harap cemas. Pasalnya, untuk sebagian orang bermain game bisa bersifat adiktif, alias kecanduan.

Sebaiknya jangan memandang sebelah mata mengenai kecanduan game ini. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kecanduan game digolongkan sebagai gangguan mental. Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Kapan Kecanduan Game Online Jadi Masalah Kesehatan Mental?


Kecanduan Game Gangguan Mental?

Bermain game pada dasarnya memang menyenangkan, mengusir jenuh, hingga bisa mengisi waktu luang. Bermain game bisa mengaktifkan banyak bagian dalam otak, termasuk “sirkuit kesenangan”. Namun, kalau kegiatan mengasyikan ini sudah menyita banyak waktu, bahkan membuat Si Kecil kecanduan, bisa repot masalahnya.

Pasalnya, WHO telah menetapkan bahwa kecanduan game atau game disorder sebagai gangguan mental. Para ahli di WHO menambahkan kecanduan game ke dalam International Statistical Classification of Diseases (ICD) ke-11 .

Draf dokumen ICD tersebut menggambarkannya sebagai pola perilaku bermain game yang terus-menerus atau berulang yang begitu parah, sehingga "mendahulukan (game) dari kepentingan hidup lainnya". Bahkan, di beberapa negara telah mengidentifikasi bahwa kencanduan game sebagai masalah kesehatan masyarakat yang utama.

Menurut Dr. Richard Graham, pakar technology addiction specialist (spesialis kecanduan teknologi), di Rumah Sakit Nightingale di London, masuknya kecanduan game dalam ICD disambut baik oleh pakar-pakar kesehatan. 

"Ini (kecanduan game) penting karena menciptakan peluang untuk layanan yang lebih terspesialisasi. Kondis ini menjadi sesuatu yang harus dianggap serius."

ICD adalah sistem yang berisi daftar penyakit beserta gejala, tanda, dan penyebab yang dikeluarkan WHO. Nah, kecanduan game ini kini telah dimasukan para ahli ke dalam daftar disorders due to addictive behaviorDengan kata lain, penyakit yang disebabkan karena kebiasaan atau kecanduan. Lalu, kecanduan seperti apa sih yang mesti diwaspadai?

Kecanduan game ini bisa dikatakan sebagai penyakit bila memenuhi tiga hal:

  • Bila gamer (pemain game) tak bisa mengendalikan kebiasaan bermain game.
  • Mulai memprioritaskan game di atas kegiatan lainnya.
  • Terus bermain game meski ada konsekuensi negatif yang jelas terlihat.

Baca juga: Anak-anak Sering Main Game? Hati-Hati 7 Dampak Ini

Nah, ketiga tanda di atas mesti terjadi atau terlihat selama satu tahun sebelum diagnosis dibuat. Untungnya, tidak semua jenis game bersifat adiktif dan bisa menyebabkan gangguan. Menurut WHO, nge-game hanya disebut gangguan mental bila kegiatan itu bisa mengganggu atau merusak kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, sosial, dan pendidikan. Lantas, bagaimana cara agar Si Kecil tak kecanduan nge-game? Nah, setidaknya ada beberapa cara yang bisa ibu coba. 


Tips Membatasi Anak yang Gemar Nge-game

Menurut penelitian, banyak dampak negatif yang bisa mengancam anak-anak yang sering menghabiskan waktunya bermain video game. Lalu, bagaimana sih cara membatasi anak bermain game?

1. Tidak Menaruh Komputer di Kamarnya

Kiat yang satu ini bisa dibilang paling “manjur”. Singkat saja caranya, jangan taruh komputer atau televisi di kamar Si Kecil. Tujuannya agar memudahkan ibu atau pengasuh anak untuk memantau waktu bermain video game. Jangan salah, anak bisa saja mencuri-curi waktu bermain game di kamarnya tanpa sepengetahuan orangtua.

Bila Si Kecil bermain game dari smartphone, tablet, atau konsol game portabel, mintalah ia untuk menyimpan dulu alat-alat tersebut selama tidur, makan, atau mengerjakan tugas sekolah. Namun, kalau anak masih “membandel”, ibu bisa menyimpan alat-alat tersebut. Lalu, ibu bisa memberikannya sebagai reward setelah Si Kecil selesai mengerjakan tugas sekolah.

Baca juga: Bahaya Kecanduan Gadget pada Anak Milenial

2. Pakai Fitur Parental Control

Cobalah manfaatkan fitur parental control, sebab cara membatasi anak bermain game juga cukup ampuh melalui kiat ini. Kini sudah hampir di setiap game terdapat fitur yang memperbolehkan ibu mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan game tersebut. Nah, melalui fitur ini, ibu bisa mengatur waktu Si Kecil memainkan game tersebut.

3. Tegaskan Peraturan Sebelum Bermain

Sebelum Si Kecil bermain video game, mintalah dirinya untuk memperhatikan waktu. Lalu, orangtua bisa membuat peraturan terkait durasi permainan. Misalnya, menegaskan dirinya bahwa satu jam dari sekarang ia harus berhenti memainkannya. Dengan begitu, Si Kecil jadi tak bisa beralasan.

Nah, andaikan Si Kecil memiliki masalah dengan kecanduan game atau masalah kesehatan fisik dan mental lainnya, ibu bisa kok memeriksakan diri mereka ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit. Praktis, kan? 

Referensi:

WHO. Diakses pada 2021. Addictive behaviours: Gaming disorder

Psychology Today. Diakses pada 2021. Video Game Addiction

BBC. Diakses pada 2021.Gaming addiction classified as disorder by WHO

NBC News. Diakses pada 2021. Video game addiction is a mental health disorder, World Health Organization says