Zoe Saldana Pernah Idap Penyakit Hashimoto, Apa itu?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Zoe Saldana Pernah Idap Penyakit Hashimoto, Apa itu?

Halodoc, Jakarta - Di balik kecantikannya, Zoe Saldana, aktris ternama Hollywood, ternyata diam-diam mengidap penyakit yang mungkin saja membahayakan dirinya. Pemeran Gamora dalam fil Guardians of The Galaxy ini, didiagnosis mengidap penyakit Hashimoto tiroiditis Hashimoto. 

Penyakit ini terjadi saat sistem imun tubuh menyerang tiroid. Pengidapnya bisa saja mengalami pembengkakan di depan tenggorokan seperti gondok. Enggak cuma itu saja, gejala hashimoto juga bisa ditandai dengan penambahan berat badan, depresi, ketidakseimbangan hormon, kelelahan, dan nyeri otot atau sendi. 

Penyakit ini memang bisa menyerang siapa saja dan di usia berapa pun. Akan tetapi, faktanya wanita lebih sering terserang tiroiditis Hashimoto ketimbang pria. Bahkan, wanita 10 lipat lebih mudah terserang penyakit ini, lho. Dalam kebanyakan kasus, penyakit Hashimoto menyerang wanita di usia 30–50 tahun.

Baca juga: 4 Penyakit Autoimun yang Langka dan Berbahaya

Ditandai Banyak Gejala

Pada dasarnya, pengidap penyakit Hashimoto akan menunjukkan gejala hipotiroidisme. Gejala yang sering ditemukan adalah mudah lelah, berat badan cenderung semakin bertambah meskipun tidak makan banyak, dan kulit cenderung kering.

Di samping itu, ada pula gejala-gejala umum lainnya seperti: 

  • Terdapat benjolan di leher yang merupakan tanda pembesaran kelenjar tiroid.

  • Tidak tahan dingin.

  • Rambut mudah rontok.

  • Mudah lelah.

  • Sendi terasa nyeri dan kaku.

  • Gangguan konsentrasi dan mudah lupa.

  • Kram pada tulang dan otot.

  • Nyeri atau kesemutan pada tangan dan kaki.

  • Haid tidak teratur dan gangguan kesuburan.

  • Mengorok saat tidur.

  • Otot menjadi lemah.

  • Kuku menjadi rapuh.

  • Depresi.

  • Sembelit.

  • Kulit kering.

Gegara Sistem Imun

Penyakit Hashimoto itu terjadi karena serangan yang dilakukan oleh sistem imun terhadap kelenjar tiroid. Kok bisa? Sayangnya, sampai saat ini para ahli belum mengetahui secara pasti mengapa kondisi autoimun ini terjadi. 

Kebanyakan pengidap penyakit ini ditemukan antibodi yang menghambat reseptor tirotropin (hormon dari otak yang merangsang keluarnya hormon tiroid). Hal ini menyebabkan “kekacauan” pada kelenjar tiroid, sehingga kelenjar tiroid tak lagi mampu menghasilkan hormon.

 Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Kelenjar Tiroid

Selain autoimun, ada juga beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadinya penyakit Hashimoto. 

  • Hepatitis autoimun (penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang hati).

  • Penyakit celiac (gangguan pencernaan).

  • Lupus (gangguan kronis yang dapat memengaruhi bagian tubuh).

  • Anemia pernisiosa (suatu kondisi yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12).

  • Rheumatoid arthritis (gangguan yang memengaruhi sendi).

  • Sindrom Sjögren (penyakit yang menyebabkan mata dan mulut kering).

  • Diabetes tipe 1 (gangguan insulin dalam menjaga kadar gula darah).

  • Vitiligo (kondisi kulit yang tidak berpigmen).

  • Pernah menjalani operasi pada area sekitar kelenjar tiroid atau mendapatkan terapi radiasi di sekitar dada.

Yang perlu digarisbawahi, penyakit Hashimoto harus ditangani dengan cepat dan tepat. Sebab, lama-kelamaan penyakit ini bisa saja menimbulkan berbagai komplikasi serius. Mulai dari penyakit gondok, kelainan pada bayi, miksedema (hipotiroidisme berat), gangguan kesehatan mental, hingga masalah pada jantung. 

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini. Mudah, kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play! Mudah, kan?