26 September 2018

10 Tanda Mimisan yang Perlu Diwaspadai

Mimisan, penyebab mimisan, gejala mimisan

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu pernah mengalami mimisan? Menurut sebuah penelitian dalam jurnal berjudul Ballenger’s Otorhinolaryngology, disebutkan bahwa sebanyak 60 persen manusia pernah mengalami mimisan sebanyak satu kali selama hidupnya. Kebanyakan orang akan panik dan takut saat melihat keluarnya darah dari lubang hidung. Sebenarnya apa penyebab mimisan?

Ahli kesehatan Hank Green menyebutkan bahwa mimisan terjadi saat pembuluh darah pada hidung pecah dan akhirnya mengeluarkan darah melalui lubang hidung. Ada banyak faktor yang menyebabkan pembuluh darah ini pecah. Jika udara di sekitar kamu cenderung kering, berasap, atau terkena dehidrasi, lendir pelindung hidung akan mengering dan akhirnya membuat pembuluh darah mudah pecah. Beberapa penyebab lain seperti terjatuh, terpukul, atau hidung terbentur juga bisa memicu mimisan.

Meskipun penyebab mimisan secara umum tidak berbahaya, dalam beberapa kasus, mimisan juga bisa menandakan adanya penyakit yang berbahaya. Berikut ini adalah tanda-tanda mimisan yang harus diwaspadai, karena merupakan indikasi dari suatu penyakit yang berbahaya.

Gejala Mimisan yang Berbahaya

Walaupun kondisi ini tidak berbahaya. Namun, kamu harus tetap waspada, karena mimisan mungkin saja mengindikasikan adanya penyakit-penyakit tertentu.

1. Mimisan yang terjadi pada anak-anak berusia 2 tahun.

2. Mimisan dengan volume darah yang banyak.

3. Mimisan berlangsung selama lebih dari 30 menit. Jika mengalaminya, sebaiknya kamu segera menemui dokter.

4. Mimisan sering terjadi dalam waktu singkat.

5. Mimisan terjadi setelah operasi di daerah hidung atau sinus.

6. Mimisan membuat susah bernapas.

7. Mimisan setelah kamu mengalami cedera dan kulit berubah pucat.

8. Mimisan disertai pendarahan dari bagian tubuh yang lain, misalnya pada urine.

9. Mengalami demam dan ruam pada saat mimisan.

10. Mimisan disertai dengan detak jantung yang tidak beraturan.

Metode Penanganan Mimisan

1. Duduk tegak dan jangan berbaring. Posisi duduk akan mengurangi tekanan pada pembuluh darah, sehingga dapat menghentikan pendarahan.

2. Condongkan tubuh ke depan, sehingga darah keluar lewat hidung dan tidak masuk ke tenggorokan.

3. Letakkan kompres dingin pada pangkal hidung untuk memperlambat pendarahan.

4. Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk memencet hidung selama sekitar 10 menit. Langkah ini akan memberi tekanan pada sumber pendarahan, sehingga dapat segera dihentikan.

Setelah mimisan berhenti, usahakan agar tidak membuang ingus, membungkuk, atau melakukan aktivitas berat setidaknya selama 24 jam. Langkah ini juga dapat mencegah terjadinya iritasi pada hidung. Apabila mimisan tidak kunjung berhenti setelah 20 menit, kamu sebaiknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Prosedur operasi juga dapat menjadi pilihan jika dibutuhkan. Contoh-contoh prosedur yang dapat menjadi alternatif adalah:

1. Membakar pembuluh darah yang robek dengan menggunakan nitrat atau arus listrik.

2. Menyumbat hidung dengan kapas atau perban kasa agar pembuluh darah bisa ditekan, sehingga mimisan berhenti. Pengidap biasanya akan dirawat di rumah sakit agar kondisinya bisa dipantau.

3. Operasi kecil untuk mengikat pembuluh darah di bagian belakang hidung yang mengalami pendarahan.

Metode Pencegahan Mimisan

Di samping menghindari kambuhnya mimisan, ada sejumlah cara mencegah mimisan yang mungkin berguna. Langkah-langkah sederhana tersebut meliputi:

1. Berhati-hatilah saat mengorek hidung. Jangan terlalu dalam.

2. Berhenti merokok. Rokok dapat mengurangi kelembapan hidung dan meningkatkan risiko iritasi hidung.

3. Gunakan obat pelega hidung sesuai dengan dosis pada kemasan atau anjuran dokter.

Memang agak susah membedakan antara mimisan karena faktor genetik dan mimisan karena penyakit tertentu. Namun, sebelum mimisan terjadi, kamu dapat terlebih dahulu mencegahnya. Jika kamu mendapati gejala-gejala seperti di atas, kamu dapat berdiskusi langsung dengan dokter ahlinya mengenai penyakit ini dimana pun dan kapan pun dengan aplikasi Halodoc. Kamu juga dapat membeli obat dengan layanan Apotek Antar dari Halodoc. Yuk, download aplikasinya di App Store atau Google Play sekarang!

Baca juga: