18 May 2018

Beberapa Penyebab Anak Mimisan

Beberapa Penyebab Anak Mimisan

Halodoc, Jakarta — Anak kecil rentan mengalami mimisan. Tenang saja, karena mimisan pada anak-anak kebanyakan tidak berbahaya. Supaya bisa mengatasi mimisan ini, Ibu perlu tahu terlebih dahulu penyebab anak mimisan.

Mimisan sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu mimisan anterior dan mimisan posterior. Mimisan anterior diakibatkan oleh pendarahan di bagian bawah nasal septum, dinding yang memisahkan rongga hidung kiri dan kanan. Pembuluh darah halus yang terdapat di dalamnya pecah, sehingga menyebabkan mimisan.

Sementara, mimisan posterior datang dari bagian hidung paling dalam. Darah mengalir ke arah bawah di belakang tenggorokan meskipun seseorang sedang duduk atau berdiri. Nah, kalau mimisan jenis ini biasanya jarang terjadi pada anak-anak. Mimisan ini lebih sering terjadi pada orang dewasa yang memiliki darah tinggi dan mengalami cedera wajah atau hidung.

Penyebab anak mimisan yang paling umum adalah udara yang kering. Iklim yang kering dapat melukai dan mengeringkan membran nasal, serta juga menimbulkan kulit kering yang gatal. Rasa gatal ini mendorong anak-anak untuk menggaruk bagian dalam hidung mereka atau mengupil, yang kemudian membuat bagian dalam hidung berdarah.

Penyebab anak mimisan lainnya adalah alergi. Untuk mengatasi mimisan yang disebabkan oleh alergi, ibu perlu berdiskusi dengan dokter ahli. Tanyakan soal kondisi Si Kecil ke dokter melalui aplikasi Halodoc, yuk! Tanya jawab ini bisa dilakukan melalui video/voice call atau chat. Selain fitur ini, ibu juga bisa membeli produk kesehatan dan cek lab melalui aplikasi Halodoc, lho! Ibu cukup download aplikasinya di App Store atau Google Play saja, kok.

Nah, penyebab lainnya adalah cedera. Kalau mimisan yang terjadi setelah anak mengalami cedera di wajah atau hidung dan tidak juga berhenti setelah sepuluh menit meskipun sudah diberikan pertolongan pertama, segera hubungi dokter. Selain itu, kalau Si Kecil terlalu sering mengalami mimisan, misalnya lebih dari sekali dalam satu minggu, Ibu sebaiknya juga menghubungi dokter. Kemungkinan pembuluh darah yang pecah di dalam hidung sulit sembuh dengan sendirinya, sehingga memerlukan obat khusus dari dokter.