3 Jenis Pemeriksaan untuk Diagnosis dari Patah Tulang Belakang

3 Jenis Pemeriksaan untuk Diagnosis dari Patah Tulang Belakang

Halodoc, Jakarta – Penting selalu berhati-hati ketika melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini menghindari kamu dari masalah tulang seperti patah tulang belakang. Tulang belakang dibentuk oleh vertebra yang saling menumpuk. Kondisi ini menyebabkan tulang belakang dapat patah sama seperti tulang pada bagian tubuh yang lain.

Namun, kondisi tulang belakang yang patah bisa menjadi kondisi yang lebih parah dibanding adanya masalah pada bagian tulang yang lain. Patah tulang belakang dapat menyebabkan trauma pada saraf tulang belakang.

Baca juga: 5 Jenis Pekerjaan yang Rentan Alami Patah Tulang Belakang

Kondisi patah tulang belakang disebabkan oleh berbagai hal, beberapa di antaranya adanya trauma pada bagian tulang belakang yang disebabkan oleh terjadinya kecelakaan, jatuh, olahraga dan tindakan kekerasan lainnya.

Maka, tidak ada salahnya untuk selalu berhati-hati ketika melakukan kegiatan yang melibatkan fisik. Kondisi patah tulang belakang dapat dialami oleh mereka yang masih berusia produktif atau yang sudah masuk dalam usia lanjut.

Selain kejadian yang membuat trauma pada bagian tulang belakang, kenali kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami patah tulang belakang seperti penyakit osteoporosis, kanker tulang, dan tumor tulang belakang. Beberapa penyakit yang disebutkan tersebut dapat melemahkan tulang belakang. Dengan tulang yang lemah, gerakan sederhana dapat menyebabkan patah tulang.

Baca juga: Alasan Patah Tulang Belakang Bisa Sebabkan Kelumpuhan

Pemeriksaan Kondisi Tulang Belakang

Ada bebapa gejala yang dirasakan oleh seseorang yang mengalami patah tulang belakang, seperti nyeri pada punggung, mati rasa, kesemutan, kejang otot dan hilangnya gerakan tangan maupun kaki.

Biasanya gejala dirasakan berbeda tiap orang karena tingkat keparahan yang berbeda. Untuk memastikan kondisi patah tulang belakang ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan, seperti:

1. Pemeriksaan X-Ray

Dengan melakukan pemeriksaan ini, dokter menunjukkan kondisi tulang belakang. Sehingga akan terlihat bagian yang mengalami patah tulang dan seberapa parah tingkat gangguannya.

2. CT Scan

Selain menunjukan jaringan lunak seperti saraf, pemeriksaan menggunakan CT Scan memperlihatkan kondisi tulang belakang kamu. Dengan pemeriksaan CT Scan dokter atau tim medis akan memperlihatkan bagian penampang tulang belakang. Selain itu, dokter melihat tulang belakang lebih dari satu sudut dengan menggunakan pemeriksaan CT Scan.

3. MRI Scan

Dengan pemeriksaan MRI, dokter melihat masalah cakram intervertebral.

Pengobatan Patah Tulang Belakang

Patah tulang belakang dapat diobati dengan beberapa cara. Pengobatan bisa dilakukan dengan melakukan terapi konservatif. Terapi ini melibatkan pemberian obat untuk menghilangkan nyeri, suplemen kalsium dan vitamin D. Tidak hanya pemberian obat, dalam terapi ini, pengidap patah tulang belakang diwajibkan untuk beristirahat dan penguatan eksternal.

Melakukan pencegahan nyatanya lebih baik daripada pengobatan. Kamu bisa lakukan ini untuk pencegahan patah tulang belakang:

  1. Rajin berolahraga yang dapat digunakan untuk memperkuat otot serta tulang.

  2. Jangan lupa untuk rajin mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, kalsium serta protein.

  3. Tidak ada salahnya untuk konsumsi suplemen agar kekuatan tulang bisa terjaga dengan baik.

  4. Sebaiknya selalu berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang melibatkan fisik. Hindari mengemudi kendaraan secara ugal-ugalan. Sebaliknya, ikuti aturan rambu lalu lintas agar kamu terhindar dari kecelakaan ketika berkendara.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai kesehatan tulang kamu. Kamu bisa gunakan Voice/Video Call atau Chat dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Cedera Saraf Tulang belakang bisa Sebabkan Kelumpuhan?