3 Hal yang Akan Didapatkan setelah Pemeriksaan Spirometri

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
3 Hal yang Akan Didapatkan setelah Pemeriksaan Spirometri

Halodoc, Jakarta – Pemeriksaan spirometri merupakan tes medis yang dilakukan untuk mengevaluasi fungsi dan kinerja paru-paru seseorang. Tes spirometri dilakukan dengan menggunakan alat bernama spirometer. Ada beberapa kelompok orang yang disarankan untuk menjalani pemeriksaan ini, termasuk orang yang aktif merokok dan memiliki riwayat penyakit paru-paru. Sebenarnya apa yang akan didapatkan setelah melakukan pemeriksaan spirometri?

Spirometri merupakan jenis pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan alat bernama spirometer. Saat menjalani tes ini, kamu akan diminta untuk bernapas pada alat tersebut, kemudian dokter akan menilai fungsi paru. Melalui pemeriksaan spirometri, setidaknya ada beberapa hal yang bisa didapatkan, meliputi:

1. Mengetahui Kondisi Paru-Paru

Pemeriksaan spirometri yang dilakukan bisa membantu mengetahui dan mendiagnosis kondisi paru-paru, apakah masih berfungsi dengan normal atau tidak. Tes ini bisa membantu menunjukkan berapa banyak udara yang dapat dihirup dan dikeluarkan. Hal itu bisa menjadi penilaian kondisi paru-paru.

2. Mendiagnosa Penyakit

Beberapa penyakit yang berkaitan dengan paru-paru juga bisa didiagnosa melalui pemeriksaan ini. Spirometri bisa digunakan untuk membantu mendiagnosa penyakit pada sistem pernapasan, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis kronik, emfisema, hingga fibrosis paru.

Baca juga: Gangguan Pernapasan, Ini 3 Tes untuk Diagnosis Emfisema

3. Mengamati Hasil Terapi

Selain untuk mendiagnosis penyakit, pemeriksaan ini juga sering digunakan untuk mengevaluasi atau mengamati perkembangan kondisi seseorang yang tengah menjalani terapi tertentu. Pemeriksaan spirometri biasanya disarankan pada orang yang mengalami batuk atau sesak napas yang sudah berlangsung lama.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Pemeriksaan Spirometri

Orang yang memiliki risiko penyakit paru, misalnya perokok aktif juga disarankan untuk menjalani tes ini. Meski bermanfaat, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum menjalani tes ini. Pemeriksaan spirometri biasanya hanya akan dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter dan tidak boleh sembarangan. Sebab, tes ini bisa memberi efek berupa meningkatnya tekanan pada kepala, dada, perut, dan mata.

Pada beberapa orang, yaitu yang mengidap hipertensi, stroke, TBC, angina, pneumothorax, batuk darah, serta infeksi saluran pernapasan, pemeriksaan ini harus selalu mendapat persetujuan dari dokter.

Sebelum menjalani pemeriksaan ini, ada persiapan yang harus dilakukan. Salah satunya adalah berhenti merokok, setidaknya selama satu hari sebelum pemeriksaan spirometri. Kamu juga sebaiknya menghindari konsumsi alkohol sebelum menjalani pemeriksaan. Hal ini dilakukan agar hasil pemeriksaan sempurna dan kondisi paru-paru bisa dipantau dengan menyeluruh.

Baca juga: Begini Proses untuk Melakukan Pemeriksaan Spirometri

Kamu juga tidak disarankan makan berlebihan sebelum menjalani tes ini. Sebab, hal itu hanya akan menyebabkan gangguan pada pernapasan dan menyulitkan jalannya pemeriksaan. Hindari mengenakan pakaian yang terlalu ketat saat akan menjalani pemeriksaan spirometri. Ini bertujuan untuk menghindari gangguan pernapasan dan membuat kamu bisa bernapas dengan lebih mudah.

Karena pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau kondisi paru, maka sebaiknya hindari melakukan aktivitas terlalu berat atau berolahraga sebelum menjalani spirometri. Hal itu bertujuan agar selama pemeriksaan, paru-paru berada pada kondisi normal dan hasil yang ditunjukkan pun bersifat akurat.

Baca juga: 6 Penyakit yang Bisa Dideteksi Lewat Pemeriksaan Spirometri

Masih penasaran dan mau tahu tentang pemeriksaan spirometri? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja! Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!