3 Jenis Buta Warna yang Perlu Diketahui

3-jenis-buta-warna-yang-perlu-diketahui-halodoc

Halodoc, Jakarta – Masalah yang bisa mengganggu penglihatan kita ternyata bukan hanya mata minus atau silinder saja, lho. Tapi, juga ada buta warna yang bisa mengurangi kemampuan seseorang untuk melihat dengan baik, sehingga tidak jarang hal ini juga akan menyulitkan pengidapnya untuk beraktivitas.

Namun, jangan membayangkan orang yang mengalami buta warna hanya bisa melihat hitam dan putih saja. Ada banyak jenis buta warna, mulai dari yang hanya sebagian sampai total. Yuk, ketahui jenis-jenis buta warna lebih jauh di sini.

Buta warna merupakan kondisi di mana kualitas penglihatan seseorang terhadap warna tidak sempurna atau kurang baik. Kondisi ini bisa terjadi karena terdapat masalah dengan pigmen pada reseptor warna. Pada dasarnya, mata kita memiliki sel-sel saraf khusus yang bisa bereaksi terhadap warna dan cahaya, sehingga kita bisa membedakan berbagai macam warna.

Nah, bila salah satu pigmen tersebut rusak, maka mata akan memiliki masalah melihat warna tertentu. Pengidap buta warna biasanya kesulitan melihat warna merah, hijau, biru ataupun campuran warna-warna ini.

Baca juga: Bukan Hanya Bawaan Lahir, Ini 5 penyebab Buta Warna

Jenis Buta Warna Beserta Gejalanya

Mengalami buta warna bukan berarti seseorang jadi tidak bisa melihat warna sama sekali. Namun, setiap pengidap buta warna bisa mengalami kondisi yang berbeda tergantung jenis buta warna yang dialaminya. Ada pengidap yang hanya kesulitan membedakan warna-warna tertentu saja.

Jenis buta warna ini disebut juga dengan buta warna sebagian. Sementara pengidap buta warna yang tidak bisa membedakan seluruh warna alias hanya bisa melihat hitam putih saja disebut juga buta warna total.

Berdasarkan sel pigmen mana yang rusak, buta warna juga bisa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu buta warna merah-hijau dan buta warna biru-kuning, dan total.

1. Buta Warna Merah-Hijau

Buta warna merah-hijau memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Warna kuning dan hijau terlihat memerah.

  • Warna oranye, merah, dan kuning terlihat, seperti hijau.

  • Warna merah terlihat, seperti hitam.

  • Atau warna merah bisa juga terlihat kuning kecokelatan dan warna hijau, seperti warna krem.

2. Buta Warna Biru-Kuning

Sedangkan buta warna biru-kuning ditandai dengan ciri-ciri berikut:

  • Warna biru terlihat kehijauan serta sulit membedakan warna merah muda dengan kuning dan merah.

  • Warna biru terlihat seperti hijau, dan warna kuning terlihat seperti abu-abu atau ungu terang.

3. Buta Warna Total

Berbeda dari kedua tipe buta warna di atas, orang yang mengalami buta warna total akan kesulitan membedakan semua warna. Bahkan, beberapa pengidapnya hanya bisa melihat warna putih, abu-abu, dan hitam.

Baca juga: Jangan Salah, Inilah 7 Fakta Mengenai Buta Warna

Cara Mendiagnosis Buta Warna

Nah, bila kamu mengalami gejala buta warna seperti yang sudah disebutkan di atas, berikut ini beberapa tipe tes buta warna yang bisa kamu lakukan untuk mendiagnosis buta warna:

  • Tes Ishihara

Ini adalah tes buta warna yang paling sering digunakan. Tes ini dilakukan dengan cara memperlihatkan pengidap sebuah buku yang berisi gambar-gambar dan angka-angka tertentu. Pengidap kemudian akan diminta untuk membaca angka-angka yang tertera secara samar pada gambar berupa titik-titik berwarna. Namun, tes buta warna yang dikembangkan oleh seorang dokter asal Jepang bernama dr. Shinobu Ishihara ini hanya bisa digunakan untuk mendeteksi buta warna hijau-merah.

  • Tes Penyusunan Warna

Tipe tes lainnya yang bisa kamu lakukan untuk mendiagnosis buta warna adalah tes penyusunan warna. Ketika melakukan tes ini, kamu akan diminta menyusun warna yang berbeda sesuai dengan gradasi tingkat kepekatan warna.

Baca juga: 5 Cara Tes Buta Warna yang Akurat

Untuk melakukan pemeriksaan buta warna, sekarang kamu sudah bisa membuat janji langsung dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Mudah bukan? Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.