Jangan Diabaikan, Ketahui 3 Komplikasi Akibat Neuroblastoma

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 neuroblastoma, kanker langka

Halodoc, Jakarta - Penyakit langka neuroblastoma ini lebih sering terjadi pada salah satu kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal, atau pada jaringan saraf tulang belakang yang membentang dari leher, perut, dada, hingga panggul. Penyakit ini dapat dengan cepat menyebar ke organ lain, seperti sumsum tulang, kulit, hati, serta kelenjar getah bening. Jika ibu mengetahui adanya gejala penyakit ini pada Si Kecil, jangan diabaikan, ya! Karena penyakit ini bisa menimbulkan beberapa komplikasi berikut.

Baca juga: Harus Tahu, Inilah 4 Stadium Neuroblastoma

Neuroblastoma, Kanker Langka pada Sel-sel Saraf

Neuroblastoma merupakan kanker langka yang berkembang dari sel-sel saraf yang belum matang pada anak-anak. Pada kasus neuroblastoma, neuroblast yang seharusnya tumbuh dan berfungsi sebagai sel saraf, justru akan membentuk benjolan berupa tumor padat.

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Neuroblastoma

Gejala yang muncul pada pengidap neuroblastoma kan tergantung pada lokasi terbentuknya tumor. Beberapa gejala yang menandai jika Si Kecil tengah mengidap penyakit ini, yaitu:

  • Mengalami nyeri punggung.

  • Badan lemas, lesu, dan tidak bertenaga. Si Kecil tidak bergerak aktif seperti biasanya.

  • Si Kecil mengalami penurunan berat badan secara drastis.

  • Jika tumor muncul pada dada, Si Kecil akan mengalami gangguan pernapasan, gangguan menelan, batuk kronis, bahkan infeksi.

  • Adanya benjolan di perut, leher, atau dada.

Jika gejala sudah menyebar, Si Kecil bisa saja merasakan nyeri pada tulang dan disertai dengan demam. Penyakit ini bisa menyebabkan gerak tubuh yang tersentak-sentak, serta gerak mata yang tidak terkendali.

Baca juga: Rentan Menyerang Anak-Anak, Ini yang Disebut Neuroblastoma

Ini Penyebab Terjadinya Neuroblastoma

Sel saraf yang belum matang atau neuroblast akan mengembangkan sel dan serat saraf, serta sel kelenjar adrenal pada manusia. Nah, perkembangan ini terjadi saat janin berada dalam rahim. Setelah bayi lahir, tidak ada lagi neuroblast yang tersisa. Jika memang masih ada yang tersisa, neuroblast ini akan berangsur-angsur hilang dengan sendirinya.

Nah, pada kasus neuroblastoma, sisa neuroblast ini tidak hilang dengan sendirinya. Neuroblast ini justru semakin berkembang hingga membentuk jaringan tumor. Sama seperti jenis yang lainnya, tumor jenis ini pun belum bisa dipastikan apa yang menjadi cikal bakal terbentuknya. Kondisi ini diduga terjadi karena adanya kerusakan pada gen neuroblast yang membuat sel membelah diri tanpa terkendali, sehingga menjadi tumor.

Jangan Diabaikan, Ketahui Komplikasi Akibat Neuroblastoma Ini

Komplikasi yang bisa saja muncul pada pengidap kondisi ini, antara lain:

  1. Sindrom paraneoplastik, yaitu penyakit atau gejala yang dihasilkan karena adanya kanker dalam tubuh. Neuroblast akan mengeluarkan zat yang berefek pada sel normal dan menimbulkan gejala sindrom ini, seperti gerakan mata yang cepat atau gangguan koordinasi gerak tubuh.

  2. Patah tulang belakang yang disebabkan karena pertumbuhan tumor hingga tulang belakang. Tumor ini akan menekan saraf tulang belakang dan menimbulkan rasa nyeri, bahkan kelumpuhan.

  3. Bermetasisnya sel kanker dalam tubuh. Sel kanker dapat menyebar hingga ke bagian tubuh lain, seperti sumsum tulang, hati, kulit, atau tulang.

Untuk menghindari terjadinya hal ini, beberapa hal yang bisa dilakukan guna mengatasi neuroblastoma, yaitu melakukan pola makan sehat sesuai dengan anjuran dokter, minum obat secara teratur sesuai resep dokter, serta rajin melakukan MCU guna memantau kondisi kesehatan Si Kecil.

Baca juga: Ketahui 5 Cara Pengobatan untuk Mengatasi Neuroblastoma

Jika ibu mempunyai masalah dalam melakukan pencegahan guna meringankan gejala yang dirasakan, Halodoc bisa jadi solusinya! Ibu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, ibu juga bisa membeli obat yang sedang dibutuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!