Ini 4 Cara Sederhana Agar Anak Terhindar Alergi Telur

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini 4 Cara Sederhana Agar Anak Terhindar Alergi Telur

Halodoc, Jakarta - Karena sistem kekebalan tubuh anak belum sebagus orang dewasa, ada berbagai risiko alergi yang mungkin dialami. Salah satu jenis alergi yang umum dialami oleh anak adalah alergi telur. Ketika anak alergi telur, sistem kekebalan tubuh akan mendeteksi protein dalam telur sebagai zat berbahaya. Akibatnya gejala dan reaksi alergi pun muncul, mulai dari yang ringan hingga yang cukup berat.

Sebagian anak biasanya alergi terhadap protein dalam putih telur, tapi tidak menutup kemungkinan alergi disebabkan oleh protein dalam kuning telur. Reaksi alergi pun biasanya muncul sesaat hingga beberapa jam setelah mengonsumsi telur, diiringi dengan tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Kulit: gatal-gatal, eksim, kemerahan, atau bengkak.

  • Sistem pencernaan: sakit perut, diare, mual, muntah, atau gatal di sekitar mulut.

  • Sistem pernapasan: hidung berair, mengi atau kesulitan bernapas.

  • Sistem kardiovaskular: denyut jantung cepat, tekanan darah rendah, atau masalah jantung.

  • Dalam kasus yang jarang terjadi, anak menunjukkan reaksi alergi yang sangat serius (anafilaktik). Penanganan medis harus segera diberikan, karena anak mungkin memiliki masalah pernapasan dan penurunan tekanan darah.

Baca juga: Kenapa Orang Bisa Terkena Alergi Telur?

Bagaimana Mengetahui Jika Anak Alergi Telur?

Sebagai orangtua, ibu dan ayah harus peka setiap kali bayi jatuh sakit dan mengalami ruam sesaat setelah mengonsumsi telur. Biasanya, dokter akan meminta orangtua menunggu sampai usia bayi cukup hingga anak diperbolehkan untuk mencoba telur lagi.

Jika dicurigai anak alergi telur, hindari mengonsumsi telur maupun makanan yang mengandung telur sampai anak diperiksa langsung oleh dokter. Dokter mungkin akan melakukan tes kulit untuk memeriksa alergen, baik terhadap telur maupun makanan dan zat lainnya.

Hindari Alergi Telur pada Anak dengan Cara Ini

Anak yang alergi telur bisa dengan mudah menghindari telur dalam makanan yang dia makan. Namun, beberapa anak mungkin merasa kesulitan, sehingga perlu bantuan orangtua atau orang dewasa lainnya untuk mencari tahu apakah makanan tersebut aman dikonsumsi atau tidak. Anak-anak yang alergi telur juga sebenarnya tidak diperbolehkan mengkonsumsi telur tiruan karena mengandung putih telur.

Baca juga: Alergi Juga Bisa Diturunkan dari Orang Tua

Berikut adalah berbagai bentuk telur yang tercantum pada label makanan:

  • Telur kering.

  • Putih telur.

  • Padatan putih telur.

  • Kuning telur.

  • Padatan telur.

  • Telur bubuk.

  • Telur utuh

Setelah mengetahui bentuk-bentuk telur yang perlu dihindari tersebut, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan untuk menghindari anak dari alergi telur adalah:

1. Buat Catatan sebagai Pengingat

Jika anak memiliki alergi telur, buatlah daftar bahan-bahan telur di atas dalam ukuran yang cukup kecil sehingga mudah dibawa sebagai pengingat. Catatan ini dapat ditaruh dalam saku dan tas milik anak. Lebih baik lagi jika orangtua juga memiliki daftar yang sama. Namun, ketika berada di sebuah restoran atau rumah teman, mungkin anak akan merasa kesulitan mengecek label makanan. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah bertanya sebelum menyantap makanan apapun.

2. Siasati Penggunaan Telur dalam Makanan

Jika anak menyukai kue panggang, seperti cupcakes atau brownies, orangtua bisa menyiasatinya dengan mengganti bahan telur dengan menggunakan 1,5 sendok makan (22,2 mililiter) minyak dan 1 sendok teh (5 mililiter) baking powder untuk setiap telur.

Baca juga: Cara Tepat Menangani Alergi Makanan Pada Balita

3. Cukupi Kebutuhan Protein dari Sumber Lain

Karena anak tidak dapat mengonsumsi telur, pastikan ia mendapatkan asupan protein dari sumber lain seperti daging merah, unggas, ikan, dan kacang-kacangan.

4. Konsultasikan Alergi Anak ke Dokter

Ketika anak memiliki alergi terhadap suatu makanan, risiko ia untuk memiliki alergi pada hal lain pun akan meningkat. Jika anak memiliki lebih dari satu alergi makanan, orangtua mungkin perlu berkonsultasi dengan ahli gizi. Namun, jika hanya telur yang menjadi penyebab alerginya, orangtua dapat mengatur sendiri asupan makan anak.

Itulah sedikit penjelasan tentang cara menghindari anak dari alergi telur. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan di pada aplikasi Halodoc. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!